Showing posts with label public speaking. Show all posts
Showing posts with label public speaking. Show all posts

Panduan Menjadi Moderator Seminar yang Efektif & Handal

Moderator acara memegang peranan yang amat penting pada hari-H. Sukses tidaknya, berkesan tidaknya acara bagi peserta, narasumber, pemasang iklan dan panitia akan amat terlihat pada bagaimana moderator menjalankan tugasnya.

Berdasarkan pengalaman pribadi saya, berikut adalah sedikit panduan tentang bagaimana menjadi moderator seminar yang baik. Anda barangkali punya pengalaman yang bisa memperkaya, silahkan dibagi di sini.

Persiapan sebelum hari-H

1. Pelajari material setiap sesi.

Mau cara yang gampang, minta panitia untuk kirimkan handout dari setiap pembicara. Tapi ada kalanya (sering bahkan) handout ini tidak bisa diterima hingga hari H. Maka tempuh alternatif lain: Anda bisa lakukan riset di internet. Dengan cara ke-2 ini, Anda tetap harus setidaknya membaca beberapa bagian dari handout/slide begitu Anda tiba di lokasi acara. Pengetahuan tentang materi yang akan disampaikan akan membantu Anda:
  • Membuat preview dan kata-kata pembuka sesi yang berbobot dan tidak kacangan. Jika narasumber yang hadir adalah orang2 terpilih, tak ada salahnya Anda juga tampil smart dan well-informed.
  • Ngobrol dengan narasumber ketika mereka hadir di lokasi sebelum acara berlangsung. Pengetahuan Anda tentang apa2 yang akan mereka bawakan tidak hanya akan membuat hubungan Anda jadi lebih cair, namun juga membuat sang narasumber berikan apresiasi kepada Anda atas pemahaman atau minimal ketertarikan yang Anda punya atas materi yang akan dia bawakan.

2. Pilih busana baik-baik

Jangan pakai baju warna kinclong atau apapun yang mencolok. Itu akan membuat Anda tampak lebih menonjol ketimbang sang pembicara. Dalam acara di mana Anda jadi moderator, ingat ingatlah untuk tidak tampak lebih keren secara menonjol ketimbang sang narasumber. Dengan baju yang mencolok apalagi dandan yang berlebihan, itu akan membuat perhatian audience dan pemirsa dokumentasi foto/film menjadi teralihkan secara serius pada Anda. “Yah, klo dasarnya emg keren gimana, dong?”. Iya, tahu. Tapi bagaimanapun, bintangnya adalah mereka para narasumber, sayangnya bukan Anda sang moderator.

3. Persiapkan amunisi dengan baik

Anda sebaiknya bersiap manakala panitia terlalu sibuknya hingga tak sempat siapkan hal-hal remeh untuk kepentingan narasumber. Berikut adalah yang biasa saya siapkan dan bawa pada saat acara:
  • Form kurikulum vitae pembicara. Meskipun panitia biasanya punya, tapi saya lebih suka pake punya sendiri manakala desain & layoutnya lebih keren.
  • Paparan perkenalan diri Anda sendiri, untuk dibacakan oleh MC. Saya lebih menyukai model perkenalan yang sifatnya pemaparan alih-alih berbentuk daftar yang membuat cara pembacaan menjadi kaku. Apapun, sebaiknya ini Anda siapkan sendiri. Normalnya, Anda tak perlu membuat perkenalan yang panjang apalagi sampai melebihi narasumber.
  • Form pertanyaan peserta. Intinya adalah ada slot untuk mengisi nama, asal, dan pertanyaan. Tapi tentu pake kertas kosong pun tak masalah. Intinya Anda harus bawa, dan bukan hanya untuk Anda sendiri, tapi juga untuk narasumber yang bisa jadi tak membawa selembar kertas pun bersama mereka. Akan tampak profesional bila kertas2 yang Anda bawa memiliki kop nama kegiatan. Itu akan membuat Anda (dan panitia) terkesan well-prepared.
  • Surat Cinta untuk memberitahukan batas waktu. Saya biasa menggunakan surat cinta untuk memberitahukan bahwa waktu kurang 15 menit, kurang 5 menit, dan waktu telah habis. Saya cetak di kertas ukuran A5 dg ukuran huruf super besar. Diupayakan pake kertas yang tebal, sedemikian rupa sehingga bila Anda menunjukkannya ke pembicara, kertas tersebut tidak trawang terlihat oleh hadirin. Dan satu lagi, bikin juga surat cinta untuk memberitahu agar narasumber mempersingkat jawabannya (untuk digunakan di sesi tanya jawab).
  • Siapkan juga kertas kosong ukuran kecil (misal A5 bagi dua) untuk surat-suratan dengan panitia, yakni manakala Anda memanggil panitia ke meja Anda.
  • Dan juga siapkan ballpoint, untuk Anda dan juga jaga-jaga buat narasumber (bisa minta ke panitia sebelum Anda maju ke depan)

Aktivitas Moderator pada Hari-H

Urutan aktivitas seorang moderator adalah sebagai berikut
1) Moderator harusnya hadir jauh sebelum acara dimulai. Bukan dadakan. Dengan demikian, moderator bisa turut menyiapkan perangkat atau memastikan ketersediaan alat dan bahwa itu semua berfungsi
  • Meja dan kursi pembicara di depan
  • Kursi pembicara yang tidak sedang berbicara
  • Pengeras suara
  • LCD proyektor
2) Moderator “membriefing” panitia, sebelum acara dimulai, untuk perihal-perihal sebagai berikut:
  • Minta kurikulum vitae; siapkan/bikin sendiri juga, just in case
  • Kalo air minum dari moderator atau narasumber habis, minta ke panitia agar langsung saja ganti dengan yang baru
  • Ingatkan agar panitia memberikan minum/makanan dari sebelah kanan belakang
  • Tunjuk/kenali panitia yang mengoperasikan perangkat elektronik misal sound system dan slide
  • Buat kesepakatan komunikasi dengan panitia, terutama bila Anda butuh bantuan hingga membutuhkan panitia untuk maju ke depan menghampiri Anda
3) Saat Pembicara memasuki ruangan, siapkan tempat duduk sejak awal. Bilang ke panitia untuk mengkhususkan kursi tertentu, dijaga agar tidak diduduki oleh peserta yang datang terlebih dulu. Narasumber bisa diantar oleh panitia acara untuk kemudian diperkenalkan kepada moderator.
4) Moderator memperkenalkan diri kepada narasumber
5) Pembicara mengisi kurikulum vitae. Siapkan ballpoint, just in case. Namun sebelumnya, tanyakan apakah pembicara memiliki kurikulum vitae yang dibawa sendiri dari rumah. Tanyakan bagaimanakah dia sang pembicara ingin diperkenalkan. Bisa jadi dia punya pencapaian atau prestasi atau informasi apapun yang belum terdapat di form CV. Bisa jadi juga dia sudah menyiapkan CV yang amat panjang -misal 6 halaman- dan dia punya arahan terkait mana-mana saja yang perlu dibacakan. Intinya, buat sang pembicara senang atas bagaimana dia diperkenalkan.
6) Setelah pembicara rampung mengisi CV, moderator melakukan koordinasi dengan pembicara terkait:
  • CV pembicara. Bacalah CV yang telah ditulis pembicara. Pastikan Anda bisa membaca semua tulisan yang ada. Jika ada yang tak jelas, langsung tanyakan, jangan sampai ada kejadian Anda terbata-bata atau kelihatan bingung ketika sedang membaca CV. Yang paling utama, jangan sampai Anda salah mengeja nama pembicara. Terutama untuk nama dengan ejaan lama dan yang memiliki huruf o atau e (untuk orang jawa).
  • Kisi-kisi materi, dikonfirmasikan lagi tentang apa yang akan moderator sampaikan sebagai pengantar. Terkadang apa yang disampaikan narasumber berbeda dengan apa yang sudah jadi arahan panitia. Maka hal ini harus dikomunikasikan dengan baik.
  • Kesepakatan masalah waktu. Informasikan berapa waktu total yang dimiliki pembicara atau bahkan setiap pembicara. Jika acara ternyata molor, maka sampaikan juga modifikasi jadwalnya.
  • Pemberitahuan manakala waktu habis. Sampaikan bagaimana Anda akan mengkomunikasikan habisnya waktu kepada pembicara. Tunjukkan contoh “surat cinta” yang akan Anda sodorkan kepada mereka.
  • Tanyakan tentang penyiapan laptop; mau minta dipasangkan atau lebih suka pasang sendiri? Termasuk juga sistem audio yang nyambung ke laptop. Lalu tanyakan, apakah butuh bantuan operator untuk slide?
  • Jangan paksa narasumber untuk banyak berbicara. Pahami bahwa banyak pembicara/narasumber yang butuh membentuk konsentrasi dan mengondisikan diri sebelum mereka maju ke panggung. Jikapun mereka mengajak Anda ngobrol, jangan obrolkan hal-hal yang tidak relevan dengan apa yang akan dia sampaikan.
7) Masuk acara Pembukaan: pembacaan agenda acara oleh MC, sambutan-sambutan, dan apapun yang masuk pada prosesi pembukaan kegiatan. Sebagai moderator, Anda sebaiknya duduk manis memperhatikan. Siapapun yg memberi sambutan, pastinya adalah orang penting yg berharap Anda juga turut memperhatikan dia berbicara.
8 ) MC menyerahkan acara kepada Anda sebagai Moderator, setelah sebelumnya memperkenalkan. Gunakan dokumen perkenalan diri sesuai amunisi yang telah Anda siapkan.
9) Sesi Pertama
  • Ucapkan salam setelah sebelumnya menebarkan senyum kepada hadirin. Dan ketika mengucapkan salam, pastikan Anda memandang hadirin, jangan menunduk melihat naskah/meja.
  • Memberikan pengantar materi, misal mengapa kok materi yang akan disampaikan penting untuk dimunculkan di acara ybs.
  • Apa yang diharapkan dari peserta
  • Mengundang pembicara ke depan
  • Memperkenalkan pembicara
  • Mempersilahkan pembicara mulai berbicara
  • Mengingatkan lagi masalah waktu tanpa perlu terdengar di mike
  • Ketika sudah selesai, berikan komentar/review singkat tentang apa yang baru disampaikan
10) Sesi Kedua, ketiga, dan seterusnya. Apa yang dilakukan adalah memberi simpulan atau mencuplik sedikit bagian dari paparan yang baru saja disampaikan
“Menarik sekali apa yang disampaikan oleh Bapak/Ibu. Jadi ternyata … . Nah, baik. Sekarang, marilah kita beranjak pada pemaparan ke-2 yang akan disampaikan oleh yang terhormat Bapak/Ibu ….
11) Pada Sesi Diskusi
  • Memberi kesempatan peserta bertanya setelah sebelumnya mensosialisasikan berapa banyak termin yang tersedia, dan berapa penanya di setiap terminnya. Sekalian juga Anda sampaikan aturan main semisal keharusan untuk mengacungkan tangan, lalu menyebutkan nama dan asal sebelum bertanya, serta batasan jumlah pertanyaan yang boleh diajukan setiap orang.
  • Menegaskan; yang disampaikan peserta tu pertanyaan atau pernyataan
  • Membantu peserta dalam merumuskan pertanyaan. Beneran, banyak sekali peserta yang bingung-bingung sendiri ketika bertanya.
  • Memotong dan meringkas pertanyaan bila terlalu panjang
  • Memancing pertanyaan dengan mengajukan frasa-frasa yang menggiring pada pertanyaan.
  • Menegaskan dan mengulang pertanyaan, entah sekedar untuk memastikan seluruh peserta mendengar (manakala mike untuk peserta tidak tersedia) atau untuk mengingatkan lagi ketika narasumber hendak menanggapinya.
12) Kesimpulan dan Penutup. Ada kalanya kesimpulan tidak diperlukan jika memang forum/acaranya tidak dimaksudkan untuk membuat atau menuju ke arah simpulan tertentu. Yang wajib Anda sampaikan adalah poin-poin penting dari apa-apa yang telah disampaikan narasumber dan juga berdasarkan hasil sesi diskusi.
13) Pemberian kenang-kenangan. Untuk ini, Anda bisa bantu narasumber untuk memposisikan dirinya berdasarkan urutan tertentu di tempat pemberian kenang-kenangan. Bagaimana Anda tahu urutannya? Tentu saja karena Anda sebelumnya telah ngobrol dengan panitia tentang ini.
14) Foto bersama. Baik sekali bila Anda berada di tengah-tengah para narasumber. Dan sebaiknya simpan saja Peace Sign Anda :-)

Mengikuti Semua Kata Orang? Capek Deh!

Atjeh-Horizon - Alkisah, dalam kitab Azhraf al-Zharfa', Joha bersama putranya pergi ke pasar mengendarai keledai, sementara putranya berjalan di sampingnya. Ketika melewati kerumunan, terdengar celoteh, "Dasar orang tua semena-mena, masak anaknya disuruh berjalan kaki." Merasa tidak nyaman dengan celotehan, Joha turun dari punggung keledai dan berganti posisi dengan anak.

Di kerumunan lain, terdengar cemoohan, "Dasar anak durhaka, tega sekali membiarkan bapaknya berjalan kaki sementara ia duduk enak." Ia menyuruh putranya turun dan berjalan kaki bersamanya sementara keledainya dituntun.

Beberapa langkah kemudian, orang-orang berkomentar, "Orang aneh, mengapa keledai itu tidak dinaiki." Ia bersama sang anak menaiki punggung keledai. Di lokasi selanjutnya, orang-orang berseloroh, "Bapak dan anak sama dungunya, masak seekor keledai lemah ditunggangi berdua." Tak mau dianggap orang bersalah, Joha dan anaknya turun, lalu keledai itu dipanggul berdua. Anak-anak kecil yang melihatnya girang dan tertawa-tawa. Keduanya berjalan hingga sampai di jembatan kecil. Joha bingung dan serbasalah. Akhirnya, keledai itu dilemparnya ke sungai.

Cerita di atas adalah gambaran orang yang tidak teguh dalam prinsip. Nashruddin Joha atau dikenal dengan Nashruddin Hoja, tokoh unik pada masa keemasan Islam. Ia bermaksud pergi ke pasar untuk berdagang bersama putranya. Dalam perjalanan, ia terjebak dalam tindakan yang membuat dirinya kebingungan. Bingung bukan lantaran tawar-menawar harga atau menghitung keuntungan, melainkan bingung karena melakukan tindakan yang tak dimengerti oleh dirinya sendiri. Joha lupa bahwa tujuan perjalanannya adalah berdagang ke pasar. Maksud hati menyenangkan setiap orang, apa daya bingung yang didapat.

Karakter Joha dalam kisah di atas menurut teori kepribadian dikenal dengan conformist personality, pembawaan kepribadian yang cenderung membiarkan sikap dan pendapat orang lain untuk menguasai dirinya. Tindakan ini muncul karena ada perasaan khawatir tidak mendapat pengakuan dari orang lain. Dampak dari kepribadian ini adalah rentan untuk dikuasai oleh pengaruh-pengaruh liar dan tak mampu mempertahankan tujuan atau prinsip.

Menurut hierarki Maslow, aktualisasi diri merupakan kebutuhan tertinggi (meta-needs) dalam hidup. Aktualisasi diri muncul karena adanya konsistensi terhadap tujuan. Aktualisasi diri penting sebab jika tak terpenuhi (bagi sebagian orang yang telah terpenuhi kebutuhan dasarnya) bisa berakibat metapatologi (penyakit kejiwaan), seperti sinisme, kebencian, kegelisahan, depresi dan metapatologi lainnya. Namun, dalam kisah Joha, ia terlampau khawatir sehingga melakukan kekeliruan cara meraihnya, bahkan mengorbankan tujuannya. Akibatnya, Joha menderita kerugian waktu, energi, dan keledai.

Alquran memberi solusi untuk mengantisipasi kekeliruan di atas, yaitu dengan istiqamah (konsistensi). "Tetap teguhlah kamu pada jalan yang benar sebagaimana yang telah diperintahkan kepadamu." (QS Hud: 112). Selanjutnya, bertawakal dengan keputusan yang telah diambil. "Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya." (QS Ali Imran: 159). Wallahu A'lam.


Sumber
: Republika


9 Penyebab Ketakutan Berbicara di Depan Umum

Hampir kebanyakan orang yang pernah merasakan berbicara didepan umum,

pasti pernah mengalami ketakutan. Keringat dingin, gelisah, selalu merasa
ingin ke toilet adalah sebagian refleksi dari rasa ketakutan tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian ada 9 penyebab ketakutan yang signifikan ketika
berbicara didepan umum :

1. Takut akan gagal, ingin selalu sukses dan takut gagal malah
kadangkala membuat ketakutan itu semakin besar.

2. Tidak ada rasa percaya diri, merasa diri tidak mampu untuk
melakukan hal tersebut.

3. Traumatis, memiliki rasa takut dan merasa sendirian ketika
berdiri di panggung dan semua mata melihat padanya.

4. Takut dinilai/dihakimi, hal ini terjadi karena adanya perasaan
takut ketika banyak orang membicarakan dirinya atau pendapatnya.

5. Terlalu perfeksionis, perfeksionis baik, tetapi terlalu
perfeksionis dan berharap terlalu banyak pada dirinya sendiri malah membuat efek
negatif.

6. Takut akan orang banyak, merasa tidak nyaman dan tidak percaya
diri ketika berbicara di depan puluhan, ratusan atau ribuan orang.

7. Kurangnya persiapan, persiapan yang minim membuat rasa takut
untuk berbicara di cepan umum ini semakin menjadi-jadi.

8. Stress, menghindari stress ketika berbicara di depan umum.

9. Blank, takut tidak tahu apa yang harus dilakukan, apa yang
harus dibicarakan ketika berbicara didepan umum.

Semua penyebab ketakutan diatas harus diatasi, pahamilah bahwa semua
orang mengalaminya bahkan pembicara hebatpun pasti pernah mengalaminya.
So…kenali dan taklukan penyebab rasa takutmu.

10 cara lebih baik berbicara di depan umum

Dapatkah Anda berdiri di depan khalayak luas dan mengekspresikan diri Anda? Kebanyakan dari kita memiliki kupu-kupu dalam perut kita dengan sangat memikirkan melakukan hal ini. Selain beberapa yang memiliki bakat alami untuk menghubungkan dengan orang lain atau mempunyai beberapa orang yang benar-benar bisa mengajar mereka untuk berkomunikasi, hanya sedikit dari kita mendapatkan hasil terbaik yang bisa dari alat komunikasi yang indah bahwa kita diberikan dengan kebanyakan dari kita berada dalam mengerikan perlu untuk meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum.

Kita semua memiliki orang-orang dengan siapa kita harus bekerja untuk menyelesaikan sesuatu. Kemampuan kita untuk berkomunikasi dengan klien, pelanggan, bawahan, sejawat, dan atasan dapat meningkatkan efektivitas kita atau sabotase kami. Banyak kali, keterampilan berbicara di depan umum kami membuat perbedaan.

Berikut adalah 10 cara untuk meningkatkan berbicara di depan umum:

1. Cara pertama untuk meningkatkan berbicara di depan umum adalah dengan mengembangkan suara Anda. Suara merengek tinggi tidak dianggap sebagai salah satu otoritas. Bahkan, suara lembut yang tinggi dapat membuat Anda terdengar seperti mangsa yang agresif rekan kerja yang keluar untuk membuat / karirnya dengan mengorbankan orang lain. Mulai melakukan latihan untuk menurunkan nada suara Anda.

2. Cara kedua lebih baik berbicara di depan umum adalah berbicara pelan. Orang-orang akan melihat Anda sebagai gugup dan tidak yakin pada diri sendiri jika Anda berbicara cepat. Namun, berhati-hatilah untuk tidak melambat ke titik di mana orang mulai menyelesaikan kalimat Anda hanya untuk membantu Anda menyelesaikan.

3. Cara ketiga yang lebih baik berbicara di depan umum adalah untuk menghidupkan suara Anda. Menghindari monoton. Gunakan dinamika. Pitch Anda harus menaikkan dan menurunkan. Anda harus volume lunak dan keras. Mendengarkan pembaca berita TV lokal; take note.

4. Keempat cara berbicara di depan umum lebih baik mengucapkan kata-kata Anda. Berbicara dengan jelas. Jangan menggumam. Jika orang selalu berkata, "hah? "kepada Anda, Anda bergumam.

5. Kelima cara yang lebih baik berbicara di depan umum adalah dengan menggunakan volume yang sesuai. Gunakan volume yang sesuai untuk pengaturan. Berbicara lebih pelan saat Anda sedang sendirian dan dekat. Bicaralah lebih keras ketika Anda berbicara dengan kelompok yang lebih besar atau di ruang yang lebih besar.

6. Keenam cara untuk lebih baik berbicara di depan umum adalah dengan mengucapkan setiap kata dengan benar. Orang akan menilai kompetensi Anda melalui kosakata Anda. Jika Anda tidak yakin bagaimana cara mengucapkan sepatah kata, jangan menggunakannya.

7. Ketujuh cara untuk berbicara di depan umum yang lebih baik adalah dengan menggunakan kata yang tepat. Jika Anda tidak yakin mengenai arti dari sebuah kata, jangan menggunakannya. Memulai program belajar kata baru setiap hari. Gunakan kadang dalam percakapan Anda di siang hari

8. Kedelapan cara berbicara di depan umum yang lebih baik adalah dengan membuat kontak mata dengan orang yang Anda ajak bicara.

9. Kesembilan cara untuk berbicara di depan publik yang lebih baik adalah dengan menggunakan bahasa tubuh saat Anda berbicara Buatlah seluruh tubuh Anda bicara. Gunakan bahasa tubuh yang lebih kecil untuk individu dan kelompok-kelompok kecil. Gerak tubuh harus lebih besar sebagai kelompok yang satu ini berbicara peningkatan ukuran.

10. Terakhir namun tidak sedikit, kesepuluh cara untuk berbicara di depan publik yang lebih baik adalah dengan tidak mengirimkan pesan yang membingungkan. Buat kata-kata, gerak tubuh, ekspresi wajah, nada, dan pesan yang cocok. Mendisiplinkan seorang karyawan sambil tersenyum mengirim pesan campuran dan, karenanya, tidak efektif. Jika Anda harus menyampaikan pesan negatif, membuat kata-kata, ekspresi wajah dan nada cocok dengan pesan.

Public speaking adalah seni, yang dapat dikembangkan dengan latihan. Anda dapat menarik perhatian ribuan penonton jika mempunyai keterampilan berbicara di depan umum. Bukan hanya ketika menangani audiens yang besar, Anda dapat membuat pembicaraan Anda menyenangkan untuk semua orang dengan meningkatkan kemampuan Anda berbicara di depan umum.

4 Nilai dasar Terampil berbicara di depan umum ( Public Speaking )

Nilai dasar sukses terampil Public Speaking

Apakah belajar Public Speaking begitu sulit ?
Kalau jawaban anda bahwa belajar Public Speaking itu sulit, tentu akan jauh lebih sulit lagi untuk melakukan Public Speaking ( Berbicara di depan umum ). Sebagian besar orang yang kesulitan berbicara di depan umum
( Public Speaking ) berasal dari cara berpikir yang kurang benar. Cara berpikir yang cepat sekali menvonis, menilai segala sesuatu itu benar atau salah, 0 atau 100. Cara berpikir konservatif seperti itu seharusnya ditinggalkan Peningkatan kecerdasan manusia yang terus menerus terjadi menyadarkan kita bahwa segala sesuatu itu relatif adanya. Di pandang dari sudut manusia, tidak ada nilai mutlak, tidak ada benar semua atau salah semua..
Segala sesuatu yang akan anda lakukan bermula dari apa yang anda pikirkan. Demikian pula dalam hal Public Speaking. Ketakutan untuk Public Speaking bisa melanda siapa saja;muda tua dan apapun profesinya;pelajar, mahasiswa, sekretaris, guru, dosen, networker, agen asuransi, manager, direktur, pemilik usaha dan lainnya.
Kegiatan saya di MPI mengajar Public Speaking, mempertemukan saya dengan orang dari segala kalangan seperti yang saya sebutkan di atas. Di antara mereka adalah orang-orang yang kesehariannya sudah terbiasa memberikan pelatihan, mengajar, memimpin rapat dan sebagainya. Namun mereka merasa masih kurang terampil, bicara kurang menarik minat audiencenya. Saya pribadi memberikan apresiasi yang tinggi untuk semangat mereka yang luar biasa untuk terus belajar.
Latar belakang Public Speaking saya yang mulai dari nol dan pengalaman-pengalaman melatih Public Speaking memberikan saya banyak inspirasi dan pembelajaran yang sungguh menyenangkan. Saat-saat paling menyenangkan bagi saya dalam mengajar Public Speaking adalah saat-saat di mana murid-murid saya mengalami perkembangan yang sangat berarti dari sesi ke sesi, bukan dari hari ke minggu, apalagi ke tahun.
Pada setiap awal kelas Public Speaking, saya selalu memulai dengan 4 nilai dasar sukses untuk terampil berbicara di depan umum. 4 nilai dasar sukses ini sebenarnya tidak hanya untuk belajar Public Speaking, tetapi untuk meraih sukses di kehidupan.
Adapun 4 Nilai dasar sukses yaitu :

1. Mengerti tujuan

Public Speaking adalah salah satu bagian dari komunikasi. Anda harus memahami bahwa tujuan komunikasi adalah supaya orang lain mengetahui apa yang anda sampaikan, melaksanakan apa yang anda mau, mengikuti apa yang anda katakan. Setiap profesi punya tujuan yang berbeda dalam Public Speaking. Tentu seorang MC punya tujuan yang berbeda dengan seorang Sekretaris, seorang Motivator dalam berbicara di depan umum. Begitu juga dengan seorang pelawak, guru, pemilik usaha, manager atau dosen. Jadi tanyakan pada diri anda, apa profesi anda dan apa tujuan anda berbicara di depan umum ? ( Public Speaking )

2. Keyakinan

Tidak ada sesuatu apapun yang bisa berhasil dengan baik, jika tak ada keyakinan yang ada pada diri anda. Keyakinan bahwa anda bisa berbicara di depan umum sebenarnya anda sudah 50 % bisa berbicara di depan umum. Bagaimana cara anda meyakinkan bahwa anda bisa berbicara di depan umum ? Belajar melihat dari pengalaman orang lain, seperti saya misalnya.Lalu belajar dari pengalaman sendiri. Apakah anda pernah tahu bahwa saat anda lahir pertama kali di dunia, sesungguhnya anda hanya bisa menangis;sakit menangis, lapar menangis, kepanasan menangis, kedinginan menangis, ditinggal menangis. Saat itu yang bisa anda lakukan hanya itu saja bukan?. Tetapi waktu berjalan dan anda mulai meniru orang-orang sekitar anda berbicara, lalu perlahan tapi pasti, akhirnya anda bisa berbicara begitu lancar seperti hari ini. Public Speaking juga demikian, anda bertemu dengan mentor/guru yang tepat, lalu anda mulai belajar, tanamkan keyakinan dan saya pastikan anda pun akan bisa.

3. Semangat

Tidak ada sesuatu apapun di dunia ini yang bisa berhasil tanpa adanya semangat. Bahkan anda lahir di dunia ini bukankah karena ada semangat?. Ketika semangat muncul di dalam diri anda, maka energi akan mengalir ke seluruh tubuh anda, dan sesaat kemudian tubuh anda mulai terasa hangat. Rasa hangat ini menandakan kehidupan terus berlangsung. Bandingkan sebaliknya saat anda bangun tidur, anda loyo, maka seharian juga akan loyo. Semangat dalam Public Speaking pun sedikit demi sedikit akan mengurangi rasa grogi, rasa gugup kita.

4. Rasa gembira / bahagia

Bagaimana saatnya saat pertama kali anda jatuh cinta?
Saat pertama kali anak anda lahir ?,
saat pertama kali anda diterima bekerja dan sebagainya ? Jawaban sederhananya pasti muncul rasa senang/bahagia?.
Belajar Public Speaking juga begitu. Anda tidak akan pernah bisa mencapai hasil yang menggembirakan selama anda tidak gembira. Selama beban ketakutan, kecemasan, bayang bayang ditertawakan, dikritik, dicaci muncul dalam pikiran anda, selama itu pula sebenarnya anda akan kehilangan bahan-bahan yang anda pikir sudah anda kuasai. Anda harus pahami bahwa pikiran anda hanya memunculkan 1 hal dalam 1 waktu saat anda berpikir. Artinya anda punya pilihan ketika sedang berbicara di depan umum, takut atau bahagia ?. Saya sering katakan kepada murid-murid saya bahwa ketika mereka maju ke depan, lalu orang-orang menertawakan mereka, sebenarnya saat itu mereka sedang berbuat kebajikan. Ya karena bisa menyenangkan orang lain itu pun kebajikan. Bayangkan mungkin saja orang-orang tersebut sudah seminggu tidak tertawa karena bertengkar dengan pasangannya, stress karena putus cinta, baru dimarahin bos dan sebagainya.
Kalau anda bisa melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, maka tentu kemajuan anda dalam segala bidang akan tumbuh begitu pesat.
Jadi tumbuhkan rasa gembira/bahagia saat anda melakukan apapun juga.
Semoga tulisan ini bisa menginspirasi anda untuk tumbuh berkembang menjadi seorang yang terampil berbicara di depan umum.
Sampai bertemu di kesempatan berikut.

Cara Mengatasi Nervous Saat Berbicara di depan Umum

Setiap orang pasti pernah dan akan merasakan bagaimana berbicara di depan umum. Dan apakah yang anda rasakan ketika anda akan mulai melakukan pembicaraan atau presentase anda? Mungkin anda akan merasakan seluruh tubuh anda gemetaran, wajah memerah, keluar keringat dingin dan bahkan mungkin yang paling parah perut anda merasakan mual dan rasanya ingin segera ke toilet.

Dan pada saat yang seperti inilah anda didiagnosa mengalami demam percaya diri atau lebih dikenal dengan demam panggung. Hal yang seperti ini bukan hanya dialami oleh orang-orang yang baru pertama kali tampil di depan umum, bahkan mungkin orang yang sudah terbiasa tampil di muka umum bisa saja terkena demam panggung.
Hal-hal yang seperti ini biasanya hadir karena sering berfikiran negative tentang diri kita sendiri. Misalnya kita selalu berfikiran kalau kita tidak pernah bisa, atau tidak menguasai topic pembicaraan, bahkan mungkin kita takut akan kritikan. Hal-hal tersebut yang mengakibatkan kita kehilangan rasa percaya diri. Dan untuk membangkitkan rasa percaya diri ketika berbicara di depan umumtersebut, ada 3 hal yang haru kita perhatikan:
1. Kita harus menguasai setiap detail yang akan kita sampaikan pada saat presentase. Tentunya hal ini dilakukan dengan latihan. Mungkin latihan berbicara di depan cermin.
2. Kita harus berusaha mengendalikan emosi dan rasa takut yang muncul di diri kita, dan menjadikan emosi kita itu spirit untuk mencapai hal yang kita inginkan.
3. Membangun gambaran positif di dalam diri kita. Misalnya dengan berfikir kalau kita bisa untuk mencapai target pembicaraan yang kita inginkan.
Ada beberapa tisp sebelum melakukan presentase:
- Kuasai topic yang akan kita sampaikan
- Atur nafas hingga tenang, jangan sampai terlihat kalau kita sedang grogi.
- Buatlah jeda beberapa saat sebelum memulai pembicaraan, tetapi jangan terlalu lama. Karena pendengar akan berfikiran kalau kitamungkin tidak menguasai materi yang akan kita sampaikan.
- Jangan terbebani dengan penampilan (costum, dll), tetap focus pada komunikasi dan pembicaraan.
- Bagi pemula yang mungkin belum berani untuk menatap pendengar, jangan sekali-kali penglihatan kita menerawang kemana-mana. Focus ke pendengar, hanya saja lihat wajah pendengar dari dagu hingga ke hidung. Jangan menatap mata pendengar, karena kadang tatapan pendengar bisa membuat kita semakin grogi.