Showing posts with label #Pilpres2014. Show all posts
Showing posts with label #Pilpres2014. Show all posts

Jokowi Tertangkap Kamera Main Game Lawan Prabowo

Jokowi Tertangkap Kamera Main Game Lawan Prabowo

setelah sebelumnya beredar foto Jokowi bermain game clash of clans, sekarang kembali tersebar foto jokowi sedang bermain game di tabletnya. dan yang lebih menghebohkan adalah ternyata game yang dimainkan merupakan game "Prabowo vs Jokowi", yaitu game tentang dirinya melawan kompetitornya saat pemilu presiden 2014 lalu yaitu Prabowo Subianto.

Jokowi Tertangkap Kamera Main Game Lawan Prabowo

Dalam foto itu, mantan Walikota Solo ini menggenakan baju putih dan jari-jarinya sibuk menyentuh iPad bermain "Prabowo vs Jokowi". Terlihat beberapa orang duduk di sofa lain dengan tersenyum. Namun pandangan Jokowi tetap pada Tablet yang dipegang bermain game asal Aceh itu.

game ini benar-benar mengasah kemampuan otak dalam mengingat gambar dalam berbagai level. ata yang 6x6 yang merupakan gambar yang paling banyak. anda dituntut untuk menyelesaikan semua gambar dalam waktu paling cepat.

Namun, ini adalah sebuah joke. gambar ini sengaja di edit hehe, sebuah joke dikalangan internet marketer dalam menyebarkan aplikasinya. tertarik bermain game "Prabowo vs Jokowi" ini? langsung saja install dari play store. #whysoserious? :D

download Jokowi Tertangkap Kamera Main Game Lawan Prabowo,

7 Manuver Jokowi yang Membuat Umat Islam Menjauh

RMOL. Joko Widodo adalah muslim yang baik. Jurubicara tim pemenangan duet Joko Widodo-Jusuf Kalla, Prof. Anies Baswedan, pernah menyampaikan kesaksian dan pengakuan akan kadar keislaman dan ketaatan Jokowi.

Sayangnya, kesaksian dan pengakuan Anies Baswedan itu justru dimentahkan dan dibuat tidak berarti oleh manuver Jokowi yang terlihat begitu bersemangat menampilkan dirinya sebagai muslim yang baik.

Manuver-manuver Jokowi itulah yang belakangan dianggap oleh sementara pihak sebagai penyebab utama dari berkurangan dukungan Jokowi sehingga jarak antara dirinya dengan Prabowo semakin pendek.

Setidaknya ada tujuh manuver Jokowi yang membuat kalangan umat Islam justru jadi ragu akan ketaatan Jokowi.

Pertama, adalah ketika ia mengucapkan salam yang cukup panjang pada saat pengambilan nomor urut pasangan dan deklarasi pemilu damai. Sebelumnya, Jokowi tidak pernah mengucapkan salam sepanjang itu.

Salam sepanjang itu tidak pernah lagi diucapkan oleh Jokowi setelah kedua kegiatan tersebut.

Pernyataan Jokowi yang menjanjikan tanggal 1 Muharram sebagai Hari Santri juga dianggap blunder karena membuat kalangan santri dan umat Islam umumnya mencium sesuatu yang tidak biasa di balik janji itu. Artinya, Jokowi dinilai sekadar ingin menarik perhartian uamt Islam.

Begitu juga dengan pernyataan Jokowi dalam debat capres yang mengatakan akan memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Pernyataan itu keluar begitu saja, tampak seperti tanpa rencana.

Ada juga kelompok masyarakat yang menilai Jokowi sedang berupaya menarik simpati umat Islam di Indonesia yang selama ini menjadikan kemerdekaan Palestina sebagai salah satu isu politik.

Keputusan istri Jokowi, Ny. Iriana mengenakan jilbab pun dinilai ikut berperan membuat kalangan umat Islam meragukan itikad Jokowi dan keluarga. Mengenakan jilbab atau hijab, atau setidaknya penutup aurat rambut, tentulah sebuah keputusan penting yang didasarkan pada perintah agama.

Tetapi, karena dilakukan di tengah-tengah kampanye yang sedang melaju kencang, tidak dapat dihindarkan bila ada sementara masyarakat yang menganggap tindakan itu pencitraan belaka.

Begitu juga dengan doa “sapu jagat” yang dibaca Jokowi dalam pidato penutup debat pilpres terakhir. Doa itu dianggap tidak mengalir dari ketulusan hati. Ada juga yang menyoroti dari sisi pengucapan yang kurang pas dan terdengar janggal.

Terakhir, yang membuat Jokowi tampanya semakin dijauhi kalangan umat Islam adalah perjalanannya ke Tanah Suci di masa injury time.

Siapapun tahu bahwa ibadah adalah urusan paling personal antara seorang manusia dan Tuhan yang diyakininya. Sebagai orang Islam, Jokowi tentu punya hak untuk melakukan ibadah umrah.

Tetapi tidak dapat dihindarkan apabila ada sementara masyarakat yang menilai bahwa perjalanan singkat ke Makkah al Mukarramah itu terlalu dipaksakan dan bertendensi pencitraan demi merebut perhatian semata.

Apalagi, Jokowi dan tim sukses yang ikut dalam perjalanan itu memberikan kesan yang menggebu-gebu mengenai ibadah Jokowi.

Kontroversi perjalanan suci ini semakin bertambah setelah beredar foto yang memperlihatkan Jokowi keliru mengenakan ihrom.

Salah satu catatan penting mengenai hal-hal yang disampaikan di atas berkaitan dengan kecanggihan dan kemampuan tim sukses mengelola kampanye hingga ke hal-hal yang sifatnya paling detail dan paling pribadi sekalipun.

Ini adalah inti dari pekerjaan tim sukses. Dalam setiap kompetisi politik, tim sukses adalah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap penampilan dan image sang kandidat. Semestinya, tim sukses dapat mengarahkan Jokowi agar tidak terlalu over dan berlebihan dalam memperlihatkan keislamannya.

Sesungguhnya, kesaksian Anies Baswedan mengenai keislaman Jokowi sudah cukup untuk mematahkan semua dugaan dan tuduhan yang dialamatkan kepada Jokowi. Anies Baswedan dikenal sebagai cendekia muda dari kalangan umat Islam yang tidak diragukan komitmennya pada nilai-nilai keislaman.

Sayangnya, mungkin sekali ada bagian lain dari tim sukes yang mendampingi Jokowi, yang tidak memahami hal itu. Sehingga upaya mendekatkan diri pada kalangan Islam berakhir sebaliknya.

Wallahualam. [***]

Sumber: rmol.com

Jangan Bermuka DUA

1. Jika Kamu Mengutuk Sikap FPI yang kasar terhadap tempat-tempat mesum, harusnya kamu juga marah terhadap sikap PDI Perjuangan yang bertindak anarkis terhadap kantor TV ONE

2. FPI serang tempat maksiat karena mereka merasa pihak berwajib tidak bergerak (terkesan membiarkan) hal itu terjadi. Apakah PDIP juga merasa KPI/Bawaslu/Polisi membiarkan TV One menyerang mereka. Lalu bagaimana dengan MetroTV?

3. Mengapa FPI Tidak lapor Polisi ada maksiat dan main hakim sendiri? Mengapa juga PDIP tidak lapor KPI/Bawaslu/Polisi?

4. Mari kita tanyakan ini ke kedua pihak, agar saya tak terkesan memihak.

5. Pertanyaannya, mengapa kamu marah dengan sikap FPI sedangkan kamu tidak marah dengan sikap PDIP jika kamu menganggap mereka sama-sama Anarkis? Mikir!

Follow Twitter: @SafriantoSML
Tim #KONSPIRASI (Komunitas Inspirasi)
^_^

SAJAK SINTING!

Sinting, Dunia Panas karena banyak yang sinting

Sinting, suara neraka disamakan dengan merdunya suling

Sinting, suara tegas dianggap bahaya seperti jepitan kepiting

Sinting, rambut lurus terlihat keriting
Sinting, yang keru terlihat bening

Sinting, ada yang ingin kencingi air zam-zam yang tak pernah kering

Sinting, Ngakunya Santri tapi pakai anting!
Sinting, apa mau dikata sinting!

Penulis, Twitter: @SafriantoSML

Lima Blunder Public Figur di Pilpres 2014

Pemilihan Presiden 2014 banyak menciptakan drama, salah satu faktor menarik adalah terlibatnya public figur dari berbagai kalangan seperti artis dan akademisi yang menjadi tim sukses atau simpatisan masing-masing capres. Entah karena belum sepenuhnya mengerti politik atau memang sengaja menimbulkan kontroversi, ikhwanesia.com mencatat beberapa blunder public figur dalam Pilpres kali ini, berikut ulasannya;

1. Nikita Mirzani
Melalui akun Twitternya, artis cantik ini memposting foto yang membuat data bahwa Jokowi tidak punya hutang sehingga layak jadi Presiden. Faktanya, menurut data KPK Jokowi memiliki hutang. Bahkan hutang Jokowi melebihi hutang Prabowo, Hatta, dan JK. Nikita dibully karena hal ini.

2. Ahmad Dhani
Menyanyikan lagu dukungan untuk Prabowo Subianto, Ahmad Dhani memakai seragam mirip Nazi Jerman. Kontroversi ini ditanggapi santai oleh Dhani.

3. Anies Baswedan

Banyak yang kecewa dengan Akademisi yang satu ini. Sebelum menjadi juru kampanye Jokowi, Anies Baswedan pernah mengatakan bahwa gaya blusukan Jokowi hanya pencitraan. Saat menjadi jurkam Jokowi, Anies memfitnah Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat) atas tuduhan menyalahgunakan APBD untuk kampanye.

4. Wimar
Mantan Jubir Presiden Gusdur ini memposting foto kontroversi yang memuat gambar koalisi Prabowo Subianto dengan latar belakang teroris. Sekarang Wimar telah dilaporkan ke Polisi akibat ulahnya tersebut.

5. Butet "sentilan-sentilun"

Pembawa acara salah satu acara TV Swasta ini memposting kicauan kontroversi dengan seakan mengatakan Pemilih Prabowo tidak waras. Banyak yang mengecam beliau di media sosial.

Masa kampanye masih berlangsung, kita tunggu saja drama berikutnya! (sml)

Lempar Isu Palestine, Jokowi Dicibir

Capres Jokowi melempar isu Palestine dalam debat ketiga (22/6) yang membahas tentang Politik Liar Negeri dan Ketahanan Nasional.

Hal ini justru menjadi blunder bagi Jokowi karena menghembuskan isu ini secara tiba-tiba. Selama ini Jokowi dan partai pendukungnya diam saja bahkan cenderung meremehkan masalah Palestine.

Contohnya Zuhairi Miswari, Aktifis JIL yang juga Caleg (gagal) dari PDI Perjuangan yang di akun twitternya mencibir Palestine dengan mengatakan goyangan Dewi Persik mungkin bisa menghentikann serangan Israel ke Palestine.

Lebih parah, Metro TV yang notabene milik Surya Paloh, pimpinan Partai Nasdem yang berkoalisi dengan PDIP mengusung Jokowi jadi Capres mempertanyakan sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang selama ini mendukung Palestine merdeka. PKS, yang berkoalisi dengan Partai Gerindra mengusung Prabowo Subianto menjadi Calon Presiden RI menjawab dengan elegan tudingan tersebut melalui Presiden PKS Anis Matta dengan mengatakan masalah Palestine adakah urusan Konstituti. Siapapun Presiden yang terpilih wajib memperjuangkan Palestine merdeka.

Cibiran untuk Jokowi dapat dilihat di Media Online seperti Facebook dan Twitter, banyak yang menilai Jokowi hanya mencari sensasi dengan menghembuskan isu Palestine karena selama ini hanya diam saja tentang masalah ini.