Showing posts with label Kampus. Show all posts
Showing posts with label Kampus. Show all posts

Ospek Yes, "Ospek" No!



MAHASISWA selalu memiliki sebuah arti tersendiri dalam posisinya sebagai bagian dari masyarakat. Hal ini tidak bisa dilepaskan dari peran mahasiswa dalam peristiwa Reformasi 1998. Sejak saat itu, atau bahkan sebelumnya, menjadi mahasiswa kemudian seperti menjadi “orang yang tidak biasa”, entah karena romantisme masa lalu, maupun beban tanggung jawab masa depan.  


Terlepas dari itu, menjadi mahasiswa dapat dikatakan berada pada suatu kondisi yang cukup unik. Mengapa demikian? Karena, menurut penulis, usia mahasiswa yang berada pada zona akhir belasan tahun dan merupakan rentang usia remaja akhir akan menempatkan seseorang pada kondisi yang kompleks. Secara emosi, dalam diri mahasiswa masih terdapat “sisa-sisa ketidakstabilan” masa remaja yang dapat ditunjukkan dengan, misalnya, emosi yang meledak-ledak serta hal-hal yang berkaitan dengan proses pencarian jatidiri. Tetapi kemudian di sisi lain, pemikiran mahasiswa dapat dikatakan sudah “hampir matang”, apalagi jika mengingat bahwa mahasiswa merupakan pelajar perguruan tinggi dengan kualitas pengetahuan yang tentu saja lebih. Hal-hal itulah yang kemudian memunculkan apa yang disebut dengan idealisme. Permasalahannya adalah bahwa idealisme seorang mahasiswa akan sangat ditentukan oleh proses yang dijalani oleh mahasiswa tersebut, dan tentu saja akan dipengaruhi oleh kondisi mental mahasiswa dalam menjalani proses tadi.

Hal itulah yang kemudian membuat kita, baik sebagai mahasiswa ‘lama’ maupun masyarakat, seharusnya sangat berhati-hati dalam memberikan treatment kepada kelompok mahasiswa terutama mahasiswa yang baru saja menyandang status baru sebagai mahasiswa. Bukan hanya tentang bagaimana bentuknya tetapi juga tujuan dari treatment tersebut, begitu pula sebaliknya. Karena kemudian yang terpenting adalah menjaga agar dampak yang ditimbulkan oleh pemberian treatment tersebut tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun mahasiswa itu sendiri. Jika dikaitkan dengan pelaksanaan orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) yang hampir selalu menuai pro kontra, maka sebenarnya bukan masih ada atau tidaknya ospek yang patut dipermasalahkan, tetapi apa dampak yang ditimbulkan oleh ada atau tidaknya ospek tersebut pada mahasiswa baru? Hal ini kemudian berlanjut pada pertanyaan apa dampak yang akan ditimbulkan bagi masyarakat tempat mahasiswa tadi berada?

Maka, jika ditanyakan masih pentingkah ospek? Tentu saja. Bahkan, sangat penting dan mungkin akan selalu penting dan diperlukan. Tetapi perlu diingat bahwa ospek yang dimaksud disini merujuk pada ospek “yang sesungguhnya” yaitu orientasi studi dan pengenalan kampus. Konten dari ospek tersebut pun seharusnya benar-benar bermakna pengarahan orientasi studi pada mahasiswa baru yang bisa dikatakan masih asing pada bidangnya sekaligus pengenalan mahasiswa baru pada kampus secara umum. Kemudian sebagai tambahan pula sudah seharusnya mahasiswa baru juga diperkenalkan pada hak dan kewajiban serta tanggung jawab mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat, agar kemudian menumbuhkan mental mahasiswa yang tidak apatis dan anti-sosial.

Lalu bagaimana dengan “ospek”? Pasti kita tidak asing lagi dengan dua “peraturan ospek” yaitu yang pertama bahwa senior selalu benar dan jika senior salah maka kembali ke peraturan nomor satu. Lelucon tersebut mungkin memang tidak benar-benar digunakan secara eksplisit dalam praktik perploncoan atau “ospek”. Tetapi tidak dapat dimungkiri bahwa dalam kenyataannya, konsep tadi telah tertanam kuat dalam alam bawah sadar para mahasiswa baru yang mau tidak mau telah menyiapkan diri untuk menghadapi “ospek”. Maka tanpa tujuan yang jelas dari para konseptor “ospek”, kegiatan rutin tahunan tersebut hanya dan selalu akan berakhir pada “dendam” mahasiswa baru dan munculnya bibit-bibit senior yang benar dan akan selalu benar.

Selama ini yang menjadi argumen dari mereka yang pro “ospek” adalah bahwa untuk memunculkan keberanian sekaligus kekompakan di antara para mahasiswa baru perlu dimunculkan common enemy atau musuh bersama. Karena itulah kemudian muncul senior sebagai sosok musuh bersama yang kuat bagi mahasiswa baru agar perlawanan yang dilakukan mahasiswa baru pun lebih kuat dan tidak seadanya. Dan memang benar bahwa adanya musuh bersama akan memunculkan keberanian dan kekompakan yang dimaksud. Tetapi masalahnya adalah bahwa para mahasiswa baru atau siapa pun yang terlibat dalam sistem “ospek” tadi akan terbiasa melakukan sesuatu untuk melawan musuh bersama. Maka kemudian yang akan muncul adalah kebiasaan bereaksi, bukan beraksi. Lebih parah lagi jika reaksi yang ada dilakukan dengan cara keras dan, maaf, tidak berpendidikan. Para mahasiswa tersebut pun akan selalu memerlukan alasan yang visible untuk bersikap, sedangkan di sisi lain permasalahan sosial seringkali tidak disertai dengan pertanda yang dapat dikenali oleh mereka yang tidak peka. Dan masih banyak lagi kerugian yang akan didapatkan dari penggunaan sistem pelonco dalam ospek ini, dari yang riil seperti jatuhnya korban hingga kerugian-kerugian moril termasuk mental generasi muda seperti apa yang akan terbentuk.

Maka kemudian perlu dilakukan pendefinisian ulang mengenai apa itu ospek dan tentu saja membedakannya dari perploncoan yang merupakan sistem laten yang telah terlanjur secara salah diidentifikasikan sebagai ospek itu sendiri. Dan jika memungkinkan perlu juga dilakukan reformasi konsep ospek agar bukan hanya membedakan, tetapi sekaligus dapat mengurangi bahkan menghilangkan sistem perpeloncoan tadi.

Shofi Nurul Himmah
Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional
Universitas Airlangga (Unair), Surabaya
Anggota Departemen Kebijakan Publik BEM KM Unair 

sumber: e-campusradio.com

University of Oulu International Master’s Scholarship

The University of Oulu International Master’s Scholarships provide EURO 2.4 million in financial aid to academically talented international students in architecture, business, economics, education, engineering, and sciences. The scholarship is aimed at students studying for a Master’s degree in the University of Oulu two-year international Master’s programmes*. The scholarship is for one academic year and covers the full international tuition fee.
 
In order to retain the scholarship in the second year of study, a student must have completed 45 ECTS by the end of their first academic year. If a student does not achieve this requirement, they will be liable to pay the full international tuition fee if they wish to complete their Master’s degree programme.
 
Eligibility Requirements to Apply for International Master’s Scholarship
a. Applicants are eligible to apply for a University of Oulu IM Scholarship 2012, if they are Non-EU/EEA** citizens who do not have a permanent residence permit in Finland.
(Applicants not eligible for the International Master’s Scholarship are: 1) non-EU/EEA citizens who have a permanent residence permit in Finland, 2) EU/EEA citizens or comparable persons , 3) University of Oulu students who have been accepted to study BEFORE the academic year 2012 – 13.)
b. Eligible to apply for a Master’s degree programme* at the University of Oulu for academic year 2012 – 13. The applicant has obtained their first academic degree (Bachelor’s or equivalent) from a recognised institution of higher education.
 
- applicants who are in their last term/semester of studies during the application period, can apply for the scholarship. Applicants who receive a conditional offer of study placement for a Master’s programme will receive a conditional scholarship offer.
 
Application for International Master’s Scholarship 2012 – 13
There is no separate application for the International Master’s Scholarship. All applicants for University of Oulu Master’s degree programmes need to complete the Online Application Form. Those applicants who are applying for the University of Oulu International Master’s Scholarship have to additionally complete the “Application for Scholarship,” which can be found at the end of the Online Application Form. The International Master’s Scholarship application form cannot be completed and/or submitted without the Online Application Form.
 
Selection criteria for University of Oulu IM Scholarship 2012
Admissions and scholarships decisions will be taken at the same time. Those students successful in obtaining an International Master’s Scholarship will be notified at the same time as their offer of admission to their International Master’s programme is confirmed.
*International Master’s programmes in the scholarship scheme 2012 – 13:
  • Architectural Design
  • Astronomy and Space Physics
  • Barents Environmental Engineering (BEE)
  • Ecology and Population Genetics (ECOGEN)
  • Education and Globalisation (EdGlo)
  • Finance (MF)
  • Financial and Management Accounting (FMA)
  • International Business (IB)
  • Learning, Education and Technology (LET)
  • Magnetic Resonance in Materials (MRM)
  • Protein Science and Biotechnology
  • Software, Systems and Services Development in Global Environment (GS3D)
  • Synchrotron Radiation Based Science and Accelerator Physics
  • Wireless Communications Engineering (WCE)
**European Union / European Economic Area member states are: Austria, Belgium, Bulgaria, Cyprus, Czech Republic, Denmark, Estonia, Finland, France, Germany, Greece, Hungary, Iceland, Ireland, Italy, Latvia, Liechtenstein, Lithuania, Luxembourg, Malta, Netherlands, Norway, Poland, Portugal, Romania, Slovakia, Slovenia, Spain, Sweden, and United Kingdom. With the EU legislation, Switzerland is also comparable for EU member states.
The nature of residence permit is indicated in the residence permit with a letter. A permanent residence permit bears the letter P or A and an EC residence permit for third-country nationals with long-term EC resident status bears the letters P-EY.
EU citizen or a comparable person means a citizen of a Member State of the European Union (EU) or a citizen of Iceland, Liechtenstein, Norway or Switzerland.
For more information, please visit official website: www.degree.oulu.fi

Mengenali Modus Penipuan Berkedok Beasiswa

  Shutterstock Ilustrasi

Semakin banyaknya lembaga donor pemberi beasiswa membuat orang-orang tak bertanggungjawab melakukan penipuan dengan dalih memberikan beasiswa. Agar tak terjebak dengan aksi ini, kenali tanda-tanda penipuan dengan mengatasnamakan beasiswa. Kuncinya, selalu lakukan cek dan ricek!
Banyak penipuan beasiswa yang banyak memiliki kesalahan dalam ejaan dan tata letak kalimat di website mereka. Contohnya, mereka menuliskan Scholorship bukan Scholarship.
1. Tidak ada nomor telepon
Tidak adanya nomor telepon menjadi salah satu ciri penipuan. Walau pun ada alamat email, penipu jarang menggunakan nomor telepon. Karena hal ini memudahkan dirinya untuk ditelusuri. 

2. Tidak ada pemenang beasiswa sebelumnya
Jika tidak pernah ada catatan yang memenangkan beasiswa tersebut sebelumnya, beasiwa tersebut kemungkinan besar penipuan. Namun, hal ini tidak selalu terjadi. Beasiswa yang baru, jelas tidak memiliki pemenang sebelumnya. Oleh karena itu, jangan mengabaikan beasiswa karena poin ini saja. Tapi, jika anda melihat tanda-tanda yang sama dengan tanda-tanda dibawah ini, maka berhati-hatilah.  

3. Pengaruh besar dari sponsor

Metode ini seringkali digunakan oleh penipu beasiswa. Hindari beasiswa yang mengaku dekat dengan sponsor.  

4. Biaya aplikasi

Beberapa penipuan beasiswa menghasilkan uang dari pengisian aplikasi. Tidak pernah ada beasiswa yang menarik biaya aplikasi. Kebanyakan penipuan ini mengambil uang sekitar 10 dollar AS sampai 20 dollar AS. Namun, ada juga beberapa yang mengambil pungutan mulai dari yang paling rendah 2 dollar AS hingga 5.000 dollar AS.
Mereka akan berupaya meyakinkan Anda bahwa mereka benar-benar bertanggungjawab. Dan mereka hanya mencari pelamar yang benar-benar serius. Jangan percayai mereka. Tinggalkan aplikasi beasiswa seperti itu dengan segera.  

5. Pemberitahuan melalui telepon
Normalnya, para pemberi beasiswa memberitahukan lewat surat. Jika Anda mendapatkan panggilan melalui telepon, Anda harus berhati-hati. Mintalah nama dan nomor telepon mereka, katakan Anda akan menelepon kembali.
Selanjutnya, kunjungi website resmi pemberi beasiswa dan hubungi sponsor beasiswa. Tanyakan kepada mereka tentang nama dan nomor telepon orang yang menghubungi Anda tadi. Jika nama tersebut benar, maka hubungi mereka kembali. Hal ini bisa Anda lakukan untuk mencegah penipuan yang ingin mendapatkan informasi pribadi Anda.  

6. Klaim memiliki sponsor luar biasa
Waspadalah dengan klaim beasiswa dari organisasi palsu. Misalnya, jika beasiswa disponsori oleh Better Bussiness Bureau atau beberapa perguruan tinggi, selidiki klaim mereka. Hubungi organisasi tersebut dan tanyakan apakah organisasi atau perguruan tinggi tersebut memang mengeluarkan beasiswa.
7. Pelayanan kasar
Jika sponsor beasiswa berlaku kasar atau marah ketika Anda mengajukan pertanyaan, berhati-hati dan lebih teliti dengan pihak yang menawarkan beasiswa ini.  

8. ”First come, first served!”

Ungkapan ini akan dikatakan oleh sponsor beasiswa berkedok penipuan. Hal tersebut dikatakan karena tidak adanya batas waktu pengiriman aplikasi. Sebab, siapa yang pertama mengurus, dia yang akan mendapatkan beasiswa tersebut. Luangkan waktu untuk mempertanyakan setiap pertanyaan untk aplikasi beasiswa yang diajukan.

9. Jaminan untuk menang
Hal ini sangat normal bagi para pencari beasiswa. Jika beasiswa menawarkan atau menjamin Anda akan menang dan bisa mendapatkan beasiswa, carilah keabsahannya. Dua mesin pencari beasiswa yang bisa digunakan: http://www.fastweb.com/ dan College Board
10. Perusahaan yang baru terbentuk
Biasanya beasiswa diberikan oleh perusahaan yang sudah lama terbentuk. Jika perusahaan yang menawarkan beasiswa masih baru, bisa jadi itu adalah penipuan. Selanjutnya, Anda bisa mencari tahu daftar perusahaan baru untuk referensi.
11. Meminta informasi pribadi secara detil
Beberapa penipuan beasiswa akan meminta informasi keuangan pribadi dari para pelamar beasiswa. Jika mereka mendapatkan informasi pribadi anda seperti nama anda, tanggal kelahiran, kartu kredit, rekening bank, kartu kredit, atau nomor jaringan sosial. Para penipu beasiswa dapat melakukan pencurian identitas. Oleh karena itu, jika ada yang meminta informasi pribadi anda, segera tutup telepon.
12. Menawarkan pengisian aplikasi beasiswa
Trik ini sangat jelas penipuan. Bagaimana mungkin sebuah perusahaan mengisikan aplikasi beasiswa untuk Anda? Mereka tidak mungkin menuliskan esai untuk Anda. Mereka tidak bisa mengumpulkan surat rekomendasi. Mereka bahkan tidak bisa mengisikan formulir informasi pribadi Anda, jika Anda tidak memberi tahu mereka. Selalu hindari situs yang mengatakan akan mengisikan aplikasi beasiswa untuk anda.  

13. Dinyatakan mendapatkan beasiswa yang tak pernah diikuti

Beberapa penipuan beasiswa akan menghubungi orang secara acak dan mengatakan bahwa mereka memenangkan beasiswa. Seringkali penipu mengatakan meminta nomor rekening Anda sebelum hadiah dikirim. Jika Anda mendapatkan pesan bahwa Anda memenangkan beasiwa yang tidak pernah Anda daftar, cari sponsor beasiswa yang menawarkan uang tersebut. Ketika mereka mengatakan  bahwa Anda harus membayar untuk mendapatkan beasiswa tersebut, tutup saja telponnya. 

14. Cermati kesalahan kecil
Anehnya, banyak penipuan beasiswa yang banyak memiliki kesalahan dalam ejaan dan tata letak kalimat di website mereka. Contohnya, mereka menuliskan ”Scholorship” bukan ”Scholarship”. Jika ada aplikasi beasiswa yang salah dalam penggunaan bahasa Inggris, selidikilah beasiswa itu, mungkin itu adalah penipuan.  

15. 50 persen pelamar mendapatkan beasiswa

Jika beasiswa mengaku bahwa 50 persen siswa cerdas yang membuat aplikasi telah berhasil mendapatkan beasiswa, itu adalah penipuan. Hindari beasiswa yang bertipe seperti ini.  

16. Alamat PO Box

Jika beasiswa melampirkan alamat kantor berupa PO Box atau alamat tempat tinggal, kemungkinan itu adalah penipuan. Karena kebanyakan beasiswa menuliskan alamat bisnis yang sah
17. Biaya lain-lain
Beberapa beasiswa palsu mengenakan biaya lain-lain kepada pelamar. Mereka mencoba meyakinkan Anda bahwa Anda harus membayar biaya perangko, pajak, dan lain-lain sebelum Anda mendapatkan beasiswa hibah. Beasiswa sah akan mengurangi biaya tambahan kepada mahasiswa.  

18. Menyamar sebagai organisasi nirlaba

Banyak penipuan beasiswa yang menyamar sebagai organisasi nirlaba. Hanya karena nama perusahaan memiliki embel-embel ”fund” atau ”foundation”, bukan berarti itu sebuah organisasi nirlaba besar. Bisa saja itu sebuah bisnis yang mencari keuntungan atau penipuan.
Intinya, tetap waspada, dan teliti!
Sumber :
berbagai sumber

Beasiswa S-1 dan S-2 dari University of Sidney, Mau?

Ilustrasi : ist.
Ilustrasi : ist.
JAKARTA - Kamu ingin melanjutkan studi ke luar negeri, tepatnya Autralia? Itu lho, negara tetangga di tenggara Indonesia, tempat penulis blog terkenal Raditya Dika pernah kuliah.

Betul sekali, hal tersebut bukan hanya mimpi karena tersedia sekira 60 beasiswa dari University of Sidney untuk kamu yang ingin kuliah S-1 dan S-2.

Bagi kamu yang ingin mengikuti program S-1, kamu akan menerima sebesar AUD10 ribu atau senilai dengan Rp93,4 juta per semester selama tiga tahun.

Sementara untuk yang ingin mengambil gelar master, kamu akan menerima beasiswa senilai AUD10 ribu, serta tambahan sejumlah AUD10 ribu jika kamu juga bersedia mengikuti program Coursework yang ditawarkan University of Sidney.

Penasaran kan? Yuk simak persyaratannya, sesuai yang disitat dari laman Scholar for Edu, Senin (1/8/2011).

Persyaratan:

1. Pelamar beasiswa program S-1 harus menyelesaikan kualifikasi Australian Year 12 atau test internasional setingkat guna diterima oleh pihak universitas dengan total nilai 98 Australian Tertiary Admission Rank (ATAR).

2. Bagi pelamar program S-2, harus sudah lulus dan menyelesaikan program S-1 sebelumnya dengan nilai sesuai sistem standar pendidikan tinggi di Australia.

3. Aplikasi yang diajukan harus lengkap dan dibuat dalam satu paket (tidak terpisah-pisah).

Tenggat waktu pengumpulan pengajuan aplikasi paling lambat adalah 31 Oktober 2011 untuk semester 1 dan 30 April 2012 untuk Semester 2. Aplikasi yang telah siap, dikirim ke situs www.sidney.edu.au

Informasi lebih lanjut, kamu bisa akses ke website yang sama. Jadi, selamat mencoba ya!(rhs)

Tujuh "Resep" Jitu untuk Mahasiswa Baru

Bulan-bulan ini hingga satu-dua bulan ke depan, sejumlah universitas akan memulai tahun pendidikan baru bagi para mahasiswanya. Saat memasuki awal perkuliahan, para mahasiswa baru kerap kaget karena asing dengan lingkungan serta metode pembelajaran yang jauh berbeda dibandingkan dengan pola pembelajaran di sekolah. Hal lainnya adalah ketika mereka berhasil lolos seleksi di universitas favorit, para mahasiswa baru ini cenderung menilai bahwa perjuangannya telah selesai. Akhirnya, mereka terlena dan melupakan misi sesungguhnya, yaitu memperjelas visi utama untuk apa ia berkuliah.
Nah, salah satu cara yang dipilih oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa akan esensi kuliah, digelar pelatihan The 7 Habits for New College Students (tujuh kebiasaan untuk mahasiswa baru) yang diberikan pada saat masa orientasi kepada seluruh mahasiswa baru ITB angkatan 2011, pekan lalu. Pelatihan ini sengaja diberikan sebagai upaya mengenalkan tujuh kebiasaan (seven habits) efektif yang perlu diperhatikan dan menjadikannya sebagai bekal agar para mahasiswa baru siap menghadapi masa perkuliahannya.
Pelatihan The 7 Habits for New College Students merupakan suatu program pengembangan karakter kepemimpinan yang kokoh dan merujuk pada program The 7 Habits of Highly Effective People karya Stephen R Covey. Program ini dimulai dengan membangun akar yang kuat, yaitu kemandirian dan dilanjutkan dengan kemampuan membangun kerjasama serta pemeliharaan diri yang berkesinambungan.
Sesuai dengan namanya, program pelatihan ini memiliki tujuh kebiasaan yang dibagi ke dalam tiga tujuan. Jadilah proaktif, memulai dengan tujuan akhir dan dahulukan yang utama adalah poin pertama sampai ketiga yang dimaksudkan untuk menciptakan kemandirian dalam diri setiap mahasiswa baru.

Kebiasaan pertama "jadilah proaktif".

Para mahasiswa diajarkan untuk bertanggung jawab atas masa depan mereka. Inilah hal mendasar yang seringkali sulit untuk dikerjakan. Dengan kebiasaan ini, kedepannya mahasiswa baru tidak akan mengeluh dan tidak akan mudah menyerah ketika menghadapi dinamika perkuliahan yang sesungguhnya. Dampak dari kebiasaan yang pertama ini adalah menciptakan inisiatif, karena keadaan tidak bisa dipilih, maka mahasiswa dituntut untuk pandai menentukan keputusan.

Kedua, "memulai dengan tujuan akhir"

Poin ini mengajak mahasiswa untuk membuat dan memperjelas visi dan tujuan mereka saat berkuliah.

Ketiga, "dahulukan yang utama"

Para mahasiswa diajarkan cara untuk mengatur waktu dan diajak untuk menentukan prioritas.
Penanggung jawab program The 7 Habits for New College Students sekaligus Ketua Yayasan Dunamis Mitra Pertiwi, Andiral Purnomo mengatakan, poin pertama sampai dengan ketiga adalah poin yang dapat menciptakan kemandirian dalam diri setiap mahasiswa baru.
Menurutnya, setelah dapat mandiri, maka kemudian akan terbentuk visi yang kuat ketika para mahasiswa baru tersebut memulai masa kuliahnya.
"Kebiasaan ini adalah 3 in 1. Jika sudah dijalankan, maka tidak akan ada hal yang dapat menghentikan mereka untuk terus kuliah," kata Andiral, tengah pekan lalu, di ITB, Bandung, Jawa Barat.
Keempat, "berpikir menang-menang"
Para mahasiswa baru diajarkan untuk selalu “berpikir menang-menang” ketika berhubungan dengan orang lain. Untuk dapat berpikir menang-menang, mahasiswa diajak untuk mendengarkan dan memahami orang lain terlebih dahulu baru kemudian meminta untuk dipahami.
Kelima, "berusaha mengerti terlebih dahulu baru dimengerti”
Kebiasaan ini berkaitan dengan kebiasaan keempat, mahasiswa diajak untuk memahami orang lain, baru meminta orang lain untuk memahami dirinya.
Keenam, "sinergi"
Para mahasiswa baru diajak untuk meningkatkan dan menumbuhkan kerjasama. Selain itu, para mahasiswa juga dibekali bagaimana kewajiban mereka untuk menghargai perbedaan dengan menyatukan visi. Andiral mengatakan, jangan ada pihak yang alergi dengan perbedaan.
"Tujuan dari kebiasaan ke empat sampai dengan ke enam adalah agar orang lain mau mengerti tentang apa yang akan kita sampaikan. Tapi untuk itu kita harus mengerti dan menampung aspirasi orang lain terlebih dahulu. Tanpa memahami, kita akan makin sulit dipahami. Itulah rahasia kepemimpinan, menyampaikan pendapat dengan cara yang paling pas," jelas Andiral.
Ketujuh, "sadar akan pentingnya pengembangan diri"
Para mahasiswa baru diajak untuk sadar akan pentingnya pengembangan diri, menyeimbangkan kehidupan pribadi dengan kuliah mereka. Kebiasaan ini sangat penting dan terkait dengan empat dimensi kehidupan yang harus terus diasah, yaitu, kecakapan intelektual, kecakapan fisik, sosial

emosional dan kecakapan spiritual yang harus terus dipelihara secara berkesinambungan.
Dengan mengikuti pelatihan ini, setiap mahasiswa baru nantinya akan siap menghadapi dunia sebagai mahasiswa dengan segala aktivitas dan suka dukanya yang diimbangi dengan pembentukan karakter mereka sebagai calon pemimpin yang cerdas (intellectual leader).
"Pelatihan ini guna membekali mahasiswa baru dengan tujuh kebiasaan yang efektif, dan untuk mewujudkan mahasiswa yang memiliki integritas, prestasi dan kemitraan. Sehingga selama masa perkuliahan, mereka bisa lebih tegar, dan jatuh bangunnya tidak terlalu berat," kata Andiral.

Kampus yang Paling Memuaskan Mahasiswanya

Image : University of St Andrews/Telegraph
Image : University of St Andrews/Telegraph
INGGRIS – University and Course Finder (UCF) membuat daftar kampus yang memuaskan mahasiswanya. Dalam membuat pemeringkatan ini, UCF menggunakan data dari Unistats.direct.gov.uk dan Survei Nasional Mahasiswa pada tahun ajaran 2009/2010.
Kepuasan mahasiswa diukur dari persentase mahasiswa tingkat pertama yang secara keseluruhan mengaku puas dengan kualitas dari jurusan yang diambil di kampus tersebut. Berikut daftar lima universitas di Inggris Raya yang dinilai memuaskan oleh mahasiswanya, seperti dikutip dari Telegraph, Sabtu (6/8/2011).

1. St Mary's University College Belfast.

Kampus ini berlokasi di jantung kota Belfast, Irlandia Utara. Universitas Katolik yang mengkhususkan diri dalam pendidikan guru dan seni liberal ini merupakan tempat di mana mahasiswa Inggris merasa paling puas terhadap jurusan yang dipilih. Sebanyak 92 persen mahasiswa tingkat pertama mengaku tidak kecewa dengan jurusan yang mereka pilih di kampus tersebut. Salah satu alumni kampus ini adalah pemenang Nobel Sastra, Seamus Heaney.

2. University of Buckingham

University of Buckingham adalah satu-satunya universitas swasta di Inggris yang paling membuat mahasiswanya merasa puas. Tingkat kepuasan mahasiswa kampus yang terletak di kota Buckingham ini mencapai 91 persen. Tahun lalu, terdapat sejumlah 601 mahasiswa yang mendaftar tapi hanya 142 orang yang diterima.

3. Universitas Oxford

Survei ini membuktikan, mahasiswa yang masuk golongan paling cerdas, bisa merasa bahagia. Disebutkan, sebanyak 89 persen mahasiswa tingkat pertama yang ada di kampus ini, merasa puas dengan pengalaman di universitas mereka. Oxford merupakan kampus tertua di dunia yang menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Kampus ternama ini didirikan sejak abad ke-11.

4. The Open University

Sekitar 89 persen dari 250 ribu mahasiswa yang terdaftar di Open University, Milton Keynes, Inggris mengaku puas dengan pengalaman belajar jarak jauh mereka.

5. University of St Andrews

Universitas yang terletak di Skotlandia ini dikenal karena menjadi tempat berseminya cinta Pangeran William dan Catherine Middleton. Namun, tidak hanya Duke dan Duchess of Cambridge saja yang berbahagia saat kuliah. Pasalnya, sekira 88 persen penerus mereka mengaku bahagia menempuh pendidikan tinggi di University of St Andrews.
(rhs)