Showing posts with label Sains. Show all posts
Showing posts with label Sains. Show all posts

10 Tips Cepat Ketika Terjadi Gempa Bumi

Ikhwanesia - sebelumnya sudah kita jelaskan tentang apa itu gempa bumi (baca: Penjelasan Lengkap Tentang Gempa Bumi). Jika gempa bumi menguncang secara tiba-tiba, berikut ini 10 petunjuk yang dapat dijadikan pegangan di manapun anda berada.

10 Tips Cepat Ketika Terjadi Gempa Bumi

10 Tips Cepat Ketika Terjadi Gempa Bumi

Di dalam rumah
Getaran akan terasa beberapa saat. Selama jangka waktu itu, anda harus mengupayakan keselamatan diri anda dan keluarga anda. Masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh anda dari jatuhan benda-benda. Jika anda tidak memiliki meja, lindungi kepala anda dengan bantal. Jika anda sedang menyalakan kompor, maka matikan segera untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Di sekolah
Berlindunglah di bawah kolong meja, lindungi kepala dengan tas atau buku, jangan panik, jika gempa mereda keluarlah berurutan mulai dari jarak yang terjauh ke pintu, carilah tempat lapang, jangan berdiri dekat gedung, tiang dan pohon.

Di luar rumah
Lindungi kepala anda dan hindari benda-benda berbahaya. Di daerah perkantoran atau kawasan industri, bahaya bisa muncul dari jatuhnya kaca-kaca dan papan-papan reklame. Lindungi kepala anda dengan menggunakan tangan, tas atau apapun yang anda bawa.

Di gedung, mall, bioskop, dan lantai dasar mall
Jangan menyebabkan kepanikan atau korban dari kepanikan. Ikuti semua petunjuk dari petugas atau satpam.

Di dalam lift
Jangan menggunakan lift saat terjadi gempa bumi atau kebakaran. Jika anda merasakan getaran gempa bumi saat berada di dalam lift, maka tekanlah semua tombol. Ketika lift berhenti, keluarlah, lihat keamanannya dan mengungsilah. Jika anda terjebak dalam lift, hubungi manajer gedung dengan menggunakan interphone jika tersedia.

Di kereta api
Berpeganganlah dengan erat pada tiang sehingga anda tidak akan terjatuh seandainya kereta dihentikan secara mendadak. Bersikap tenanglah mengikuti penjelasan dari petugas kereta. Salah mengerti terhadap informasi petugas kereta atau stasiun akan mengakibatkan kepanikan.

Di dalam mobil
Saat terjadi gempa bumi besar, anda akan merasa seakan-akan roda mobil anda gundul. Anda akan kehilangan kontrol terhadap mobil dan susah mengendalikannya. Jauhi persimpangan, pinggirkan mobil anda di kiri jalan dan berhentilah. Ikuti instruksi dari radio mobil. Jika harus mengungsi maka keluarlah dari mobil, biarkan mobil tak terkunci.

Di gunung/pantai
Ada kemungkinan longsor terjadi dari atas gunung. Menjauhlah langsung ke tempat aman. Di pesisir pantai, bahayanya datang dari tsunami. Jika anda merasakan getaran dan tanda- tanda tsunami tampak, cepatlah mengungsi ke dataran yang tinggi.

Beri pertolongan
Sudah dapat diramalkan bahwa banyak orang akan cedera saat terjadi gempa bumi besar. Karena petugas kesehatan dari rumah-rumah sakit akan mengalami kesulitan datang ke tempat kejadian, maka bersiaplah memberikan pertolongan pertama kepada orang-orang yang berada di sekitar anda.
Dengarkan informasi

10 Tips Cepat Ketika Terjadi Gempa Bumi

Saat gempa bumi besar terjadi, masyarakat terpukul kejiwaannya. Untuk mencegah kepanikan, penting sekali setiap orang bersikap tenang dan bertindaklah sesuai dengan informasi yang benar. Anda dapat memperoleh informasi yag benar dari pihak yang berwenang atau polisi. Jangan bertindak karena informasi orang yang tidak jelas

Penjelasan Lengkap Tentang Gempa Bumi

Ikhwanesia - Penjelasan Lengkap Tentang Gempa Bumi dan Cara Penanggulangan - Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi. Gempa bumi biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Kata gempa bumi juga digunakan untuk menunjukkan daerah asal terjadinya kejadian gempa bumi tersebut. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan.

Kebanyakan gempa bumi yang terjadi hari ini disebabkan dari pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Semakin lama tekanan itu kian membesar dan akhirnya mencapai pada keadaan dimana tekanan tersebut tidak dapat ditahan lagi oleh pinggiran lempengan. Pada saat itulah gempa bumi hari ini akan terjadi.

Penjelasan Lengkap Tentang Gempa Bumi

Penjelasan Lengkap Tentang Gempa Bumi

Tipe Penanggulangan Gempa Bumi

Gempa bumi vulkanik ( Gunung Api ) ; Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.

Gempa bumi tektonik ; Gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi. Gempa bumi tektonik disebabkan oleh perlepasan [tenaga] yang terjadi karena pergeseran lempengan plat tektonik seperti layaknya gelang karet ditarik dan dilepaskan dengan tiba-tiba. Tenaga yang dihasilkan oleh tekanan antara batuan dikenal sebagai kecacatan tektonik. Teori dari tectonic plate (lempeng tektonik) menjelaskan bahwa bumi terdiri dari beberapa lapisan batuan, sebagian besar area dari lapisan kerak itu akan hanyut dan mengapung di lapisan seperti salju. Lapisan tersebut begerak perlahan sehingga berpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lainnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya gempa tektonik.

Penyebab Terjadinya Gempa Bumi
Gempa bumi biasanya terjadi di perbatasan lempengan lempengan tersebut. Gempa bumi yang paling parah biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Gempa bumi fokus dalam kemungkinan besar terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit kedalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km.

Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (jarang namun) juga terjadi karena menumpuknya massa air yang sangat besar di balik dam, seperti Dam Karibia di Zambia, Afrika. Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi atau akstraksi cairan dari/ke dalam bumi (contoh. pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Arsenal. Terakhir, gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Hal ini dapat membuat para ilmuwan memonitor tes rahasia senjata nuklir yang dilakukan pemerintah. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga seismisitas terinduksi.

Inilah 6 Fakta Tentang Planet Kepler 452b (Earth 2.0)

Ikhwanesia - Setelah sebelumnya dibahas sebuah artikel yang sangat panas di blog ini tentang perjalanan manusia ke luar angkasa (baca: Inilah Bukti Neil Amstrong Benar-Benar Mendarat di Bulan). kali ini kita akan membahas tentang Inilah 6 Fakta Tentang Planet Kepler 452b (Earth 2.0). Kepler adalah sebuah misi untuk menemukan planet seperti bumi dengan ukuran yang sama atau lebih besar, memiliki karakteristik seperti halnya bumi dan yang paling penting, berpotensi untuk ditinggali.

Penemuan terbaru dari misi ini adalah planet Kepler 452b, sebuah planet yang disebut-sebut merupakan kandidat terkuat saat ini untuk menjadi "Earth 2.0", bumi kedua bagi umat manusia. Tentu saja hal ini masih sebatas teori karena dibutuhkan penelitian lebih lanjut tentang banyak aspek.

Inilah 6 Fakta Tentang Planet Kepler 452b (Earth 2.0)

Inilah 6 Fakta Tentang Planet Kepler 452b (Earth 2.0)

Inilah 6 Fakta Tentang Planet Kepler 452b (Earth 2.0):

1. Kepler 452b 60% lebih besar dari bumi

Planet Kepler 452b berukuran 60% lebih besar dari planet bumi kita, karena itulah planet tersebut diklasifikasikan sebagai super-earth oleh para ilmuwan. Sebelum ini pun, misi Kepler sudah banyak menemukan planet-planet super-earth lainnya bahkan yang berukuran jauh lebih besar.

2. Kepler 452b ada di jarak yang tepat untuk memungkinkan terciptanya air

Jarak antara Kepler 452b ke bintangnya hampir sama dengan jarak antara Bumi dan Matahari. Hal ini memungkinkan terciptanya air dalam wujud cair di planet tersebut seperti halnya di bumi. Air tidak akan membeku seperti halnya di Merkurius ataupun menguap seperti di Mars.

3. Letaknya 1400 tahun cahaya dari Konstelasi Cygnus

Konstelasi Cygnus adalah salah satu rasi bintang utara, dikenal pula dengan sebutan Salib Utara. Kecuali umat manusia menemukan teknologi lubang cacing atau teknologi berpergian dalam kecepatan cahaya, kita tidak akan menjelajahi planet Kepler 452b dalam waktu dekat.

4. Orbit Kepler 452b mirip dengan bumi

Orbit Kepler 452b mirip dengan bumi

Planet tersebut membutuhkan waktu sekitar 385 hari untuk mengelilingi bintangnya, mirip seperti bumi yang membutuhkan waktu sekitar 365 hari untuk bisa mengelilingi matahari.

5. Planet tersebut diperkirakan lebih tua dari bumi

Bintang utama dari planet tersebut, Kepler 452 diperkirakan berusia sekitar 6 juta tahun, 1,5 juta tahun lebih tua dari matahari kita. Planet Kepler 452b pun diperkirakan memiliki usia yang sama dengan bintangnya.

NASA mengatakan bahwa Kepler 452b bisa disebut sebagai kakak sepupu dari planet bumi. Dengan kondisi yang mirip dengan bumi dan usia yang sudah mencapai 6 juta tahun, ada kemungkinkan kehidupan untuk tumbuh disana.

6. Belum ada sinyal apapun

Para astronom bersama SETI Institute telah menggunakan Allen Telescope Array yang berlokasi di selatan California untuk mendengarkan sinyal-sinyal yang mungkin datang dari sistem Kepler 452, tapi sejauh ini belum ada yang didapatkan.

Inilah Bukti Colombus Bukan Penemu Benua Amerika

Ikhwanesia - Status Christopher Columbus sebagai penemu Benua Amerika digugat. Bukti-bukti sejarah justru menunjukkan hal sebaliknya, sudah ada bangsa asing yang menginjakkan kaki di sana sebelum 12 Oktober 1492.

Baru-baru ini sejumlah artefak dari perunggu ditemukan di sebuah rumah berusia 1.000 tahun di Alaska. Temuan itu menjadi bukti, perdagangan telah terjalin antara Asia Timur dengan wilayah yang disebut Dunia Baru (New World): Amerika.

Para arkeolog menemukan artefak-artefak tersebut di situs "Rising Whale" dekat Cape Espenberg.

Inilah Bukti Colombus Bukan Penemu Benua Amerika


"Dari jauh, situs itu terlihat seperti paus yang muncul ke permukaan," kata Owen Mason, peneliti dari University of Colorado, yang ikut dalam ekskavasi di situs tersebut, seperti dikutip dari situs sains LiveScience, Jumat (17/4/2015).

Temuan terbaru tersebut dikombinasikan dengan temuan lain yang dihasilkan dalam waktu 100 tahun terakhir menunjukkan bahwa barang-barang dagangan, juga gagasan, sampai di Alaska dari peradaban di Asia Timur -- jauh sebelum Christopher Columbus tiba di Laut Karibia pada 1492.

"Kami melihat adanya bukti interaksi, secara langsung dengan 'peradaban tinggi' seperti China, Korea, atau Yakutia -- sebuah wilayah di Rusia," kata Mason.

Temuan di Rising Whale termasuk 2 artefak perunggu, salah satunya yang diduga digunakan sebagai gesper atau pengikat -- yang memiliki potongan kulit, yang dari usia karbonnya berasal dari masa sekitar 600 Masehi. Sementara, artefak perunggu lainnya mungkin digunakan sebagai peluit.

Perunggu belum dikembangkan kala itu di Alaska. Para arkeolog menduga, artefak tersebut dibuat di China, Korea, atau Yakutia, lalu masuk ke Alaska lewat rute perdagangan.

Di dalam rumah, para peneliti menemukan artefak dari bahan obsidian -- batu hitam mengkilap dari letusan gunung berapi -- yang memiliki jejak kimia yang menunjukkan bahwa itu adalah obsidian dari lembah Sungai Anadyr di Rusia.

Situs Rising Whale mengindikasikan adanya rute perdagangan yang menghubungkan Selat Bering (termasuk sisi Alaska) dengan peradaban yang peradaban berkembang di Asia Timur, sebelum masa Columbus.

1. Gading 'Unicorn'

Tak hanya itu. Pada 1913 antropolog Berthold Laufer mempublikasikan analisis teks dan artefak di jurnal T'oung Pao.

Ia menemukan bukti bahwa masyarakat China di masa lalu punya ketertarikan pada gading narwhal dan walrus yang dimiliki orang-orang yang tinggal di timur laut Tiongkok.

Narwhal (Monodon monoceros) adalah nama dari sejenis paus yang hanya ditemukan di Samudera Arktik, Kutub Utara. Karena tanduknya, ia dijuluki 'unicorn laut'.

Sementara Walrus (Odobenus rosmarus) adalah mamalia laut yang tersebar di Samudera Arktik dan Laut sub-Arktik di Belahan Utara Bumi.

Sejumlah gading walrus koleksi mereka saat itu mungkin berasal dari Selat Bering.

Sejumlah peneliti juga mencatat ada kesamaan mencolok dalam desain pelat baja dipakai oleh orang-orang di Alaska, China, Korea, Jepang, dan Mongolia timur.

Misalnya, pada 1930, arkeolog dari Smithsonian Institution, Henry Collins melakukan ekskavasi di St Lawrence Island, di lepas pantai barat Alaska.

Dalam bukunya, The Archaeology of St. Lawrence Island (Smithsonian, 1937), ia menyebut pelat baja mulai muncul di pulau itu sekitar 1.000 tahun yang lalu. Berupa piring yang dibuat dari kombinasi gading, tulang, dan terkadang juga besi.

Pelat baja seperti itu mirip dengan yang dikembangkan di beberapa daerah di Asia Timur, termasuk Manchuria, Mongolia timur, dan Jepang.

Collins menulis, penggunaan pelat baja, menyebar ke utara dari daerah aslinya, dan akhirnya diperkenalkan ke Alaska.

2. Bukti Genetika

Sejumlah penelitian genetika baru-baru ini juga menguak interaksi antara orang-orang dari Asia Timur dengan yang berasal dari Dunia Baru.

Sejumlah ilmuwan berpendapat, kedatangan manusia pertama ke 'Dunia Baru' bermula sejak 15 ribu tahun lalu, dengan cara menyeberangi jembatan darat Bering (Beringia), yang panjangnya sekitar 1.600 km, yang menghubungkan Alaska sekarang dengan Siberia timur pada berbagai masa di zaman es Pleistosin.

Jembatan darat itu akhirnya tenggelam sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Namun, sebuah penelitian genetika terbaru juga mengindikasikan adanya pergerakan orang-orang dari Asia Timur ke Dunia Baru di masa setelahnya.

Mereka yang tinggal di Rising Whale mungkin adalah bagian dari apa yang disebut para ilmuwan sebagai kebudayaan "Birnirk", sekelompok manusia di masa lalu yang tinggal di 2 sisi Selat Bering, menggunakan perahu yang dibuat dari kulit kayu. Mereka juga menggunakan tombak untuk berburu paus.

Studi genetika mengindikasikan bahwa orang-orang dari kebudayaan Burnik adalah nenek moyang dari masyarakat yang disebut 'Thule', yang menyebar di kawasan Arktik di seluruh Amerika Utara hingga Greenland. Thule, pada gilirannya, adalah nenek moyang dari orang Inuit modern.

Selat Bering bukan satu-satunya lokasi interaksi antara orang-orang dari 'Dunia Lama' dan 'Duni Baru' yang terjadi sebelum kedatangan Columbus.

Sekitar 1.000 tahun lalu, Bangsa Viking telah mengeksplorasi sebagian wilayah Kanada dan mendirikan pemukiman sementara di L'Anse aux Meadows di Newfoundland.

Para peneliti mengindikasikan, sekitar waktu itu, Bangsa Polinesia telah mencapai Amerika Selatan, membawa pulang ubi jalar. Sebaliknya, mereka membawa ayam-ayam untuk dipertukarkan.

3. Laksamana Cheng Ho

Banyak hipotesis lain yang diajukan, yang menentang klaim bahwa Columbus adalah penemu Amerika.

Salah satu gagasan yang populer adalah, para pelaut dari Tiongkok berlayar langsung ke Dunia Baru. Meski gagasan tersebut tak banyak didukung para ilmuwan.

Konon, armada megah kapal China yang dipimpin Cheng Ho berlayar di sekitar daratan Amerika Selatan, 100 tahun sebelum Ferdinand Megellan -- orang pertama yang berlayar dari Eropa ke Asia, orang Eropa pertama yang melayari Samudra Pasifik, dan orang pertama yang memimpin ekspedisi yang bertujuan mengelilingi bola dunia.


Inilah Bukti Colombus Bukan Penemu Benua Amerika. (sumber: news.liputan6.com)

Fosil Dinosaurus Unik Ditemukan di Jerman


Para peneliti Jerman telah menemukan sebuah fosil dinosaurus yang berbeda dari biasanya. Dinosaurus ini diyakini sebagai pemakan daging yang memiliki bulu, namun tidak satu famili dengan keluarga burung.

Diberitakan AFP, Selasa (3/7/2012), fosil ini diperkirakan hidup pada masa akhir Jurassic, 170 juta tahun yang lalu. Para peneliti yang bergerak berasal dari National Academy of Sciences, Jerman menemukan fosil di kawasan Bavaria, Jerman.

Fosil ini dinamai Sciurumimus albersdoerferi karena berbulu, lalu memiliki ekor seperti tupai. "Ini adalah fosil megalosauroid terlengkap," tulis studi tersebut.

Megalosauroid adalah nama kelompok karnivora yang memiliki panjang hingga 9 meter dan berat satu ton.

Saat ditemukan, fosil hewan itu dalam posisi taring yang menganga dan ekor yang memanjang di atas kepalanya.

Sebelumnya, para peneliti di China juga telah menemukan spesies dinosaurus unik yang diyakini sebagai kerabat Tyrannosaurus Rex. Fosil itu diyakini seberat mobil dan berbulu. Spesies baru itu akhirnya dinamai Yutyrannus huali, campuran nama dari latin dan mandarin yang berarti, "si tiran cantik yang berbulu".

(mad/rvk)

Apakah Ada Manusia Mendarat di Bulan Setelah Apollo 11?


Salam kenal, Apakah ada manusia yang mendarat di bulan setelah misi apollo 11? Karena saya dan sebagian besar masyarakat cuma tahu bahwa yg berhasil mendarat di bulan ya cuma Armstrong bertiga.terimakasih
Bambang Wahyu Widodo – Jakarta

Ilustrasi pendaratan di Bulan. Kredit : Discovery Kids
Keberhasilan Neil Armstrong untuk mendarat di Bulan memang menjadi momentum tak terlupakan yang terus diperbincangkan sampai hari ini. Bahkan ada yang memperbincangkannya sebagai sebuah perdebatan apakah itu benar terjadi dan sebagian besar masyarakat mengira hanya Neil Armstrong, Buzz Aldrin dan Michael Collins saja yang pernah sampai di Bulan sehingga memicu pertanyaan mengapa tidak ada lagi manusia di Bulan setelah mereka.
Pada kenyataannya pendaratan di Bulan tidak hanya sekali ketika misi Apollo 11 berhasil mendarat di Bulan pada  tanggal 16 Juli 1969. Setelah misi Apollo 11, masih ada 6 misi berawak dalam misi Apollo (Apollo 12 – Apollo 17) yang diberangkatkan ke Bulan.
Semua misi Apollo setelah Apollo 11 kecuali misi Apollo 13 berhasil mendaratkan manusia di berbagai area di Bulan dan membawa pulang contoh batuan seperti halnya Apollo 11.
Misi Apollo 13 pada tahun 1970 mengalami kegagalan dalam perjalanan ke Bulan akibat terjadinya ledakan tanki oksigen yang melumpuhkan propulsi wahana antariksa termasuk juga melumpuhkan pendukung kehidupan di wahana tersebut. Para astronot yang ikut dalam misi tersebut kemudian menggunakan Lunar Module sebagai “sekoci” untuk menggantikan fungsi yang lumpuh tersebut agar dapat kembali ke Bumi.
Tercatat ada 12 orang yang sudah mendarat di Bulan. Dalam setiap misi ada 3 awak yang diberangkatkan namun dalam setiap pendaratan hanya 2 awak yang menjejakkan kakinya di Bulan sedangkan 1 awak lainnya tetap berada di Wahana Antariksa yang terus mengorbit Bulan.
Keberhasilan misi Apollo 11 mendarat di Bulan untuk pertama kalinya. diawali dengan misi-misi uji coba lainnya.
Misi ke Bulan memang memiliki kaitan politis yang erat dalam hal persaingan Uni Soviet dan Amerika Serikat. Penjelajahan ke Bulan ditandai dengan suksesnya impactor Luna 2 milik Uni Soviet tiba di Bulan pada tanggal 14 September 1959 dan menabrak permukaan Bulan. Sebelum Luna 2  sudah ada 5 impactor Luna milik Uni Soviet dan 5 orbiter Pioneer milik NASA yang mengalami kegagalan.
Untuk misi berawak sebelum suksesnya misi Apollo 11, NASA juga melakukan berkali-kali uji coba dengan mengirimkan orbiter maupun misi tanpa awak sebagai langkah awal sebelum mendaratkan manusia di Bulan.  Enam misi tanpa awak terkait misi Apollo diberangkatkan dari tahun 1966 – 1968, disusul oleh misi berawak yang dimulai dalam misi Apollo 7 untuk mengorbitkan manusia di Bumi, kemudian misi Apollo 8 menjadi misi pertama manusia terbang ke Bulan. Misi berawak yang sukses mendaratkan manusia di Bulan baru sukses pada misi Apollo 11 yang mendaratkan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin di Sea of Tranquility, Bulan. Dan misi Apollo 17 yang merupakan misi berawak terakhir juga menandai keberadaan geologist di Bulan untuk pertama kalinya.
Sejak itu misi berawak ke Bulan tidak lagi dilakukan karena masalah pendanaan yang jauh lebih besar dibanding misi tanpa awak yang mampu melakukan tugas yang sama. Tapi mimpi dan harapan untuk kembali ke Bulan selalu ada. Di era modern, NASA bukan satu-satunya yang ingin kembali ke Bulan. Tercatat negara-negara seperti India, China, Uni Eropa, Jepang, Iran dan Rusia juga mempersiapkan misi berawaknya ke Bulan untuk tahun 2015 – 2027.
Impactor dan Orbiter ke Bulan masih terus dikirim dan sekarang tidak hanya Amerika melainkan dari China, India, dan Jepang. Tercatat, Korea Selatan juga sedang mempersiapkan misi mereka ke Bulan. Sedangkan misi ke Bulan yang dibatalkan juga ada sebagai akibat dari tidak adanya dana ataupun dana yang ditolak oleh kongres.
Jadi dinamika mengirimkan misi berawak ke Bulan sebenarnya bukan pada teknologi tapi pada dana yang bersedia dikucurkan oleh sebuah negara untuk mengirimkan misinya. Dan kalau ada yang bertanya bukankah negara-negara yang mempersiapkan misi itu kaya, mengapa dana bisa tidak ada? Ini juga bukan sekedar persoalan ada uang atau tidak tapi lebih kepada prioritas sebuah negara dalam hal penggunaan dana.
Contohnya tidak mungkin Indonesia meski misalnya punya uang sangat banyak kemudian lebih memilih membangun misi ke Bulan dan malah menelantarkan jutaan penduduknya yang kelaparan. Hal yang sama juga terjadi pada negara-negara yang sedang mengembangkan misi antariksa. Memilih antara misi berawak atau tidak berawak dengan hasil yang sama tapi dana pengadaaan satu misi berawak bisa dipakai untuk beberapa misi tanpa awak. Kemudian dalam skala si pemberi dana, negara pun akan berpikir apakah misi antariksa menjadi fokus utama ataukah persoalan ekonomi, keamanan dll.
sumber: langitselatan.com