Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengatakan, partai-partai Islam sepakat mengambil peluang berkoalisi dengan terlebih dulu bersama-sama membicarakan hal tersebut di tataran internal masing-masing.
“Jadi saya dengar sendiri tadi teman-teman parpol Islam, ada PKB, PKS, PAN, PBB, PPP, ulama NU, dewan dakwah dan MUI, mau bekerja sama berkoalisi, namun akan dibicarakan di internal dulu,” kata Amien Rais, seusai menghadiri pertemuan tokoh ormas dan pemimpin partai Islam di Cikini, Jakarta, Kamis malam.
Menurut Amien Rais, dalam pertemuan tersebut seluruh pimpinan partai Islam bertukar pikiran dan informasi mengenai peluang koalisi.
Meskipun demikian, kata Amien, dirinya mengusulkan koalisi itu diistilahkan Koalisi Indonesia Raya, dengan tidak terpaku pada gabungan poros tengah belaka, tetapi juga menarik kekuatan partai nasionalis.
“Seperti yang saya katakan, tidak mungkin tanpa kekuatan lain. Kekuatan lain itu adalah partai nasionalis, dan ini yang masih tanda tanya,” papar Amien.
Amien menekankan, dalam pertemuan tersebut, belum ada kesepakatan atas tokoh yang akan diusung menjadi capres maupun cawapres. Pertemuan itu, kata Amien, masih akan berlanjut secara bertahap.
Presiden PKS Anis Matta mengatakan, pertemuan itu baru sebatas menyamakan persepsi partai-partai dan tokoh Islam. Anis mengatakan, akan membawa hasil pertemuan itu kepada Majelis Syuro PKS untuk diambil keputusan.
“Pemilu kan jadwalnya jelas, santai saja,” kata Anis Matta seusai pertemuan itu.
Anis mengungkapkan, target yang ingin dicapai dalam pertemuan itu adalah memikirkan kemungkinan partai Islam mempunyai capres sendiri.
Selain itu menurut dia, pada prinsipnya partai Islam sejak reformasi tidak pernah pisah, dan selalu ada di koalisi pemerintahan. Sehingga pertemuan itu ingin memastikan partai Islam tetap berada di pemerintahan ke depan.
“Partai Islam selalu di koalisi sejak poros tengah dicetuskan sampai sekarang. Jadi yang dicari sekarang ini adalah format koalisi baru yang memungkinkan partai Islam seluruhnya insya Allah tetap akan ada di pemerintahan,” kata Anis Matta. (ROL/sbb/dakwatuna)
Pencarian Populer
-
Selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan hanya memiliki pertambahan kekayaan ditabungannya sebesar 10 juta per tahun....
-
tadi ketika saya membuka eFBe -bahasa keren dari facebook-. saya membaca sebuah link dari teman yaitu : http://jakarta.tribunnews.com/20...
-
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) wilayah Aceh mendesak Pemerintah Aceh untuk mencabut secara resmi status Rafiqa Soraya ...
-
Google + Dapatkah Google+ (Google Plus) mencuri pengguna dari Facebook? Ya. Ada beberapa alasan yang baik untuk beralih dari Facebook ke...
Recent
Weekly
-
Selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan hanya memiliki pertambahan kekayaan ditabungannya sebesar 10 juta per tahun....
-
tadi ketika saya membuka eFBe -bahasa keren dari facebook-. saya membaca sebuah link dari teman yaitu : http://jakarta.tribunnews.com/20...
-
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) wilayah Aceh mendesak Pemerintah Aceh untuk mencabut secara resmi status Rafiqa Soraya ...
-
Google + Dapatkah Google+ (Google Plus) mencuri pengguna dari Facebook? Ya. Ada beberapa alasan yang baik untuk beralih dari Facebook ke...
-
oleh: Nandang Burhanudin Di saat kader-kader Harakah Muqawamah Islamiyah dan kader-kader Perlawanan Palestina fokus dalam ribath (...