Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Ternyata Aceh Sudah Dikenal Sejak Masa Nabi Muhammad SAW


Benarkah pulau Sumatra telah dikenal oleh Rasulullah SAW semasa hidup, serta telah dilalui dan disinggahi para pedagang dan pelaut Arab di masa itu? Pernyataan ini diungkap Prof. Dr. Muhammad Syed Naquib al-Attas di buku terbarunya “Historical Fact and Fiction” yang di seminarkan November 2011 lalu.

Syed Muhammad al Naquib al Attas lahir di Bogor, 5 September 1931 adalah seorang cendekiawan dan filsuf muslim saat ini dari Malaysia. Ia menguasai teologi, filsafat, metafisika, sejarah, dan literatur.


Muhammad al Naquib al Attas
Ia juga menulis berbagai buku di bidang pemikiran dan peradaban Islam, khususnya tentang sufisme, kosmologi, filsafat, dan literatur Malaysia.

Sumber Wikipedia menyebutkan, tahun 1962 Al-Attas menyelesaikan studi pasca sarjana di Institute of Islamic Studies di McGill University, Montreal, Kanada, dengan thesis Raniri and the Wujudiyyah of 17th Century Acheh.

Al-Attas kemudian melanjutkan studi ke School of Oriental and African Studies, University of London di bawah bimbingan Professor A. J. Arberry dari Cambridge dan Dr. Martin Lings. Thesis doktornya (1962) adalah studi tentang dunia mistik Hamzah Fansuri.

Pada 1987, Al-Attas mendirikan sebuah institusi pendidikan tinggi bernama International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) di Kuala Lumpur. Melalui institusi ini Al-Attas bersama sejumlah kolega dan mahasiswanya melakukan kajian dan penelitian mengenai Pemikiran dan Peradaban Islam, ia terkenal kritis terhadap Peradaban Barat.

Kesimpulan Al-Attas ini berdasarkan inductive methode of reasoning. Metode ini, ungkap al-Attas, bisa digunakan para pengkaji sejarah ketika sumber-sumber sejarah yang tersedia dalam jumlah yang sedikit atau sulit ditemukan, lebih khusus lagi sumber-sumber sejarah Islam dan penyebaran Islam di Nusantara memang kurang.
Ada dua fakta yang al-Attas gunakan untuk sampai pada kesimpulan di atas.
Pertama, bukti sejarah Hikayat Raja-Raja Pasai yang di dalamnya terdapat sebuah hadits yang menyebutkan Rasulullah saw menyuruh para sahabat untuk berdakwah di suatu tempat bernama Samudra, yang akan terjadi tidak lama lagi di kemudian hari. Hikayat Raja-raja Pasai antara lain menyebutkan sebagai berikut:
“…Pada zaman Nabi Muhammad Rasul Allah salla’llahu ‘alaihi wassalama tatkala lagi hajat hadhrat yang maha mulia itu, maka sabda ia pada sahabat baginda di Mekkah, demikian sabda baginda: “Bahwa sepeninggalku ada sebuah negeri di atas angin Samudera namanya. Apabila ada didengar khabar negeri itu maka kami suruh engkau (sediakan) sebuah kapal membawa perkakas dan kamu bawa orang dalam negeri (itu) masuk Islam serta mengucapkan dua kalimah syahadat. Syahdan, (lagi) akan dijadikan Allah Subhanahu wa ta’ala dalam negeri itu terbanyak daripada segala Wali Allah jadi dalam negeri itu”

Dasarnya tentu sangat kuat baik secara teologis maupun secara antropologis. Menurutnya, Hamzah Fansuri, Nurruddin Ar-Raniry, Syamsuddin As-Sumatrani, Syech Abdurrauf As-singkili yang terkenal dengan nama Syeikh di Kuala atau Syiah Kuala adalah sekian diantara ulama besar Aceh yang pernah ada di zaman keemasan kesultanan Pasai dan Kerajaan Aceh Darussalam.

Bahkan, sekian diantara Wali Songo memiliki garis hubungan pendidikan atau lulusan (alumni) yang berguru di Samudera Pasai sebagai pusat peradaban Islam Asia tenggara kala itu. Bahkan beberapa diantaranya ada yang memiliki hubungan keturunan dengan Aceh penyebar Islam di tanah Jawa.

Sumber wikipedia menyebutkan, bahwa asal-usul penamaan pulau "Sumatra" sendiri berasal dari keberadaaan sebuah kerajaan benama Samudera Pasai (terletak di pantai pesisir timur Aceh). Diawali dengan kunjungan Ibnu Batutah, petualang asal Maroko ke negeri tersebut pada tahun 1345, dia melafalkan kata Samudera menjadi Samatrah, dan kemudian menjadi Sumatra atau Sumatera, selanjutnya nama ini tercantum dalam peta-peta abad ke-16 buatan Portugis, untuk dirujuk pada pulau ini, sehingga kemudian dikenal meluas sampai sekarang. (Nicholaas Johannes Krom, De Naam Sumatra, BKI, 100, 1941.)
Kedua, berupa terma “kāfūr” yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Kata ini berasal dari kata dasar “kafara” yang berarti menutupi. Kata “kāfūr” juga merupakan nama yang digunakan bangsa Arab untuk menyebut sebuah produk alam yang dalam Bahasa Inggris disebut camphor, atau dalam Bahasa Melayu disebut dengan kapur barus.
Masyarakat Arab menyebutnya dengan nama tersebut karena bahan produk tersebut tertutup dan tersembunyi di dalam batang pohon kapur barus/pohon karas (cinnamomum camphora) dan juga karena “menutupi” bau jenazah sebelum dikubur.

Produk kapur barus yang terbaik adalah dari Fansur (Barus) sebuah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang terletak di pantai barat Sumatra.
Dengan demikian tidak diragukan wilayah Nusantara lebih khusus lagi Sumatra telah dikenal oleh Rasulullah dari para pedagang dan pelaut yang kembali dengan membawa produk-produk dari wilayah tersebut (pasai) dan dari laporan tentang apa yang telah mereka lihat dan dengar tentang tempat-tempat yang telah mereka singgahi.



Prof. Dr. Muhammad Syed Naquib al-Attas
Menurut berita-berita luar yang juga diceritakan dalam Hikayat Raja-raja Pasai (Pase) kerajaan ini letaknya di kawasan Selat Melaka pada jalur hubungan laut yang ramai antara dunia Arab, India dan Cina. Disebutkan pula bahwa kerajaan ini pada abad ke XIII sudah terkenal sebagai pusat perdagangan di kawasan itu.

Kembali menurut Al-Attas, ia menyebutkan, ada empat faktor penyebab minimnya sumber dan kajian sejarah Islam dan sejarah penyebaran Islam di Nusantara.

Pertama, sumber dan karya ilmiah sejarah Islam yang ditulis dalam huruf Jawi/Pego (Arab latin) oleh masyarakat Nusantara tidak begitu terkenal di kalangan ilmuwan Barat karena tidak banyak dari mereka yang pandai membaca tulisan Jawi.

Kedua, banyak sumber sejarah yang hilang atau tidak diketahui keberadaannya pada zaman penjajahan.

Ketiga, biasanya sumber-sumber sejarah yang ditulis masyarakat Nusantara dianggap oleh orientalis sebagai artifak sastra, sebagai karya dongeng atau legenda, yang hanya bisa dipelajari dari sudut filologi atau linguistik, dan tidak bisa diterima sebagai sumber sejarah yang sempurna dan benar.

Keempat, karena minimnya sumber dan kajian sejarah Islam Nusantara membuat para ilmuwan Barat hanya menggunakan sumber, kajian dan tulisan dari luar Nusantara termasuk dari Barat. Mereka tidak memperhatikan atau mungkin tidak tahu adanya bahan-bahan dan informasi yang terdapat dalam berbagai sumber sejarah Islam termasuk sumber-sumber sejarah dari wilayah Nusantara.

Prof. Dr. Abdul Rahman Tang, Akademis dan dosen pasca sarjana di Departemen Sejarah dan Peradaban, Kulliyyah of Islamic Revealed Knowledge and Human Sciences di International Islamic University Malaysia, selaku pembanding menyatakan kajian sejarah Islam Nusantara yang dilakukan al-Attas dalam buku tersebut sebagian besar bersifat spekulatif.

Salah satu fakta spekulatif tersebut adalah hadits yang terdapat dalam Hikayat Raja Raja Pasai.

Menurutnya, fakta-fakta tersebut bisa valid jika telah menjalani proses “verification of fact”. Namun Al-Attas tidak melakukan proses ini terhadap hadits yang disebutkan di dalam hikayat raja-raja pasai tersebut.

Historical Fact and Fiction
Muslim China warga Malaysia ini mempertanyakan tentang hadits ini dan mengkhwatirkan implikasinya terhadap pemikiran masyarakat Nusantara. Menurutnya, al-Attas melakukan inductive methode of reasoning secara tidak konstruktif. Sedang Dr. Syamsuddin Arif, dosen IIUM asal Jakarta, selaku pembicara kedua dalam acara bedah buku tersebut mengungkapkan kesimpulan al-Attas di atas logis dan sesuai dengan fakta.

Hal ini berdasarkan perjalanan pelaut dan pedagang Arab pada masa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam yang pergi ke China. Untuk mencapai negeri China melalui laut tak ada rute lain kecuali melalui dan singgah wilayah Nusantara.

Lebih lanjut Arif mengemukakan berbagai teori dan pendapat tentang kapan, dari mana, oleh siapa, dan untuk apa penyebaran Islam di Nusantara beserta bukti-bukti dan fakta-fakta yang digunakan untuk mendukung pendapat-pendapat tersebut. Arif juga menjelaskan ilmuwan siapa saja yang memegang dan yang menentang pendapat-pendapat tersebut.

Di akhir makalahnya, Arif mempertanyakan pendapat J.C. Van Leur yang pertama kali menyatakan bahwa penyebaran Islam di Nusantara dimotivasi oleh kepentingan ekonomi dan politik para pelakunya.

Van Leur dalam bukunya “Indonesian Trade and Society” berpendapat, sejalan dengan melemahnya kerajaan-kerajaan Hindu-Budha di Sumatera dan khususnya di Jawa, para pedagang Muslim beserta muballigh lebih berkesempatan mendapatkan keuntungan dagang dan politik.

Dia juga menyimpulan adanya hubungan saling menguntungkan antara para pedagang Muslim dan para penguasa lokal.

Pihak yang satu memberikan bantuan dan dukungan materiil, dan pihak kedua memberikan kebebasan dan perlindungan kepada pihak pertama.

Menurutnya, dengan adanya konflik antara keluarga bangsawan dengan penguasa Majapahit serta ambisi sebagian dari mereka untuk berkuasa, maka islamisasi merupakan alat politik yang ampuh untuk merebut pengaruh hingga menghimpun kekuataan.

Menurut catatan M. Yunus Jamil, bahwa pejabat-pejabat Kerajaan Islam Samudera Pasai terdiri dari orang-orang alim dan bijaksana. Adapun nama-nama dan jabatan-jabatan mereka adalah sebagai berikut:

1. Seri Kaya Saiyid Ghiyasyuddin, sebagai Perdana Menteri.
2. Saiyid Ali bin Ali Al Makaarani, sebagai Syaikhul Islam.
3. Bawa Kayu Ali Hisamuddin Al Malabari, sebagai Menteri Luar Negeri.

Dari catatan-catatan, nama-nama dan lembaga-lembaga seperti tersebut di atas, Prof. A. Hasjmy berkesimpulan bahwa, sistem pemerintahan dalam Kerajaan Islam Samudera Pasai sudah teratur baik, dan berpola sama dengan sistem pemerintahan Daulah Abbasiyah di bawah Sultan Jalaluddin Daulah (416-435 H).
Nama Samudera dan Pasai sudah populer disebut-sebut baik oleh sumber-sumber Cina, Arab dan Barat maupun oleh sumber-sumber dalam negeri seperti Negara Kertagama (karya Mpu Prapanca, 1365) pada abad ke 13 dan ke-14 Masehi. Dan tentang asal usul nama kerajaan ini ada berbagai pendapat.

Menurut J.L. Moens, kata Pasai berasal dari istilah Parsi yang diucapkan menurut logat setempat sebagai Pa’Se. Dengan catatan bahwa sudah semenjak abad ke VII M, saudagar-saudagar bangsa Arab dan Parsi sudah datang berdagang dan berkediaman di daerah yang kemudian terkenal sebagai Kerajaan Islam Samudera Pasai .

Mohammad Said, salah seorang wartawan dan cendikiawan Indonesia pengarang buku ACEH SEPANJANG ABAD yang berkecimpung dengan penelitiannya tentang kerajaan ini dan kerajaan Aceh, dalam prasarannya yang berjudul “Mentjari Kepastian Tentang Daerah Mula dan Cara Masuknya Agama Islam ke Indonesia", berkesimpulan bahwa istilah PO SE yang populer digunakan pada pertengahan abad ke VIII M seperti terdapat dalam laporan-laporan Cina, adalah identik atau mirip sekali dengan Pase atau Pasai.

Pendapat ini adalah sesuai dengan apa yang telah dikemukakan oleh Prof. Gabriel Ferrand dalam karyanya (L’Empire, 1922, hal.52-162), dan pendapat Prof. Paul Wheatley dalam (The Golden Khersonese, 1961, hal.216), yang didasarkan pada keterangan para musafir Arab tentang Asia Tenggara. Kedua sarjana ini menyebutkan bahwa sudah sejak abad ke-7 Masehi, pelabuhan-pelabuhan yang terkenal di Asia Tenggara pada masa itu, telah ramai dikunjungi oleh para pedagang dan musafir-musafir Arab. Bahkan pada setiap kota-kota dagang itu telah terdapat fondachi-fondachi atau permukiman-permukiman dari pedagang-pedagang yang beragama Islam. Wallahu'alam bissawab

Kisah Tukang Bubur, Semua Terjawab Dengan "Kun Fayakuun"


Ini kisah nyata Sulam, seorang penjual bubur, yang ingin memberangkatkan emaknya pergi haji. Orang lain, termasuk istrinya, mengingatkan Sulam, haji itu bagi yang mampu. Sementara penghasilan tukang bubur itu paling buat makan sehari-hari. Jadi, dari mana uang untuk berangkat haji. ”Insya Allah, Mak. Sulam mohon doa Emak. Kalau doa Emak makbul, Emak pasti naik haji,” janji Sulam.

Didorong keinginan yang kuat untuk memberangkatkan haji Emaknya, Sulam bekerja keras. Tidak lupa, ia menyisihkan sebagian penghasilan di bank. Melihat keinginannya pergi haji, seorang temannya menempel nama Bubur Ayam H. Sulam di gerobaknya. Sulam pun bersedekah, termasuk memberi makan bubur kepada anak-anak yang tinggal di rumah yatim. Kepada pengurus yayasan rumah yatim, Sulam dan keluarganya minta didoakan pergi haji.

Seperti biasa, Sulam menyetor uang ke bank. Ketika sampai di bank, petugas memberitahukan bahwa Sulam menjadi pemenang sedan mewah. Karena Sulam bengong, si petugas mengatakan sedannya bisa dijual dan dapat digunakan untuk pergi haji. ”Berapa orang?” tanya Sulam. ”Satu RT”.

Pulang ke rumah, Emak dan istri Sulam bingung dan khawatir karena Sulam seperti orang linglung. ”Maafin Emak kalau keinginan Emak membuat Sulam jadi tidak waras.” Ketika sadar, Sulam mengatakan ia bersama emak, istri, teman, dan pengurus rumah yatim diajak pergi haji. Kali ini, gantian si Emak yang pingsan.
Kalau kita punya masalah, kalau kita punya keinginan, maka tidak ada satu pun yang bisa menolong kita, kecuali Allah. Termasuk keinginan Emak si tukang bubur dan keinginan tukang bubur. Tidak ada yang bisa menolak, kecuali Allah. Dan apa yang terjadi kalau Allah sudah berkenan menolong seseorang? Allah akan mengatur dari langit, sehingga sesuatu yang menurut orang tidak mungkin terjadi, malah terjadi.

Tentu si tukang bubur dan ibunya mendapat keberkahan dari Allah. Sebenarnya bukan tanpa sebab, tapi ada amal-amal yang mereka lakukan, yang kemudian membuat Allah mengeluarkan putusan terbaik buat mereka. Si Ibu punya niat yang sangat kuat, rindu untuk berkunjung ke Baitullah, mencium Hajar Aswad, dan menyempurnakan rukun Islam. Kemudian si anak mahabah kepada orang tua, ingin menyenangkan orang tuanya, lalu dia berusaha dan menabung sebisa dia.

Si tukang bubur percaya seseorang yang berniat baik, Allah akan menyempurnakannya. Kedua, dia berniat menabung untuk ibunya yang ber¬niat haji dan Allah kemudian menyempurnakannya. Ketiga, ia bersedekah karena sedekah bisa menghantarkan seseorang mencapai keinginannya. Allah yang mengatur segalanya dari langit. Kalau Allah berkata ”kun (jadi), fayakun” (maka terjadilah).

SUBHANALLAH

"Semoga ALLAH bimbing kita agar senantiasa menjadi hamba-Nya yang tidak meremehkan waktu shalat, dan waktu2 yang sudah ALLAH berikan untuk kita, terhindar dari maksiat dan perzinaan, dekat dengan ibadah kepada ALLAH SWT. aamiin"

Sampaikan dakwah ini kepada sahabat, dan teman-teman facebook anda. Semoga pahala ini terus tersebar hingga membukakan pintu hati setiap orang yang membacanya

Aamiinkan doa ini saudaraku.

Allahumma ya ALLAH tanamkan di hati kami perasaan selalu rindu kepada-Mu, ingatkanlah selalu kami tentang dahsyatnya hari akhirat-Mu agar hamba tidak tertipu dengan kesenangan dunia sesaat ini, ya ALLAH, ya Tuhan kami, Penguasa hati kami, tetapkanlah hati kami dalam taqwa dan istiqomah agar tetap dijalan-Mu sampai akhir hayat nanti... Aamiin ya Rabbal'alamin

(Cantumkan jika ada doa khusus, agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan tausiah ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin

Koalisi Partai Islam Segera Terwujud?

Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengatakan, partai-partai Islam sepakat mengambil peluang berkoalisi dengan terlebih dulu bersama-sama membicarakan hal tersebut di tataran internal masing-masing.
“Jadi saya dengar sendiri tadi teman-teman parpol Islam, ada PKB, PKS, PAN, PBB, PPP, ulama NU, dewan dakwah dan MUI, mau bekerja sama berkoalisi, namun akan dibicarakan di internal dulu,” kata Amien Rais, seusai menghadiri pertemuan tokoh ormas dan pemimpin partai Islam di Cikini, Jakarta, Kamis malam.
Menurut Amien Rais, dalam pertemuan tersebut seluruh pimpinan partai Islam bertukar pikiran dan informasi mengenai peluang koalisi.
Meskipun demikian, kata Amien, dirinya mengusulkan koalisi itu diistilahkan Koalisi Indonesia Raya, dengan tidak terpaku pada gabungan poros tengah belaka, tetapi juga menarik kekuatan partai nasionalis.
“Seperti yang saya katakan, tidak mungkin tanpa kekuatan lain. Kekuatan lain itu adalah partai nasionalis, dan ini yang masih tanda tanya,” papar Amien.
Amien menekankan, dalam pertemuan tersebut, belum ada kesepakatan atas tokoh yang akan diusung menjadi capres maupun cawapres. Pertemuan itu, kata Amien, masih akan berlanjut secara bertahap.
Presiden PKS Anis Matta mengatakan, pertemuan itu baru sebatas menyamakan persepsi partai-partai dan tokoh Islam. Anis mengatakan, akan membawa hasil pertemuan itu kepada Majelis Syuro PKS untuk diambil keputusan.
“Pemilu kan jadwalnya jelas, santai saja,” kata Anis Matta seusai pertemuan itu.
Anis mengungkapkan, target yang ingin dicapai dalam pertemuan itu adalah memikirkan kemungkinan partai Islam mempunyai capres sendiri.
Selain itu menurut dia, pada prinsipnya partai Islam sejak reformasi tidak pernah pisah, dan selalu ada di koalisi pemerintahan. Sehingga pertemuan itu ingin memastikan partai Islam tetap berada di pemerintahan ke depan.
“Partai Islam selalu di koalisi sejak poros tengah dicetuskan sampai sekarang. Jadi yang dicari sekarang ini adalah format koalisi baru yang memungkinkan partai Islam seluruhnya insya Allah tetap akan ada di pemerintahan,” kata Anis Matta. (ROL/sbb/dakwatuna)

Tips Agar Menjadi Orang yang Selalu Positif


Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, ada banyak kejadian yang bisa kita alami. Ada peristiwa dimana kita dibuat bahagia, bersedih, tertawa, hingga menangis. Semua kejadian yang kita alami memang takkan pernah bisa kita elakkan, karena kita hanya pelaku dan Sang Pencipta lah yang mengatur segalanya. Untuk itu bukanlah masalah yang perlu kita hindari, namun bagaimana kita bisa mengatur pola pikir kita dalam menghadapi masalah tersebut. Lingkungan dan semua pengalaman dalam hidup adalah hasil dari pemikiran dan kebiasaan dominan.

Pikiran dapat memberitahu kita tentang sesuatu (masalah) yang perlu perhatian. Jadi, pikiran menyebabkan menemukan apa yang perlu dilakukan, entah itu dengan cara berpikir secara positif atau negatif untuk mengurusnya. Banyak orang gagal untuk melihat kejadian buruk sebagai pengalaman belajar dan selalu merasa menjadi korban kekejaman dunia, akhirnya menyalahkan orang lain atas apa yang mereka alami.

Ada 3 cara yang bisa dilakukan agar kita menjadi orang yang selalu berpikir positif:

1. Masukkan selalu hawa positif di dalam diri

Gunakan Hukum Attraction Activity dalam menanggapi masalah yang menimpa kita. Orang yang berpikir negatif senantiasa berusaha untuk menghindari masalah. Padahal masalah yang tidak terselesaikan, lama-lama akan semakin menumpuk dan semakin memburuk. Yang pada akhirnya akan membuat kita terjerembab dalam masalah sendiri. Namun dengan berpikir positif, maka kita akan lebih pro-aktif dalam bertindak dan mengatasi semua masalah yang ada.

Aktif melakukan kegiatan yang positif. Lingkungan dapat mempengaruhi cara kita dalam berpikir, cepat atau lambat lingkungan dapat berperan untuk membentuk pola pikir kita. Karena itu cerdiklah memilih lingkungan dalam melakukan segala aktivitas. Begitupun untuk sebuah hobi, misalnya bagi yang suka menonton film. Usahakan tidak terlalu sering menonton film yang bertema kesedihan, karena disadari atau tidak bahwa apa yang kita tonton kadang bisa menjadi sebuah inspirasi.

Koleksilah bacaan penyemangat atau kalimat motivasi yang bisa kita baca sewaktu-waktu, agar disaat merasa down bisa dibaca kembali sehinga kita kembali optimis.

Fokuskan imajinasi dan berupaya untuk menjadi orang positif baru. Kita tidak bisa selalu mengendalikan hal-hal yang terjadi dalam hidup kita, tetapi kita bisa berusaha mengendalikan apa yang kita pikirkan dalam pikiran kita dalam merespon apapun yang kita alami. Orang yang selalu berpikir positif akan terlihat lebih tenang dalam menghadapi permasalahan.

Bayangkan bahwa kita sudah menjadi orang yang positif dan sangat mencintai hidup. Kebahagiaan itu terletak pada pikiran yang kemudian bisa kita rasakan. Jika kita berpikir hidup yang kita lalui ini menyenangkan, maka kebanyakan waktu yang kita lalui pun akan terasa menyenangkan. Namun sebaliknya jika kita berpikir "Hidupku menyebalkan!", maka kebanyakan waktu yang kita lalui juga terasa buruk.

2. Identifikasi Masalah dan Set Goal

Akuilah bahwa masalah itu memang ada. Kita tidak dapat mengubah masalah itu terjadi atau tidak terjadi pada kita, yang bisa kita lakukan adalah menerima masalah itu dengan lapang dada. Andai kita dibuat sakit hingga menangis karena suau masalah, itu merupakan respon emosional secara spontan. Tapi setelah itu, cobalah bangkit untuk mencari sumber masalah dan kemudian berusaha mengatasinya. Percayalah, seberat apapun masalah pasti ada jalan keluarnya.

Buatlah tujuan dalam hidup ini. Tujuan memberikan pandangan yang lebih positif terhadap kehidupan. Orang-orang yang bosan dengan kehidupan dan merasa terjebak, biasanya lebih merasa tertekan. Menetapkan tujuan akan memberikan motivasi tersendiri pada kita, disamping itu juga membantu orang lain bergerak untuk maju.

3. Nikmati hidup bersama Orang yang kita cinta

Hargailah teman, sahabat dan saudara yang kita miliki. Menghargai orang-orang dalam kehidupan ini akan membuat hidup kita terasa nyaman. Orang yang saling mencintai dan menyayangi akan saling membantu, baik disaat suka maupun duka. Jika ada disekitar kita orang-orang yang membenci, suka mengejek, bahkan mendiskriminasi kita, anggaplah itu sebagai sebuah ujian dan tidak perlu terlalu jauh memikirkan apa yang mereka lakukan. Alihkan pikiran kita kepada orang-orang yang selalu mendukung, mereka akan menjadi penyemangat dan kitapun merasa beruntung memiliki teman yang baik dalam hidup ini.

Dengan berpikir positif akan membuat kita memiliki harapan yang lebih baik dan mencari kemungkinan-kemungkinan baru dalam hidup yang sudah terlalu keras ini. Mari kita berusaha untuk menjadi orang yang selalu menyebar hawa positif, baik untuk kehidupan kita sendiri maupun kehidupan orang lain disekitar kita.

LIKE DAN SHARE YA

Apakah Anda tahu keajaiban Air Zamzam?

Ketinggian air ZamZam adalah sekitar 10,6 meter di bawah
permukaan. Ini adalah keajaiban Allah bahwa ketika Zam Zam
dipompa terus menerus lebih dari 24 jam dengan tingkat pemompaan 8.000 liter per detik, tingkat air turun menjadi hampir 44 kaki di bawah permukaan.

NAMUN KETIKA PEMOMPAAN WS DIHENTIKAN, ketinggian air kembali naik sampai 13 kaki setelah 11 menit. 8.000 liter per detik
berarti bahwa 8.000 x 60 = 480.000 liter per menit 480.000 liter per menit berarti bahwa 480.000 x 60 = 28,8 Juta liter per jam
Dan 28,8 Juta liter per jam berarti 28.800.000 x 24 = 691,2 Juta liter per hari Jadi mereka dipompa 690 Jutaan liter ZamZam dalam 24 jam, tapi setelah itu ketinggian air kembali kesemula dalam waktu 11menit saja.

Ada 2 keajaiban di sini, pertama yang air ZamZam itu kembali pada
ketinggian semula secara cepat, yang kedua adalah bahwa Allah Menahan air supaya tidak meluap, jika tidak ditahan maka dunia ini akan banjir.

Ini adalah terjemahan dari ZamZam kata, yang Berhenti berarti!!! Hentikan!!!! dikatakan oleh Hajirah alaih Sebagai Salaam.

Zimam adalah kata bahasa Arab, adalah tali / Rein melekat pada
kekang atau noseband & itu adalah digunakan / ditarik untuk menghentikan menjalankan hewan.

Air Zamzam tidak memiliki warna atau bau, tetapi memiliki rasa yang berbeda dan berkhasiat.

SUBHANALLAH

Semoga ALLAH memberikan kita kesempatan untuk suatu saat nanti bisa meminum air zamzam langsung dari sumurnya, dan semoga ALLAH memberikan kita petunjuk dan karunia-Nya agar kita bisa segera menunaikan ibadah haji dan berkunjung ke makam Rasulullah Saw. Aamiin

(Cantumkan jika ada doa khusus, agar kami para jamaah bisa mengaminkannya)

Silahkan Klik Like dan Bagikan di halamanmu agar kamu dan teman-temanmu senantiasa istiqomah dan bisa meningkatkan ketakwaannya kepada ALLAH SWT.

Ya ALLAH...
✔ Muliakanlah orang yang membaca tausiah ini
✔ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
✔ Lapangkanlah hatinya
✔ Bahagiakanlah keluarganya
✔ Luaskan rezekinya seluas lautan
✔ Mudahkan segala urusannya
✔ Kabulkan cita-citanya
✔ Jauhkan dari segala Musibah
✔ Jauhkan dari segala Penyakit,Fitnah,Prasangka Keji,Berkata Kasar dan Mungkar.
✔ Dan dekatkanlah jodohnya untuk orang yang membaca dan membagikan tausiah ini.

Aamiin ya Rabbal'alamin

Fahri: PKS Fokus Perhitungan Suara, Tak Ikut-ikutan Koalisi


JAKARTA -- Usai pemilu legislatif, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan tak akan ikut-ikutan partai lain untuk mencari pasangan koalisi. Menurut Wakil Sekjen PKS, Fahri Hamzah, partainya mendapat pelajaran dari pengalaman sebelumnya yang menemui kegagalan dalam praktik koalisi. "Kami tidak mau ikut-ikutan mencari partner koalisi sebelum jelas konsep koalisinya,” ujar Fahri dalam pernyataannya, Sabtu (12/4). Oleh karena itu, partainya belum menggalang pertemuan dengan partai manapun. ”Saat ini kami masih fokus untuk perhitungan suara saja dan menjaga suara kami tetap utuh,” tambahnya. Dikatakannya, PKS saat ini sedang menyiapkan konsep koalisi yang baik dan benar dan sesuai dengan sistem pemerintahan yang ada. Pentingnya konsep koalisi ini, menurut Fahri, adalah untuk mendapatkan arah yang jelas tentang rencana pembangunan. Koalisi menurutnya harus bisa mensiasati masalah yang secara teoritis akan selalu menghantui pembentukan pemerintahan koalisi yaitu anomali sistem presidensial dan multi partai. PKS sendiri memikirkan dua opsi yaitu memimpin koalisi atau menjadi oposisi sekalian. Langkah ini dilakukan, karena PKS, menurut Fahri, tidak mau menjadi korban lagi. ”Kami selalu dituduh menjadi biang kerok dalam koalisi, padahal kami ini korban dari sistem koalisi yang tidak dipimpin secara baik,” tegasnya. PKS tidak mau lagi menjadi bagian koalisi terutama, kata dia, jika presidennya hanya punya modal ngotot tanpa konsep. ”Membangun pemerintahan itu harus serius dan jangan direduksi dengan pertemuan-pertemuan saja tanpa konsep apalagi dengan modal pencitraan saja."

Sumber : Pks Piyungan

Permasalahan Penentuan 1 Ramadhan 1433 H



Firman Allah ta’ala yang artinya

”Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan bulan (di negeri tempat tinggalnya), maka hendaklah ia berpuasa pada bulan tersebut.” (QS. Al Baqarah [2] : 185)



“Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji” (QS Al Baqarah [2]:189 )

“Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua” (QS Yaasin [36]:39)

“Sebagai bentuk tandan yang tua” maksudnya: bulan-bulan itu pada awal bulan, kecil berbentuk sabit, kemudian sesudah menempati manzilah-manzilah, dia menjadi purnama, kemudian pada manzilah terakhir kelihatan seperti tandan kering yang melengkung

Alhamdulillah, berdasarkan keputusan sidang itsbat yang dihadiri dan disepakati oleh mayoritas para ulama yang berkompetensi dibidang hisab dan rukyat, pemerintah (Ulil Amri) telah menetapkan awal puasa Ramadhan 1433H tahun 2012 jatuh pada hari Sabtu tanggal 21 Juli 2012

Firman Allah ta’ala yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya“. (QS An Nisaa [4]:59)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda “Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah as-sawad al a’zham (pemahaman mayoritas kaum muslim atau pemahaman jumhur ulama).” (HR. Ibnu Majah, Abdullah bin Hamid, at Tabrani, al Lalika’i, Abu Nu’aim. Menurut Al Hafidz As Suyuthi dalam Jamius Shoghir, ini adalah hadits Shohih)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“إِنَّ اللهَ لَا يُجْمِعُ أُمَّةِ عَلَى ضَلَالَةٍ وَيَدُ اللهِ مَعَ الجَمَاعَةِ وَمَنْ شَذَّ شَذَّ إِلَى النَّارِ” 

“Sesungguhnya Allah tidak menghimpun ummatku diatas kesesatan. Dan tangan Allah bersama jama’ah. Barangsiapa yang menyelewengkan, maka ia menyeleweng ke neraka“. (HR. Tirmidzi: 2168).

Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari XII/37 menukil perkataan Imam Thabari rahimahullah yang menyatakan: “Berkata kaum (yakni para ulama), bahwa jama’ah adalah as-sawadul a’zham“.

Letak permasalahan mereka yang berbeda dengan keputusan ulil amri berdasarkan kesepakatan mayoritas ulama (as-sawadul a’zham) sehingga menyelisihi sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah pada umumnya mereka menggunakan metode perhitungan (hisab) dengan ketetapan berdasarkan "hisab hakiki wujudul hilal" artinya berapapun derajat positif tinggi hilal maka ditetapkan "hilal sudah wujud". 

Mereka berkeyakinan "hilal sudah terwujud" apabila pada hari ke-29 bulan kamariah berjalan saat matahari terbenam terpenuhi tiga syarat
berikut secara kumulatif, yaitu 
(1) telah terjadi ijtimak, 
(2) ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam, dan 
(3) pada saat matahari terbenam bulan (piringan atasnya) masih di atas ufuk. Apabila salah satu dari kriteria tersebut tidak dipenuhi, maka bulan berjalan digenapkan tiga puluh hari dan bulan baru dimulai lusa. 
Jadi andaipun mereka merukyat maka yang dilihat bukannya hilal namun pada saat matahari terbenam, bulan (piringan atasnya atau piringan bawah menurut kalender hijriah Ummul Qura dengan marjaknya adalah kota Mekah) masih di atas ufuk.

Sebenarnya tentu boleh menggunakan metode perhitungan (hisab) agar kita dapat mengetahui lebih awal namun kita harus menterjemahkan sunnah Rasulullah shallallahu alaih wasallam kewajiban "melihat hilal" kedalam metode perhitungan (hisab) yang disebut kriteria visibilitas hilal artinya kritera berapa derajatkah hilal dapat dikatakan terlihat oleh manusia (imkanur rukyat).

Perhitungan astronomis menyatakan, tinggi hilal sekitar 2 derajat dengan beda azimut 6 derajat dan umur bulan sejak ijtimak 8 jam. Jarak sudut Bulan-Matahari 6,8 derajat, dekat dengan limit Danjon yang menyatakan jarak minimal 7 derajat untuk mata manusia rata-rata yang dapat dikatakan "hilal terlihat".

Kriteria tinggi 2 derajat dan umur bulan 8 jam ini yang kemudian diadopsi sebagai kriteria imkanur rukyat MABIMS (negara-negara Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) pada tahun 1996.

Bahkan berdasarkan kajian astronomis yang dilakukan LAPAN terhadap data rukyatul hilal di Indonesia (1962-1997) yang didokumentasikan oleh Departemen Agama RI diperoleh dua kriteria visibilitas hilal (hilal terlihat) yang rumusannya disederhanakan sesuai dengan praktik hisab-rukyat di Indonesia. Awal bulan ditandai dengan terpenuhi kedua-duanya, bila hanya salah satu maka dianggap belum masuk tanggal. Kriteria Hisab-Rukyat Indonesia adalah sebagai berikut.

Pertama, umur hilal minimum 8 jam.
Kedua, tinggi bulan minimum tergantung beda azimut Bulan-Matahari. Bila bulan berada lebih dari 6 derajat tinggi minimumnya 2,3 derajat. Tetapi bila tepat berada di atas matahari, tinggi minimumnya 8,3 derajat.

Banyak dalil yang menegaskan “jika terhalang oleh awan” yang menunjukkan terhalangnya penglihatan sehingga jika menggunakan metode perhitungan (hisab) harus memenuhi kriteria mata manusia rata-rata yang dikatakan "hilal terlihat" atau visibilitas hilal atau imkanur rukyat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika kamu melihatnya maka berpuasalah dan jika kamu melihatnya lagi maka berbukalah. Apabila kalian terhalang oleh awan maka perkirakanlah jumlahnya (jumlah hari disempurnakan)“ (HR Bukhari 1767)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian berpuasa hingga kalian melihat hilal dan jangan pula kalian berbuka hingga kalian melihatnya. Apabila kalian terhalang oleh awan maka perkirakanlah jumlahnya (jumlah hari disempurnakan)“ (HR Bukhari 1773).

Bahkan ada hadits telah jelas-jelas menegaskan untuk menggenapkannya bukan menetapkan atau memperkirakan hilal terwujud berdasarkan perhitungan (hisab).

حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ قَالَ قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu’bah telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ziyad berkata, aku mendengar Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, atau katanya Abu Al Qasim shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda: “Berpuasalah kalian dengan melihatnya (hilal) dan berbukalah dengan melihatnya pula. Apabila kalian terhalang oleh awan maka sempurnakanlah jumlah bilangan hari bulan Sya’ban menjadi tiga puluh“. (HR Bukhari 1776)

Begitupula telah jelas adanya larangan berpuasa pada yaum asy-syakk atau hari yang diragukan, yakni terdapat keraguan apakah hari tersebut masih termasuk bulan Sya’ban atau telah masuk bulan Ramadhan.

Diriwayatkan dari Ammar bin Yasir radliyallâhu anhu, bahwa beliau berkata :

مَنْ صَامَ يَوْمَ الشَّكِّ فَقَدْ عَصَى أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (رواه أبو داود والنسائي والترمذي)

“Barangsiapa berpuasa pada hari yang diragukan, maka dia telah durhaka pada Abul Qasim (Rasulullah) shallallâhu alaihi wa sallam” (HR. Abu Dawud, Nasa’i dan Turmudzi)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallâhu anhu, bahwa Rasulullah shallallâhu alaihi wa sallam bersabda :

إذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلَا صِيَامَ حَتَّى يَكُونَ رَمَضَانُ (رواه أبو داود وغيره)

“Jika Sya’ban telah berlalu separuh, maka tidak ada puasa hingga tiba Ramadhan“ (HR. Abu Dawud dan lainnya)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallâhu anhu, bahwa Rasulullah shallallâhu alaihi wa sallam bersabda :

لَا تَقَدِّمُوا الشَّهْرَ بِيَوْمٍ وَلَا بِيَوْمَيْنِ إلَّا أَنْ يُوَافِقَ صَوْمًا كَانَ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ (رواه البخاري ومسلم)

“Jangan mendahului bulan (Ramadhan) dengan (berpuasa) sehari atau dua hari, kecuali hari tersebut bertepatan dengan puasa yang biasa dilakukan salah seorang dari kalian“ (HR. Bukhari dan Muslim)

Hal yang dimaksud dengan “puasa yang biasa dilakukan” adalah puasa sunnah bukan puasa yang diniatkan untuk puasa wajib di bulan Ramadhan

Secara definitif, yaum asy-syakk adalah hari ke-30 dari bulan Sya’ban, di mana telah tersiar kabar bahwa semalam hilal berhasil di-rukyah atau dilihat, dan keadaan langit pada malam itu cerah, tidak mendung, tetapi tak satupun orang yang menyatakan kesaksian di hadapan hakim bahwa dia telah melihat hilal. Atau ada kesaksian penglihatan hilal, tetapi dilakukan oleh orang yang tidak memenuhi persyaratan sebagai saksi hilal, seperti anak kecil, wanita, budak atau orang fasiq (pelaku maksiat), yang kesaksiannya tidak diyakini kebenarannya.

Berikut rekapitulasi hasil perhitungan awal Ramadhan 1433 H / 2012 M, pada hari kamis Wage, 19 Juli 2012 M, menurut sistem "Irsyad Al-Murid / ارشاد المريد”

Al-Hasib : Thobary Syadzily


Pusat Observasi Bulan (POB) : Pelabuhanratu, Sukabumi – Jawa Barat

Lintang Tempat ( Ø ) : 07 o 01 ' 44,6 '' Lintang Selatan

Bujur Tempat ( λ ) : 106 o 33 ' 27,8 '' Bujur Timur

Tinggi Tempat ( h ) : 52,685 Meter di atas Permukaan Laut

1. Ijtima’ / اجتماع / konjungsi / new moon akhir bulan Sya’ban 1433 H terjadi pada hari Kamis Wage, 19 Juli 2012 M. pada pukul 11 : 25 : 07 WIB ( Siang Hari )

2. Matahari Terbenam ( غروب الشمس / Sunset ) pada pukul 17 : 53 : 54 WIB

3. Hilal Terbenam (غروب الهلال / Moonset ) pada pukul 18 : 01 : 03 WIB

4. Tinggi Hakiki / Geosentris Hilal / ارتفاع الهلال الحقيقي / True or Geocentric Altitude of Cresceent Moon ) = 1 o 47 ' 29 '' = 1,8 o ( di atas ufuk / above the horizon )

5. Tinggi Lihat / Toposentris Hilal /ارتفاع الهلال المرئي / Apparent or Topocentric Altitude of the Crescent Moon = 1 o 38 ' 51 '' = 1,6 o ( di atas ufuk / above the horizon )

6. Lama Hilal di atas ufuk ( مكث الهلال فوق الأفق / Long of the Crescent ) = 0 º 7 ' 9 "

7. Azimuth Matahari ( سمت الشمس / Azimuth of the Sun ) = 290 o 45 ' 11 '' = 290,8 o

8. Azimuth Hilal ( سمت الهلال / Azimuth of the Crescent Moon ) = 286o 02' 16'' = 286,04 o

9. Posisi Hilal = 04 o 42 ' 55 '' atau 2,7 o di sebelah Selatan Matahari terbenam dalam keaadaan miring ke Utara sebesar 70 o 44 ' 27 '' atau 70,7 o

10. Lebar Nurul Hilal ( سمك الهلال / Crescent Width ) = 00 o 00 ' 3,6 '' = 0,06 Menit

11. Cahaya Hilal ( نور الهلال / Fraction of Illumination of the Crescent Moon ) = 0.18 %

12. Umur Bulan ( عمرالقمر / Age of the Crescet Moon ) = 0 hari 6 jam 28 menit 47 detik

13. Elongasi = 04 o 51 ' 37 '' atau 4,9 o

14. Magnitude (قدر النور / A Measure of Brightness of the Crescent Moon ) = -4,41

15. Jarak antara Bumi dan Matahari = 152020759 Km

16. Jarak antara Bumi dan Bulan = 391206,10 Km

17. Berdasarkan Ilmu Astronomi, Tinggi Lihat Toposentris Hilal tersebut di atas sebesar 1 o 38' 51 '' atau 1,6 o tidak mungkin untuk dilihat atau dirukyat, sehingga belum memenuhi kriteria “ Imkan ar-Ru’yat “. Dengan demikian : Awal Ramadhan 1433 H jatuh pada hari Sabtu Legi, tanggal 21 Juli 2012 M.

Wassalam

Inilah Tujuh Amalan Pembuka Pintu Rezeki


Setiap orang pasti mendambakan rezeki yang halal, baik, berkah, dan melimpah. Tentu, dengan rezeki tersebut seseorang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Dan untuk mendapatkannya, selain dengan bekerja keras secara ikhlas, tuntas dan cerdas, seseorang harus mengetahui amalan-amalan apa saja yang dapat memperlancar turunnya rezeki.

Pertama, bertaubat dan memperbanyak istighfar. Allah Swt. berfirman,“Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. Nuh:10 – 12). Dengan dalil ini, Imam Hasan Al-Bashri selalu menganjurkan kepada orang yang datang kepadanya karen masalah kekeringan, kemiskinan, kemandulan, paceklik dan lain sebagainya untuk selalu membaca istighfar.
Rasulullah Saw. juga bersabda, “Barangsiapa yang sering membaca istighfar, niscaya Allah akan menghilangkan segala kegundahan dan kesusahannya, serta dikaruniakan kepada rezeki yang tidak diduganya.”(HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)

Kedua, bertakwa. Yang dimaksud bertakwa di sini adalah menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Maka, bila kedua syarat ini telah terpenuhi dalam diri seorang muslim, dia berhak mendapatkan apa yang telah dijanjikan Allah Swt. melalui Kitab-Nya dan Sunnah Rasul-Nya.

Allah Swt. berfirman, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath-Thalaq: 2 – 3)
 “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf: 96) Menurut Ibnu Abbas Ra. maknanya adalah, Allah pasti akan menambahkan kebajikan serta memudahkan rezeki bagi mereka dalam segala hal.

Ketiga, tawakal. Makna tawakal menurut Imam Al-Ghazali adalah, menggantungkan hati kepada Allah semata. Jadi, tawakal adalah urusan hati sedangkan jasad ini berikhtiar dalam mencari nafkah. Allah Swt. berjanji bagi mereka yang bertawakal kepada-Nya bahwa Dia akan mencukupkan kebutuhan hidup mereka di dunia.
Allah Swt. berfirman, “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath-Thalaq: 3).
Rasulullah Saw. bersabda, “Kalau seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, maka kamu akan dlimpahkan rezeki sebagaimana burung-burung yang diberi rezeki. Mereka terbang di pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad)

Keempat, memfokuskan hidup untuk ibadah. Yaitu, hendaknya kita menjalani hidup ini dengan niat ibadah. Bila kita mencari nafkah, niatkanlah untuk beribadah kepada Allah. Bila kita bersilaturahmi ke rumah teman, niatkanlah untuk ibadah. Dan seterusnya. Bila hidup kita tujukan dalam rangka beribadah kepada Allah, maka Allah telah berjanji untuk memberi kita kekayaan dan menjauhi kita dari kemiskinan.
Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah Swt. telah berfirman, ‘Hani Bani Adam, konsentrasikanlah dirimu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku akan penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku penuhi tanganmu dengan rezeki! Hai Bani Adam, janganlah kamu menjauhi Aku! Karena jika kamu berusaha untuk menjauhi-Ku, niscaya Aku akan penuhi hatimu dengan kemiskinan dan Aku aka nisi tanganmu dengan kesibukan.” (HR. Hakim)

Kelima, silaturahim. Rasulullah Saw. bersabda, “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya maka sambunglah tali silaturahim.” (HR. Bukhari)
Imam Ibnu Abu Hamzah berkata, “Silaturahim itu dapat terjalin dengan adanya harta, atau menolong ketika dibutuhkan, mencegah dari bahaya, muka yang berseri-seri, dan dengan doa.” Itulah sarana silaturahim yang hendaknya kita amalkan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Keenam, sedekah. Allah Swt. berfirman, “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)
Betapapun sedikit apa yang kita sedekahkan dari apa yang Allah perintahkan kepada kita dan apa yang diperbolehkan-Nya, niscaya Dia akan menggantinya untuk kita di dunia, dan di akhirat kita akan diberi pahala dan ganjaran.

Ketujuh, berpagi-pagi dalam mencari nafkah. Rasulullah Saw. bersabda, “YaAllah, berkahilah umatku di pagi-pagi mereka.” Maka, doa Rasulullah Saw. ini pasti dikabulkan oleh Allah.
Jika mengutus pasukan, maka Panglima Islam Shakhar Al-Ghamidi mengutusnya dipagi hari. Dia seorang pedagang yang memulai dagangannya di pagi hari, maka dia kaya raya. (HR. Abu Daud).

Di waktu pagi ini, kita temukan apa yang tidak ada di waktu lain, bahkan dalam kecerahan dan kesegaran udaranya. Allah menjadikan waktu ini sebagai berkah dalam rezeki. Bahkan sebagian ulama salaf apabila melihat salah satu anaknya tidur di pagi hari,maka a akan membentaknya dan berkata, “Mengapa engkau tidur pada waktu di mana rezeki di bagi-bagikan?!”

Oleh: Abu Farras Mujahid, Bandung

Sejarah Yang Digelapkan : Islam Di Benua Amerika

Sejarah mereka telah digelapkan
Jika anda melawat Washington DC, pergilah ke Perpustakaan Kongres (Library of Congress). Disana anda boleh melihat perjanjian kerajaan Amerika Syarikat dengan suku Cherokee, iaitu salah satu suku Indian, tahun 1787. Pada perjanjian itu, anda akan menemui tanda tangan Ketua Suku Cherokee yang bernama Abde Khak dan Muhammad Ibnu Abdullah.
Isi perjanjian itu antara lain adalah mengenai hak suku Cherokee dalam menjalankan perdagangan, perkapalan, dan pemerintahan suku cherokee pada waktu itu adalah mengikut undang-undang Islam. Anda juga akan menemui pakaian suku Cherokee yang menutup aurat sedangkan kaum lelaki memakai turban (serban).
Kaum wanita suku Cherokee menutup aurat
Cara berpakaian ini boleh didapati di dalam gambar atau lukisan suku cherokee yang diambil gambarnya sebelum tahun 1832. Ketua suku Cherokee beragama Islam yang terakhir adalah Ramadan Ibnu Wati.
Gambaran pemakaian serban siku Cherokee
Bercakap tentang suku Cherokee, Sequoyah adalah salah seorang yang berpengaruh di dalam suku ini. Beliau adalah orang asli suku cherokee yang berpendidikan dan menghidupkan kembali Syllabary suku mereka pada 1821. Syllabary adalah seperti aksara. Jika kita sekarang mengenal abjad A hingga Z, maka suku Cherokee mempunyai aksaranya yang tersendiri.
Acuan gangsa Seqvoyah di Perpustakaan Kongres
Yang menariknya adalah aksara yang dihidupkan kembali oleh Sequoyah ini amat mirip dengan bahasa Arab. Bahkan, beberapa tulisan masyarakat cherokee abad ke-7 yang ditemui pada batuan di Nevada terpahat kata yang sangat mirip dengan kata "Muhammad" dalam bahasa Bahasa Arab.
Nama-nama suku Indian yang berasal dari bahasa Arab tidak hanya ditemui pada suku Cherokee (Shar-kee) shaja tetapi juga ditemui di dalam suku Anasazi, Apache, Arawak, Makah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu, dan Zuni.
Suku Makah yang menutup aurat
Gadis Zuni, 1903
Selain itu, beberapa ketua suku Indian juga mengenakan penutup kepala khas orang Islam seperti ketua Suku Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago, dan Yuchi. Ini semua dapat dilihat pada foto-foto di antara tahun 1835 dan 1870.
Klik gambar untuk besarkan
Secara umumnya, suku-suku Indian di Amerika percaya adanya Tuhan yang menguasai alam semesta. Bagi mereka, tuhan tidak dapat dilihat oleh panca indera. Mereka juga yakin bahawa tugas utama manusia yang diciptakan Tuhan adalah untuk memuja dan menyembah-Nya.
Seperti kata-kata seorang ketua Suku Ohiyesa: "In the life of the Indian, there was only inevitable duty. The duty of prayer and the daily recognition of the Unseen and the Eternal".
Bukankah Al-Qur'an juga memberitakan bahawa tujuan penciptaan manusia dan jin semata-mata untuk beribadah pada Allah.
Sejarah Islam Dan Suku Indian Cheeroke
Sejarah hubung kait islam dan penduduk Red Indian Amerika ini adalah panjang. Semangat orang-orang Islam dan China ketika itu untuk mengenal lebih jauh tentang dunia selain untuk melebarkan pengaruh, mencari sumber dan jalan perdagangan baru dan ini menyebabkan dakwah Islam semakin meluas dan mendorong mereka untuk lebih berani melintasi kawasan yang masih dianggap gelap dalam peta-peta mereka waktu itu. Sebagai contoh adalah Cheng Ho (nama islamnya Hajji Mahmud Shamsuddin) dan Ibnu Batutta. Selain itu terdapat juga pelayar-pelayar Islam yang lain tetapi tidak tercatat pada buku -buku akademik.
Cheng Ho @ Zheng He @ Hajji Mahmud Shamsuddin
Para ahli geografi dan intelektual dari kalangan muslim yang mencatatkan perjalanan ke benua Amerika adalah Abul-Hassan Ali Ibn Al Hussain Al Masudi (meninggal tahun 957), Al Idrisi (meninggal tahun 1166), Chihab Addin Abul Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300-1384) dan Ibn Battuta (meninggal tahun 1369).
Menurut catatan ahli sejarah dan ahli geografi Muslim Al Masudi (871-957), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad adalah seorang penjelajah muslim dari Cordoba di Andalusia, telah sampai ke benua Amerika pada tahun 889 Masihi. Dalam bukunya, 'Muruj Adh-dhahab wa Maadin al-Jawhar' (The Meadows of Gold and Quarries of Jewels), Al Masudi melaporkan bahawa semasa pemerintahan Khalifah Sepanyol Abdullah Ibn Muhammad (888-912), Khashkhash Ibn Saeed Ibn Aswad berlayar dari Delba (Palos) pada tahun 889, menyeberangi Lautan Atlantik hingga menemui wilayah yang asing dan disebutnya sebagai Ard Majhoola. Kemudian beliau kembali dengan membawa pelbagai barangan yang menakjubkan. Selepas penemuan itu, banyak pelayaran menuju daratan di seberang Lautan Atlantik dilakukan. Al Masudi juga menulis buku 'Akhbar Az Zaman' yang memuat bahan-bahan sejarah dari pengembaraan para pedagang ke Afrika dan Asia.
Dr. Youssef Mroueh juga menulis bahawa semasa pemerintahan Khalifah Abdul Rahman III (tahun 929-961) dari dinasti Umayah, tercatat adanya orang-orang Islam dari Afrika yang berlayar dari pelabuhan Delba (Palos) di Sepanyol menuju ke barat lautan yang gelap dan berkabut , iaitu Lautan Atlantik. Setelah itu mereka berjaya kembali pulang ke Palos dengan membawa barang-barang bernilai yang diperolehnya dari tanah yang begitu asing pada masa dulu. 
Palos, Sepanyol
Beliau juga menulis menurut catatan ahli sejarah Abu Bakr Ibn Umar Al-Gutiyya bahawa pada masa pemerintahan Khalifah Sepanyol, Hisham II (976-1009) seorang pelayar dari Granada bernama Ibn Farrukh tercatat meninggalkan pelabuhan Kadesh pada bulan Februari tahun 999 melintasi Lautan Atlantik dan mendarat di Gando (Kepulaun Canary). 
Ibn Farrukh mengunjungi Raja Guanariga dan kemudian meneruskan pelayarannya ke barat sehingga melihat dua pulau dan menamakannya Capraria dan Pluitana. Ibn Farrukh kembali ke Sepanyol pada bulan Mei 999.
Pelayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maghribi juga dicatat oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya bertolak dari Tarfaya di Maghribi pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286-1307) raja keenam dalam dinasti Marinid. Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Caribbean pada tahun 1291. Menurut Dr. Morueh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan rujukan oleh para saintis Islam. 
Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu juga pernah melakukan pelayaran sehingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300-1384) telah memerincikan eksplorasi geografi ini. Timbuktu yang berada di tengah-tengah afrika kini dilupakan, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan pusat keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan baik menuju ke Timbuktu ataupun bermula dari Timbuktu. 
Lokasi Timbuktu
Sultan yang tercatat akan eksplorasinya hingga ke benua baru waktu itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285-1312), iaitu saudara Sultan Mansa Kankan Musa (1312-1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintasi Lautan Atlantik sehingga ke Amerika dan menyusuri sungai Mississippi. 
Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi di antara tahun 1309-1312. Para eksplorasi ini berbahasa Arab. Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika dilakarkan di dalam peta berwarna Piri Re'isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I tahun 1517.
 Peta Piri Re'isi
Perbandingan peta Piri Re'isi dengan peta sebenar
Kisah Columbus Menemui Benua Amerika

Berbalik kepada cerita Columbus, Columbus sendiri mengetahui bahawa orang-orang Carib (Caribbean) adalah pengikut Nabi Muhammad. Orang-orang Islam telah berada di sana sebelum ketibaan Columbus terutama orang-orang dari Pantai Barat Afrika. Mereka mendiami Caribbean, Amerika Utara dan Selatan. Namun tidak seperti Columbus yang ingin menguasai dan memperhambakan rakyat Amerika. Orang-orang Islam datang untuk berniaga dan ada juga yang mengahwini orang-orang pribumi.

Columbus juga mengakui pada 21 Oktober 1492 dalam pelayarannya antara Gibara dan Pantai Cuba telah melihat sebuah masjid (yang berada di atas bukit dengan indahnya menurut sumber tulisan lain). Sisa-sisa runtuhan masjid telah ditemui di Cuba, Mexico, Texas dan Nevada. Ini sekaligus menjadi bukti kukuh bahawa Islam telah lama bertapak di sana.

Dan fakta yang perlu kita ketahui adalah 2 orang nahkoda kapal yang dipimpin oleh Columbus iaitu kapten kapal Pinta dan Nina adalah orang-orang muslim iaitu Martin Alonso Pinzon dan Vicente Yanex Pinzon. Mereka berdua adalah bersaudara dan mempunyai kaitan persaudaraan dengan Sultan Maghribi Abuzayan Muhammad III (1362). [THACHER, JOHN BOYD: Christopher Columbus, New York 1950]
 Martin Alonso Pinzon
Vicente Yanex Pinzon

Kenapa hanya Columbus yang dikenali sebagai orang yang menjumai benua amerika? Kerana pada waktu itu kaum yahudi diusir dari sepanyol (sebanyak 300,000 orang yahudi yang diusir oleh raja Ferdinand). Orang-orang Yahudi mengumpul dana untuk pelayaran Columbus dan berita 'penemuan benua Amerika' telah diberitahu oleh Christopher Columbus kepada kawan-kawannya yang beragama Yahudi di Sepanyol.

Pelayaran Columbus ini telah dijadikan popular dan kisah ini diperlukan untuk menciptakan legenda sesuai dengan kehendak Yahudi yang ingin menguasai dunia. Tidak menghairankan jika sejarah yang kita pelajari sekarang menipu kita. Ini disebabkan semua media gergasi dunia dikuasai golongan Yahudi.

Fakta-fakta diatas memperlihatkan ketidak-jujuran penulisan fakta sejarah tentang penemuan benua Amerika. Penyelewengan sejarah oleh orang-orang Yahudi yang terjadi sejak pertama kali mereka bersama-sama orang-orang Eropah menjejakkan kaki di benua Amerika.
Laksamana Zheng He (Cheng Ho)
Tahukah anda? sebenarnya laksamana Zheng He atau lebih dikenali sebagai laksamana Cheng Ho di Malaysia dan Indonesia merupakan orang pertama yang menjumpai benua amerika, sekitar 70 tahun sebelum Columbus. Sekitar 70 tahun sebelum Columbus memacakkan benderanya di daratan Amerika, Laksamana Zheng He sudah terlebih dahulu sampai ke sana. 
Salinan peta dunia hasil pelayaran Zheng Ho, lukisan asal pada tahun 1418
Para peserta seminar yang dianjurkan oleh Royal Geographical Society di London beberapa tahun lalu dihidangkan dengan satu fakta yang mengejutkan. Seorang ahli kapal selam dan sejarawan bernama Gavin Menzies telah memberikan hujah dan kertas kerja mengenai kajiannya terhadap siapa orang yang pertama menjumpai benua Amerika.
Pada seminar itu, Menzies menjelaskan bukti tentang pelayaran terkenal dari pelaut mahsyur berasal dari Cina, Laksamana Zheng He. Bersama bukti-bukti yang ditemui dari catatan sejarah, Menzies memberi kesimpulan bahawa pengembara terulung dari dinasti Ming itu adalah orang yang pertama menemui benua Amerika, bukannya Columbus.
Menurut Menzies, Zheng He 'mengalahkan' Columbus dengan tempoh beza waktu sekitar 70 tahun. Kenyataan Menzies ini dikuatkan dengan sejumlah bukti sejarah. Menzies menunjukkan peta dunia yang dilukis sebelum Columbus memulakan ekspedisinya (gambar di atas). Peta itu lengkap dengan gambar benua Amerika serta sebuah peta astronomi milik Zheng He.
Menzies melakukan kajian selama lebih dari 14 tahun. Ini termasuk kajian peta-peta kuno, bukti artifak dan juga pengembangan dari teknologi astronomi moden seperti melalui program software Starry Night.
Dari bukti-bukti yang diperolehi, Menzies mengatakan bahawa sebahagian besar peta mahupun tulisan pelayaran China kuno bersumber pada pelayaran Laksamana Zheng He. Penjelajahannya sehingga mencapai benua Amerika mengambil waktu antara tahun 1421 dan 1423. Sebelum itu, armada kapal Zheng He berlayar menyusuri jalur selatan melalui Afrika dan sampai ke Amerika Selatan.
Perbandingan armada Zheng He dan Colombus
Selama ini, masyarakat dunia mengetahui sejarah Zheng He sebagai penjelajah ulung tetapi tidak mendalami lebih dari itu. Dia lahir di Kunyang, kota yang berada di sebelah barat daya Negeri Yunnan, pada tahun 1371. Keluarganya yang bernama Ma, adalah sebahagian daripada warga minoriti Semur. Mereka berasal dari kawasan Asia Tengah serta menganut agama Islam.
Ayah dan datuk Zheng He diketahui pernah mengadakan perjalanan haji ke Tanah Suci Makkah. Zheng He adalah seorang Muslim yang taat.
Yunan adalah salah satu wilayah terakhir pertahanan bangsa Mongol, yang sudah lama wujud sebelum zaman dinasti Ming. Pada waktu dinasti Ming menguasai Yunan tahun 1382, Zheng He turut ditawan dan dibawa ke Nanjing. Ketika itu dia masih berusia 11 tahun.
Beberapa tahun selepas itu, Maharaja Cina telah memberikan nama Zheng He kepadanya hingga akhirnya dia menjadi salah satu panglima laut paling termashyur di dunia
untuk lebih jelasnya lihat video dibawah ini: Muslims In American History : A Forgotten Legacy