Showing posts with label Hukum. Show all posts
Showing posts with label Hukum. Show all posts

Inilah Kontroversi Lady Gaga di Sejumlah Negara



konser lady gaga gagal, Gubernur Bali siap bila konser Lady Gaga dipindahkan. Kebudayaan negara harus di lindungi dan diamankan.

Kontroversi penyelenggaraan konser Lady Gaga “Born This Way Ball“ bukan cuma terjadi di Indonesia. Jauh sebelumnya, penyanyi bernama asli Stefani Joanne Angelina Germanotta ini sudah mencuatkan respons negatif di sejumlah negara, terutama karena lirik lagunya yang dinilai vulgar dan memuja simbol-simbol tertentu.

Pada Juni 2011, misalnya, Pemerintah Lebanon sepakat untuk melarang peredaran album Lady Gaga Born This Way dan merazia toko-toko yang menjual rekaman tersebut. “Album itu menyerang umat Kristen,“ demikian alasan pejabat Lebanon, seperti dikutip Guardian.

Salah satu yang kontroversial dalam lagu itu adalah “Judas“. Sebelum pelarangan secara nasional di Lebanon, umat Kristen Katolik Lebanon memang sudah memprotes pada sejumlah stasiun radio agar tidak lagi memutar lagu tersebut ataupun lagu lainnya dari Lady Gaga.

“Sebut kami tradisional atau terbelakang atau apa pun yang mereka mau. Tapi, tetap saja kami tidak menerima kalau ada yang menghina Maryam, Yesus, atau Kristen. Kami tidak terima!“ kata Abdo Abu Kassm, direktur Catholic Information Centre Lebanon.

Di Cina juga demikian.
Pejabat Kementerian Cina pada Agustus tahun lalu merilis daftar lagu dan artis yang bakal kena sensor. Salah satunya adalah Lady Gaga.

Menurut Pemerintah Cina, “Kebudayaan negara harus di lindungi dan
diamankan.

Lagu-lagu yang bisa memengaruhi keamanan budaya negara harus dibersihkan dan diatur,” demikian kutip Guardian.

Selain Lady Gaga, lagu yang juga dilarang diputar di Cina adalah milik Katy Perry, Britney Spears, Guns n Roses, Owl City, Simple Plan, Nata lie Walker, Eminem, Christina Aguilera, dan Kyle Minogue.

Sensor serupa juga dilakukan Malaysia atas beberapa lagu penyanyi yang lulusan sekolah Katolik ini.
Reaksi lebih keras tidak hanya pada lagu, tetapi baru terjadi pada penyelenggaraan konser Lady Gaga awal tahun ini. Meski akhirnya, konser Lady Gaga di Korea Selatan dan Filipina tetap digelar dengan batasan-batasan tertentu. Kelompok Kristen Katolik Korea Selatan, Civilians Network, memprotes konser Lady Gaga di arena pertunjukan dengan menyatakan acara tersebut mempromosikan pornografi dan homoseksualitas.

Pemerintah Korsel mendengarkan protes minoritas tersebut dan melarang penonton di bawah umur 18 tahun menyaksikan konser Lady Gaga. “Sebagian masyarakat bisa menerima konsep yang dikatakan Lady Gaga, tapi dampaknya itu jauh melebihi nyanyian Lady Gaga dan debat-debat,” kata Yoon Junghoon, pendeta Katolik.

Di Filipina, Lady Gaga juga ‘melawan’ otoritas setempat yang sudah melarangnya untuk tidak membawakan lagu yang mengandung unsur menghina agama, menyembah setan, ataupun menampilkan ketelanjangan. Namun, terhadap larangan ini, Lady Gaga berteriak, “Saya bukan boneka Pemerintah Filipina!” Lalu, ia menyanyikan lagu “Judas” yang kontroversial bagi umat Kristen dan di susul lagu “Born This Way”, lagu yang dianggap lagu kebangsaan kaum homoseksual.

Pemuka agama Kristen Katolik Filipina juga sempat heboh sebelum konser Lady Gaga dimulai. Uskup Filipina Ramon Arguelles sampai menganjurkan agar masyarakat membatalkan konser itu karena fans Lady Gaga tak tahu kalau mereka sudah jatuh ke tangan setan.

Di Indonesia, kontroversi serupa juga merebak jelang konsernya di Jakarta awal Juni ini. Namun, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika mengaku menerima bila Lady Gaga memindahkan konser nya ke Bali. “Saya kira tidak masalah sepanjang Lady Gaga mengikuti apa yang kita tentukan. Jangan sampai menyinggung atau merusak nor a di Bali atau Indonesia,” katanya. ■ antara ed: stevy maradona 

Gunung Salak dan Mitos Prabu Siliwangi

Gunung Salak kini menjadi buah bibir. Gunung yang terletak di Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu kembali ramai dibicarakan setelah pesawat Sukhoi Superjet 100 yang ditumpangi oleh 45 orang jatuh di lerengnya. Belum diketahui secara pasti kondisi 45 penumpang itu. namun, berbagai dugaan pun muncul mengenai tragedi sukhoi ini. seperti kami posting sebelumnya Tragedi Sukhoi Gunung Salak Karena Sabotase (?)
pun mencuat kepermukaan.

Nah, sekarang muncul lagi dugaan akan pengaruh hal gaib pada tragedi ini.
Banyaknya kecelakaan yang terjadi di Gunung Salak, semakin menguatkan mitos bahwa gunung berapi ini angker. Terlebih, sebagian warga setempat ada yang masih percaya bahwa Gunung Salak adalah tempat yang suci, tempat terakhir kemunculan Prabu Siliwangi, raja Padjajaran, kerajaan Hindu terakhir di Jawa Barat.

Penelusuran merdeka, Jumat (11/5), sebuah pura juga dibangun di lereng Gunung Salak. Pura Parahyangan Agung Jagatkarta Tamansari Gunung Salak ini konon dibangun sebagai penghormatan terhadap Prabu Siliwangi dan para prajuritnya yang menghilang di Gunung Salak dan menjelma menjadi macan.

Masyarakat sekitar juga sering menemukan hal-hal gaib di kawasan Gunung Salak ini yang berhubungan dengan Prabu Siliwangi. Sebelum membangun pura ini pada 1995, umat Hindu terlebih dahulu membangun candi dengan patung macan berwarna putih dan hitam. Di lokasi inilah, diyakini Prabu Siliwangi menghilang dan berubah wujud menjadi macan.

Kenapa memilih di lokasi itu dibangun pura? Konon, pada tahun 1981 silam, tempat tersebut dikenal sebagai Batu Menyan. Batu menyan ini setiap harinya mengeluarkan asap. Konon masyarakat sekitar setiap hari melihat cahaya putih, dan sinar terang dari angkasa, kemudian turun ke batu.

Dengan mitos tersebut, tak heran Gunung Salak jadi terkenal angker. Banyak pendaki yang hilang lantaran tersesat. Selama ini, tak sedikit pendaki Gunung Salak mengaku ada yang mendengar gamelan atau pun melihat penampakan-penampakan mahluk halus saat mendaki Gunung Salak. Para pendaki pun disarankan untuk tidak mengucapkan kata-kata kotor atau kasar selama perjalanan. Tujuannya untuk menghindari gangguan 'lelembut' penunggu Gunung Salak.

Tak sedikit pula terjadi kecelakaan pesawat yang jatuh di Gunung Salak. Kecelakaan ini pun disangkut-pautkan hal-hal gaib, termasuk kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100.

Gunung Salak adalah gunung berapi yang mempunyai beberapa puncak, di antaranya Puncak Salak I dan Salak II. Letak astronomis puncak gunung ini ialah pada 6°43' LS dan 106°44' BT. Tinggi puncak Salak I 2.211 m dan Salak II 2.180 m dpl. Ada satu puncak lagi bernama Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 m dpl.[ren:merdeka.com] semua yang terjadi adalah takdir atau atas izin Allah SWT. kita hanya ber-ikhtiar supaya hal serupa tidak terulang lagi. kita tunggu saja hasil investigasinya.



incoming keywords: - Nasional - Iklan - Bisnis - Korban - Usaha Salak - Tragedi Sukhoi - Peluang - Selamat - Jualan - Jasa - Pilot - Belajar - Ilmu - Wanita - Pramugari - Uang - Dana - Hidup

Inilah Pandangan ASNLF Terhadap Pilkada Aceh


Oleh Ariffadhillah [Ketua Presidium Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF)]


Pesta demokrasi telah berakhir dan rakyat Acheh baru saja melaksanakan hak-hak demokrasi mereka untuk memilih posisi gubernur, bupati dan walikota dalam pemilu pada 9 April yang lalu. Hampir 7 tahun setelah penanda tangani Nota Kesepahaman, yang mengakhiri perang antara pemerintah Indonesia dan Gerakan Acheh Merdeka (GAM), sekali lagi rakyat Acheh menjalani salah satu periode paling sulit dalam masa-masa damai ini.

Meskipun penampilan yang keterlaluan menjelang pemilu dan selama masa-masa kampanye, calon dari bekas kombatan yang tergabung dalam Partai Acheh yaitu Zaini Abdullah-Muzakkir Manaf menang secara mutlak atas kandidat lainnya, termasuk Irwandi Yusuf yang maju melalui jalur independen, walaupun ia didukung oleh mayoritas bekas komandan-komandan lapangan GAM.

Pemilu yang secara terang-terangan dinodai oleh berbagai kekerasan termasuk serangkaian pembunuhan yang bermotive politik, ancaman-ancaman dan intimidasi yang luas, pengrusakan kendaraan calon saingan dan segala macam muslihat kotor lainnya. 

Dengan kemenangan ini, Partai Acheh, yang digambarkan oleh International Crisis Group sebagai satu "partai otokratis, hampir menyerupai sistem feodal yang tidak menerima ada perbedaan pendapat", sekarang mengontrol penuh badan legislatif dan eksekutif. (Acheh’s bloodstained elections, GlobalPost, 6 April 2012).

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Nyak Arief Fadhillah lebih lanjut menegaskan bahwa Partai Acheh mengintimidasi para pemilih hampir di seluruh wilayah, memaksa mereka untuk memilih kandidat dari partai itu. "Kami mendapat laporan intimidasi dari hampir semua daerah. Di Pidie, misalnya, seorang petugas TPS memberikan suara tiga kali. Kami masih mengumpulkan lebih banyak bukti untuk mendukung dakwaan kami bahwa intimidasi terjadi secara besar-besaran," katanya. (Paswaslu: Intimidasi Terjadi di Hampir seluruh Daerah, Achehkita.com, 10 April 2012).

Asian Network For Free Elections (ANFREL), dalam laporan awalnya tanggal 11 April, sangat kritis terhadap bagaimana pemilu ini berlangsung. Para pengamat dari organisasi ini menyatakan, bahwa ancaman-ancaman melalui SMS telah dilaporkan kepada pihak pengamat pemilu di berbagai wilayah, tetapi tidak ada tindakan lebih lanjut. 

Damaso Magbual, ketua ANFREL, melaporkan tentang penyimpangan-penyimpangan selama hari pemungutan suara, seperti satu kejadian dimana seorang anggota legislatif setempat tiba di sebuah tempat pemilihan dan memerintahkan para pemilih untuk memilih calon tertentu. Jenis ancaman seperti ini menjadi lebih buruk lagi, seperti dalam satu kasus yang diamati oleh ANFREL, para pelaku adalah tokoh "kuat dan terkenal". (Acheh Election Office Attacked Amid Claims of Vote Buying, The Jakarta Globe, 11 April 2012).

Acheh-Sumatra National Liberation Front (ASNLF) sudah sepatutnya khawatir tentang perkembangan dan situasi masa depan di Acheh, khususnya tentang keamanan anggota-anggotanya yang masih berkeinginan kuat mewujudkan kemerdekaan Acheh. Sejarah menunjukkan bahwa pihak-pihak pejabat masa depan Acheh belum mampu menyesuaikan dirinya ke dalam suasana pasca konflik dan masih memiliki perilaku-perilaku yang tercela.

Masalah hak asasi manusia
Di Acheh, hak asasi manusia telah dianggap sebagai sesuatu untuk masa lampau. Meskipun telah ditetapkan dalam pasal 2.2 dan 2.3 dalam Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki bahwa "Pengadilan HAM" dan "Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi" akan dibentuk di Acheh, namun sejauh ini belum ada kejelasannya setelah hampir 7 tahun kesepahaman damai tersebut ditanda-tangani. Yang terjadi sekarang adalah pelaku-pelaku telah berupaya melarikan diri dari keadilan dengan rekonsiliasi di antara mereka-mereka sendiri dan mengampuni dan melupakan pelanggaran masa lalu, termasuk pelanggaran HAM berat dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang tak terhitung jumlahnya selama konflik.

Rekonsiliasi memang telah terjadi antara bekas kombatan (GAM) dan militer Indonesia. Tapi tidak ada upaya semacam itu dilakukan antara mantan kombatan dan orang Acheh sendiri dan antara militer Indonesia dengan pihak korban pelanggaran HAM. 

Harapan yang tinggi untuk membentuk komisi yang disebutkan di atas, untuk membawa para pelaku ke pengadilan menjadi semakin jauh setelah dua bekas panglima militer indonesia untuk Acheh, Jenderal Sunarko dan Mayjen Jalil Yusuf bergabung secara aktif dengan Partai Acheh dalam masa kampanye untuk memenangkan kandidatnya. Menurut berita salah satu media lokal, kedua pejabat tinggi militer tersebut, yang terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia selama konflik, hampir dipastikan akan tinggal di Acheh sebagai penasehat untuk pemerintah Acheh yang baru.

Gagasan untuk membawa para pelaku pelanggaran HAM ke pengadilan telah berlangsung lama dan terus-menerus disuarakan oleh rakyat Acheh untuk menuntut kebrutalan-kebrutalan yang tidak terkatakan yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Indonesia terhadap rakyat Acheh dalam tiga dekade terakhir ini. Tetapi dengan perkembangan akhir-akhir ini, Acheh sekali lagi jatuh dalam cengkeraman besi pihak Jakarta melalui tangan-tangan bekas jenderal yang penuh berlumuran darah.

Masalah Politik
ASNLF yang didirikan oleh Dr. Tengku Hasan di Tiro pada tahun 1976, adalah satu-satunya front perjuangan pembebasan yang sah, yang berdasarkan pada sejarah, hukum internasional dan konvensi, yang terus memperjuangkan kemerdekaan Acheh dari neo-kolonialisme Indonesia. Kami percaya bahwa akar permasalahan Acheh adalah permasalahan politik dan ini harus diselesaikan secara politik. Oleh karena itu, tanpa kembali ke akar persoalan, pelanggaran-pelanggaran HAM di Acheh tidak akan pernah terperbaiki. Masalah Acheh harus diselesaikan melalui prinsip-prinsip dari hak penentuan nasib sendiri rakyat Acheh untuk menentukan masa depan mereka sendiri.

Sekitar 60 tahun yang lalu, negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengadopsi sebuah resolusi yang berkaitan untuk memecahkan masalah hak asasi manusia: "Hak orang-orang dan bangsa-bangsa untuk menentukan nasib sendiri adalah satu persyaratan awal untuk merealisasi penuh hak asasi manusia" (Resolusi PBB 637-A, 16 Desember 1952). Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa tidak akan ada perdamaian tanpa keadilan dan tidak akan ada keadilan tanpa rasa hormat kepada hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasan yang mendasar. Dan hak-hak asasi manusia tidak dapat sepenuhnya terwujud bila hak suatu bangsa untuk menentukan nasib sendiri tidak diindahkan.

ASNLF sangat prihatin, bahwa perkembangan politik setelah pemilihan umum akan menciptakan ketidakpuasan yang kuat di antara calon-calon yang kalah dengan tidak adil, yang pada gilirannya dapat menyebabkan ketidakstabilan dan mungkin menyebabkan konflik kambuh lagi.

Situasi politik di tanah air kami adalah sedemikian rupa sehingga dalam masa-masa damai ini masih terlalu banyak masalah yang harus diselesaikan. Dan kami tidak punya alasan untuk mempercayai, bahwa situasi di Acheh ke depan akan dapat menjamin adanya perlindungan dari tekanan-tekanan dan intimidasi terhadap hak-hak politik orang Acheh dan identitas bangsa Acheh. Oposisi belum merasa aman hidup di Acheh.
 
http://theglobejournal.com/opini/pilkada-aceh-di-mata-acheh-sumatra-national-liberation-front/index.php

http://www.asnlf.org/

Kisah | Dakwah Dusta Dalam Selingan Cinta

Ada sebuah kisah cantik yang dikutip oleh Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan dalam Taujih Ruhiyah-nya. Kisah menarik ini, atau yang semakna dengannya juga termaktub dalam karya agung Ibnul Qayyim Al Jauziyah yang khusus membahas para pencinta dan pemendam rindu, Raudhatul Muhibbin.

Ini kisah tentang seorang gadis yang sebegitu cantiknya. Dialah sang bunga di sebuah kota yang harumnya semerbak hingga negeri-negeri tetangga. Tak banyak yang pernah melihat wajahnya, sedikit yang pernah mendengar suaranya, dan bisa dihitung jari orang yang pernah berurusan dengannya. Dia seorang pemilik kecantikan yang terjaga bagaikan bidadari di taman surga.

Sebagaimana wajarnya, sang gadis juga memendam cinta. Cinta itu tumbuh, anehnya, kepada seorang pemuda yang belum pernah dilihatnya, belum pernah dia dengar suaranya, dan belum tergambar wujudnya dalam benak. Hanya karena kabar. Hanya karena cerita yang beredar. Bahwa pemuda ini tampan bagai Nabi Yusuf zaman ini. Bahwa akhlaqnya suci. Bahwa ilmunya tinggi. Bahwa keshalihannya membuat iri. Bahwa ketaqwaannya telah berulangkali teruji. Namanya kerap muncul dalam pembicaraan dan doa para ibu yang merindukan menantu.

Gadis pujaan itu telah kasmaran sejak didengarnya sang bibi berkisah tentang pemuda idaman. Tetapi begitulah, cinta itu terpisah oleh jarak, terkekang oleh waktu, tersekat oleh rasa asing dan ragu. Hingga hari itu pun tiba. Sang pemuda berkunjung ke kota si gadis untuk sebuah urusan. Dan cinta sang gadis tak lagi bisa menunggu. Ia telah terbakar rindu pada sosok yang bayangannya mengisi ruang hati. Meski tak pasti adakah benar yang ia bayangkan tentang matanya, tentang alisnya, tentang lesung pipitnya, tentang ketegapannya, tentang semuanya. Meski tak pasti apakah cintanya bersambut sama.

Maka ditulisnyalah surat itu, memohon bertemu.

Dan ia mendapat jawaban. ”Ya”, katanya.

Akhirnya mereka bertemu di satu tempat yang disepakati. Berdua saja. Awal-awal tak ada kata. Tapi bayangan masing-masing telah merasuk jauh menembus mata, menghadirkan rasa tak karuan dalam dada. Dan sang gadis yang mendapati bahwa apa yang ia bayangkan tak seberapa dibanding aslinya; kesantunannya, kelembutan suaranya, kegagahan sikapnya. Ia berkeringat dingin. Tapi diberanikannya bicara, karena demikianlah kebiasaan yang ada pada keluarganya.

”Maha Suci Allah”, kata si gadis sambil sekilas kembali memandang, ”Yang telah menganugerahi engkau wajah yang begitu tampan.

”Sang pemuda tersenyum. Ia menundukkan wajahnya. ”Andai saja kau lihat aku”, katanya, ”Sesudah tiga hari dikuburkan. Ketika cacing berpesta membusukkannya. Ketika ulat-ulat bersarang di mata. Ketika hancur wajah menjadi busuk bernanah. Anugerah ini begitu sementara. Janganlah kau tertipu olehnya.”

”Betapa inginnya aku”, kata si gadis, ”Meletakkan jemariku dalam genggaman tanganmu.”

Sang pemuda berkeringat dingin mendengarnya. Ia menjawab sambil tetap menunduk memejamkan mata. ”Tak kurang inginnya aku berbuat lebih dari itu. Tetapi coba bayangkan, kulit kita adalah api neraka; yang satu bagi yang lainnya. Tak berhak saling disentuhkan. Karena di akhirat kelak hanya akan menjadi rasa sakit. dan penyesalan yang tak berkesudahan.”

Si gadis ikut tertunduk. ”Tapi tahukah engkau”, katanya melanjutkan, ”Telah lama aku dilanda rindu, takut, dan sedih. Telah lama aku merindukan saat aku bisa meletakkan kepalaku di dadamu yang berdegub. Agar berkurang beban-beban. Agar Allah menghapus kesempitan dan kesusahan.”

”Jangan lakukan itu kecuali dengan haknya”, kata si pemuda. ”Sungguh kawan-kawan akrab pada hari kiamat satu sama lain akan menjadi seteru. Kecuali mereka yang bertaqwa.”

Kita cukupkan sampai di sini sang kisah. Mari kita dengar komentar Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan tentangnya. ”Apa yang kita pelajari dari kisah ini?”, demikian beliau bertanya. ”Sebuah kisah yang indah. Sarat dengan ’ibrah dan pelajaran. Kita lihat bahwa sang pemuda demikian fasih membimbing si gadis untuk menghayati kesucian dan ketaqwaan kepada Allah.”

”Tapi”, kata beliau memberi catatan. ”Dalam kisah indah ini kita tanpa sadar melupakan satu hal. Bahwa sang pemuda dan gadis melakukan pelanggaran syari’at. Bahwa sang pemuda mencampuradukkan kebenaran dan kebathilan. Bahwa ia meniupkan nafas da’wah dalam atmosfer yang ternoda. Dan dampaknya bisa kita lihat dalam kisah; sang gadis sama sekali tak mengindahkan da’wahnya. Bahkan ia makin berani dalam kata-kata; mengajukan permintaan-permintaan yang makin meninggi tingkat bahayanya dalam pandangan syari’at Allah.”

Ya. Dia sama sekali tak memperhatikan isi kalimat da’wah sang pemuda. Buktinya, kalimatnya makin berani dan menimbulkan syahwat dalam hati. Mula-mula hanya mengagumi wajah. Lalu membayangkan tangan bergandengan, jemarinya menyatu bertautan. Kemudian membayangkan berbaring dalam pelukan. Subhanallah, bagaimana jika percakapan diteruskan tanpa batas waktu?

”Kesalahan itu”, kata Syaikh ’Abdullah Nashih ’Ulwan memungkasi, ”Telah terjadi sejak awal.” Apa itu? ”Mereka berkhalwat! Mereka tak mengindahkan peringatan syari’at dan pesan Sang Nabi tentang hal yang satu ini.”

Ya. Mereka berkhalwat! Bersepi berduaan. Ya. Sang pemuda memang sedang berda’wah. Tapi, ini adalah DAKWAH DUSTA! DAKWAH DUSTA! DAKWAH DUSTA!!!

Di jalan cinta para pejuang, kita harus menjaga diri atas hubungan2 antara manusia. Bahwa berbicaranya wanita dan lelaki memiliki adab2 tersendiri. Bahwa di antara kata2, ada yang berubah menjadi sihir berbahaya. Ketika kata2 bernada menjadi pembicaraan khusus, maka ia berdenting, meresonansi dawai2 syahwat dalam hati.

Di jalan cinta para pejuang kita lalu tahu, bahwa dekatnya fisik dan panjangnya interaksi tak dianjurkan ketika kita berkomitmen menjaga kesucian diri. Maka, mari kita hati-hati terhadap jebakan syaithan. Karena yang tampak indah selalu harus diperiksa dengan ukuran kebenaran.

taken from: Jalan Cinta Para Pejuang/Cinta Bersujud Di Mihrab Taat/Selingan Cinta dari Khazanah Lama by Salim A. Fillah

Gempa Aceh 11 April 2012 Adalah Gempa Buatan (?)


saya sendiri sebagai admin ikhwanesia.com tidak percaya bahwa berita ini benar. saya rasa bagi yang mengatakan gempa yang menimpa aceh adalah gempa buatan saya rasa terlalu lebay. namun,saya hanya ingin berbagi info kepada para pembaca sekalian, artikel ini saya dapatkan dari internet. berikut kutipannya. ==>

"Pada pukul 15.15 WIB 11 April lokasi pantai barat daya aceh terlihat gambar bentuk aneh di awan , gambar hampir mirip seperti ini :

klik this 

Di waktu bersamaan   seluruh aliran listrik mati padahal generator turbin pln hidup , barang elektronik lain nya pun mati seperti handphone ,radio dan  jam digital

Pukul 16.00 wib gempa mulai terasa dengan kekuatan 8,9 skala richter
Semua itu adalah ciri ciri penggunaan senjata  terbaru yang berteknologi tinggi milik amerika serikat yang bernama ” HAARP” . hal yang paling menguatkan adalah adanya efeck gelombang elektromagnetik yang terjadi didaerah kawasan sebelum gempa . itu semua disinyalir karena efeck energi harrp yang mampu membuat cuaca buatan itu termasuk membuat bencana alam buatan

Karena Haarp adalah senjata yang masih masah uji coba maka merekaa sering mencoba nya seperti gempa di chile dan tornado
Update 13-4-2012 jam 6 pagi
kami telah mendapatkan bukti kalo gempa di aceh disebabkan oleh HAARP/Gempa Buatan
bukti
Coba lihat tanda itu
There will be a MEGA EARTHQUAKE to hit Indonesia soon caused by HAARP to suppress the mass protests against corruption and rising oil prices
Jika kita merubah ke bhs indonesia akan keluar pesan
Akan ada GEMPA MEGA untuk memukul Indonesia segera disebabkan oleh HAARP untuk menekan protes massa melawan korupsi dan kenaikan harga minyak
Pesan itu dibuat 1 bulan yang lalu sebelum terjadi gempa di aceh
Update 13-4-2012 jam 12 siang

Ada beberapa lokasi yang akan terjadi gempa dan sudah terjadi gempa
Info lebih terperinci tentang teknologi haarp bisa diliat dibawah ini
Apa itu HAARP?
Sumber:
http://www.godlikeproductions.com/forum1/message1816559/pg1#
http://hyleaks.blogspot.com/2012/04/gempa-aceh-11-april-2012-adalah-gempa.html"

UPDATE
ini jawaban peneliti atas isu ini ,, klik disini
bagaimana pendapat pembaca sekalian, silahkan di comment..

Inikah Perang Dunia Selanjutnya ?

Masih membekas dalam benak kita betapa perihnya tragedi kemanusiaan terbesar sepanjang sejarah dunia.

Perang Dunia II yang berlangsung tahun 1939-1945 dimana melibatkan lebih dari 100 juta personel berakhir dengan Sekutu sebagai pemenang secara militer, sedangkan perang politik dan ideologi masih terus berlanjut ke dalam arena baru, yang dinamakan dengan Perang Dingin, yakni antara Blok Barat di bawah pimpinan Amerika Serikat dengan Blok Timur di bawah Uni Soviet .

Blok Barat membawa ideologi liberalis-kapitalis sedangkan Blok Timur membawa ideologi sosialis-komunis. Pada tahun 1980-an, Amerika Serikat unggul atas Uni Soviet, hingga pada akhirnya pada tahun 1991 Perang Dingin selesai dengan ditandai runtuhnya idelogi komunisme . Inilah yang dinamakan dengan fenomena dominasi, yakni dua kekuatan besar dunia akan saling berbentur hingga pada akhirnya munculah satu kekuatan sebagai pemenang.

Setelah berakhirnya Perang Dingin, runtuhnya Soviet dan dicampakkannya komunisme, maka telah menciptakan “vakum (kekosongan) ancaman” yang menyebabkan dunia Barat mencari musuh-musuh baru. Jika rentang tahun 1945 hingga 1991 dua kekuatan besar dunia itu adalah Barat dengan ideologi liberal-kapitalisnya dan Uni Soviet dengan sosialis-komunisnya.

Maka siapakah kini dua kekuatan besar dunia pasca runtuhnya komunis ? Jawabannya adalah Barat dan Islam. Sebuah tesis dari pakar politik Harvard University, Samuel P. Huntington menyebutkan adanya Clash of Civilisation (benturan peradaban) antara Peradaban Barat dengan Islam . Hal ini juga dikuatkan oleh Menteri Luar Negeri Italia menjelang persidangan NATO di London yang mengatakan, “Perang Dingin antara Barat dengan Timur (komunis Uni Soviet) telah berakhir, tetapi timbul lagi pertarungan baru, yaitu pertarungn antara Dunia Barat dan Dunia Islam.”

Jutaan kaum Muslimin di Asia Tengah yang sebelumnya terpuruk di bawah kezaliman komunis Soviet, kembali menemukan jati dirinya sebagai Muslim dan berupaya mengekspresikannya sekaligus menjadikan Islam sebagai ideologi alternatif pengganti komunisme. Dalam artikel yang berjudul “Karl Max Makes Room for Muhammad” di majalah Time edisi 12 Maret 1990, juga menyebutkan bahwa negara-negara Asia Tengah anggota federasi Uni Soviet seperti Azerbaian, Tajikistan, Kazakhstan, Turkmenisten, Uzbekistan, Kirghizstan kini berpenduduk mayoritas Islam (antara 50% hingga 90%). Jelas ini merupakan salah satu tanda bahwa Ideologi Islam mulai kembang subur di kancah dunia.

Inikah perang dingin selanjutnya ? Peradaban Islam merupakan ancaman besar bagi Peradaban Barat. Islamlah yang pernah mengalahkan Barat pada Perang Salib silam (1096-1291 M), dan dari sini tentu menimbulkan dendam kesumat Barat terhadap Islam. Epistemologis Islam jelas berbeda sekali dengan epistemologis barat. Epistemologis Islam menempatkan Tuhan(red: Allah) sebagai pusat, atau disebut juga dengan istilah Teosentris. Sedangkan epistemologis Barat menempatkan manusia sebagai pusat tatanan, disebut dengan istilah Antroposesntris, sehingga konsep-konsep Barat bersumber dari inspirasi humanistik rasional. Ambil contoh dalam memandang hakikat kebenaran.

Epistemologis Islam memandang jika kebenaran mutlak bersumber dari Tuhan(wahyu), karena rasionalitas manusia itu terbatas sehingga tidak semua kebenaran bisa dibuktikan secara rasional. Dan hingga kini, Al-Qur’an terus dan akan tetap sejalan dengan perkembangan sains, karena Al-Qur’an merupakan wahyu Tuhan yang otentik. Sedangkan Barat memandang kebenaran secara materialis-empiris (tampak dan terbukti). Hal ini dikarenakan Barat mengalami tragedi spiritual yang amat buruk, dimana para ilmuwan sains pada tahun 1600-an M (seperti Galileo dan Copernicus) dihukum karena dianggap telah menentang Gereja, sehingga komunitas ilmuwan akhirnya sepakat bahwa kebenaran sejati akan didapat jika mereka berlepas diri dari dogma Gereja dan menggunakan rasionalitas mereka untuk membuktikan kebenaran secara empiris.

Perbedaan Islam dan Barat jelas akan menimbulkan benturan hebat dalam peradaban dunia seperti yang disebutkan Samuel P. Huntington. Salah satu akibatnya, negara-negara dunia yang men-declare sebagai negara Islam atau negara dengan mayoritas penduduk Islam akan cenderung menolak sistem Barat. Dan telah kita ketahui bersama bahwa potensi energi dunia tersimpan di rahim bumi negara-negara Islam, sehingga dalam konteks ini hasrat barat untuk menguasai minyak bumi menjadi terhambat.

Selain itu, penyebab permusuhan Islam dengan Barat adalah kesalah pahaman Barat dalam memahami Islam. Barat pada umumnya mempelajari dan memahami Islam dari buku-buku para orientalis, sedangkan para orientalis mengkaji Islam dengan tujuan untuk menimbulkan miskonsepsi terhadap Islam, selain adanya motif politis yaitu untuk mengetahui rahasia kekuatan umat Islam yang tidak lepas dari ambisi imperealis Barat untuk menguasai dunia Islam.

Hal ini diperparah dengan sajian media yang menampilkan bukan “Islam kebanyakan” (Sunni), melainkan Islam Syi’ah (Iran) yang hanya dianut oleh sekitar 10% kaum Muslimin dunia. Akbar S.Ahmed menuliskan, “Syi’ah menjadi perwakilan Islam di media Barat.” Dan seperti kita ketahui bersama bawasannya Iran ialah negara yang lantang menentang Barat, dan akibatnya sejak tahun 1980 hingga kini Iran telah diembargo oleh Barat. Iran kini terisolasi dari dunia luar, terislolasi dari akses ekonomi dunia dan teknologi modern, namun dari sini Iran justru menunjukkan bahwa negrinya bisa bangkit secara mandiri dan independen tanpa adanya dunia Barat.

Is it the next Cold War ? Kini permusuhan itu semakin nyata. Adanya konflik Palestina yang menguras banyak air mata umat Islam di penjuru dunia menjadi bukti nyata perseruan itu. Israel tetap mendapatkan dukungan Barat (AS) ketika Zionis Yahudi sekuat tenaga menghalangi terbentuknya negara Palestina merdeka. Barat juga berusaha membasmi gerakan-gerakan Islam seperti Hizbullah di Lebanon, Ikhwanul Muslimin di Mesir, Islamic National Front di Sudan, Partai Front Keselamatan Islam (FIS) di Aljazair, Taliban di Mesir, termasuk turut campur dalam revolusi Timur Tengah yang terjadi belakangan ini.

Barangkali Barat khawatir akan pernyataan seorang orientalis bernama W.K Smith yang mengatakan bahwa, “apabila orang Islam diberikan kebebasan di dunia Islam serta hidup di bawah sistem demokrasi , maka sesungguhnya Islam akan mendapat kemenangan di negara-negara tersebut. Hanya dengan cara diktator sahaja yang boleh memisahkan antara umat Islam dan agamanya”.

Banyak negara Barat yang terjangkit islamofobia(ketakutan pada Islam) . 1 Juli 2009 lalu, sebuah peristiwa yang memilukan hati, menguras perasaan dan mengiris nurani. Namanya Marwa El-Sherbini, seorang ibu yang tengah mengandung janin 3 bulan asal Mesir. Ia bersama suaminya tinggal di German. Awalnya kehidupan berlangsung wajar. Tapi setelah pindah ke kota Dresden, ternyata kota itu tidak ramah bagi wanita berjilbab.

Di depan umum, Marwa di dicaci maki dan ditarik kerudungnya oleh seseorang yang bernama Alex W, seorang keturunan Rusia. Tak ada satupun orang yang menolong Marwa. Karena kelakuannya tersebut, Alex dihukum. Setelah lepas dari hukumannya, Alex mengajukan gugatan balik kepada Marwa, saat memberikan kesaksiannya di persidangan, ia di tikam 18 kali dalam 30 detik oleh Alex di depan suami dan anaknya, yang lebih memilukan lagi ibu itu tengah mengandung 3 bulan. Suaminya yang ingin menolong, ternyata justru ditembak oleh polisi persidangan.

Entah itu karena disengaja ataupun meleset, motif penembakan tersebut sampai kini belum terkuak. Betapa peristiwa ini sangat memilukan hati umat muslim sedunia, pembunuhan memeras hati yang berkedok islamofobia. Oleh karenanya, warga Mesir dalam beberapa periode melakukan demo besar-besaran, dan kabar ini menjadi headline di media masa Mesir. Sementara Eropa, khususnya German yang selama ini menggaung-gaungkan HAM dan demokrasinya hanya bungkam seribu bahasa. Dan pada hari itu diperangati sebagai hari Jilbab sedunia.

Agaknya memang sudah menjadi keniscayaan jika kebenaran dan kebatilan itu akan terus berseteru. Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an QS. Al-Baqarah: 120, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka…” dan dalam QS. Al-Baqarah: 217 yang menyebutkan, “…Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran)…”. Maka, inikah perang dunia selanjutnya ?

Ardian Umam
Mahasiswa Teknik Elektro UGM 2009
Biro Khusus Kaderisi LDK Jama’ah Shalahuddin UGM 1433 H
Contact at : http://ardianumam.web.ugm.ac.id, twitter: @ardianumam
[islamedia.web.id]