Showing posts with label aceh. Show all posts
Showing posts with label aceh. Show all posts

Travelling For Humanity Akan Diadakan di Pulo Aceh

Ikhwanesia - Travelling For Humanity Akan Diadakan di Pulo Aceh, kami dari BFLF dan Tulong Aceh akan mengadakan Travelling For Humanity ke Pulo Aceh pada tanggal 17-19 September 2015. Dalam rangka kegiatan tersebut kami juga mengadakan lomba foto instagram dengan tema travelling for humanity.

Akan dipilih 2 pemenang terbaik berdasarkan penilaian dewan juri yang akan mendapatkan 2 tiket gratis untuk ikutan Travelling For Humanity ke Pulo Aceh dan goodiebag cantik untuk 1 pemenang favorit dengan jumlah like terbanyak, serta merchandise untuk ketiga pemenang .

Travelling For Humanity Akan Diadakan di Pulo Aceh

Travelling For Humanity Akan Diadakan di Pulo Aceh

Pendaftaran gratis......

Cara ikutan :
- Upload foto kegiatan sosial atau kemanusian yang kamu lakukan
- Tag @blood_bflf dan @tulongaceh serta 5 temanmu
Untuk caption :
- Ketik nama, alamat
- Deskripsikan foto yang kamu upload
- Jelaskan menurut kamu apa itu Travelling For Humanity?
- Tuliskan alasan mengapa kamu ingin ikut kegiatan Travelling For Humanity ini!
- Tuliskan motto singkatmu tentang kegiatan sosial atau kemanusiaan.
- Gunakan hashtag
#travellingforhumanity #tulongaceh #sahabat_BFLF


*kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari. terhitung dari tanggal 17,18,19 september 2015. Adapun rangkaian kegiatan nya
1. Menjadi guru sehari untuk anak SD.
2. Pembuatan taman baca atau perpustakaan mini untuk SD.
3. Pembagian bingkisan sekolah untuk SD
4. Sikat gigi dan cuci tangan bersih untk SD
5. penyuluhan kesehatan untuk SMP
6. Travelling dengan tema "melihat aceh dari eksotis alam". serta wisata kuliner.
cp : 0823 7090 8083
More info, kunjungi facebook.com/pagetulongaceh

Penyebab Pembacaan Proklamasi Di Gayo Lues Diwarnai Sorakan

Ikhwanesia - Pembacaan teks Proklamasi hari kemerdekaan pada peringatan HUT RI ke-70 di lapangan Pancasila Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues (Galus) diwarnai dengan sorakan para peserta upacara.

Pantauan Serambinews.com, teks proklamasi yang dibacakan oleh Ketua DPRK Galus, H. Ali Husin SH mengalami kesalahan yaitu penulisan kata yang berulang-ulang, sehingga menjadi bahan sorakan.

Penyebab Pembacaan Proklamasi Di Gayo Lues Diwarnai Sorakan

Penyebab Pembacaan Proklamasi Di Gayo Lues Diwarnai Sorakan

"Ini salah satu kelemahan dari panitia yang menganggap sepele, sehingga bisa berdampak pada kesalahan yang begitu fatal, seharusnya sebelum teks itu dibacakan dan diserahkan kepada petugas yang membacakannya diteliti kebenarannya terlebih dahulu," sebut sejumlah PNS di tengah-tengah lapangan itu. Sembari bertanya, siapa yang membuat teks proklamasi itu sebenarnya.

Sementara itu, Ketua DPRK Galus, H Ali Husin SH, kepada Serambinews.com membenarkan adanya kesalahan dalam penulisan dalam teks proklamasi tersebut.

"Saya bacakan sesuai teks yang diberikan oleh panitia, ternyata dalam teks proklamasi itu ada kesalahan penulisan," sebut Ketua DPRK Galus. hal seperti ini tidak boleh terulang lagi

Penyebab Pembacaan Proklamasi Di Gayo Lues Diwarnai Sorakan


sumber: serambinews.com

Takdir Feriza, Putra Aceh Juara 1 MTQ Internasional

Ikhwanesia - Takdir Feriza mampu keluar sebagai juara pertama dalam arena Musabaqah Tilawatil Quran [MTQ] Internasional yang diselenggarakan oleh Diyanet (Kementerian Agamanya) Turki beberapa waktu lalu.

Dihimpun dari berbagai sumber, dibawah Takdir Feriza yang mewakili Indonesia, berturut-turut juara II dan III diraih oleh peserta dari Fillipina dan Iran.

Tersebar foto di mediaa sosial, Presiden Turki, Receb Tayeb Erdogan mencium kening Takdir Feriza saat ia menyerahkan piala.

Takdir Feriza, Putra Aceh Juara 1 MTQ Internasional

Takdir Feriza, Putra Aceh Juara 1 MTQ Internasional


Publik Aceh pun histeris dengan berita gembira ini. Di tengah kurangnya kepeduliaan pemerintah, putra Aceh tetap mampu tampil mengharumkan Aceh dan Indonesia di mata internasional.

Facebookers Aceh memberikan pujian-pujian dan rasa syukur setinggi-tinggi. Salah satu akun atas nama Syurkani berkomentar: tahniah syedara, engkau telah bangkit dan banggakan Aceh dimata dunia islam, Allah Akbar”.

Akun atas nama Mujiburrizal menulis: “Satu lagi lompatan Untuk Aceh, Menuju kembali ke zaman ke emasan.”

Sementara itu, Fanspage media lokal terbesar di Aceh, Serambinews.com juga merilis keberhasilan Takfir Feriza dengan menulis: “Takdir Feriza meraih juara 1 MTQ Internasional di Turki. Hadiah dan penghargaan langsung diserahkan Yang Mulia Presiden Turki Sayın Recep Thayeb ErdoÄŸan. Keberangkatan ke Turki sangat terbatas dana. Bahkan untuk pendamping saja sangat kurang. Tapi kuasa Allah anak muda ini bisa harumkan nama bangsa! Bulan lalu hanya ada satu anak asal Afrika dari Perwakilan International yang bisa bersalaman dan naik panggung bersama Erdogan”.

Takdir Feriza, Putra Aceh Juara 1 MTQ Internasional

Fanspage ini juga menulis: Ibunya juga sambil menangis menjahitkan bendera Turki yang dicium berkali kali di hadapan ribuan Pelajar Internasional dari seluruh kota di Turki. Selamat untuk Takdir Feriza, Ramadhan Mubarak!!” tulis Fanspage tersebut.

Berita ini mengundang ratusan komentar yang memuji Takdir seraya bersyukur kepada Allah Swt. Misalnya, akun atas nama Masrizal bin Zairi menulis: “Bangga punya orang aceh seperti Takdir Feriza” [Zulkhairi]

Tradisi Meugang dan Sejarahnya di Aceh

Ikhwanesia - Menyambut bulan puasa Ramadhan, ada tradisi khas dari masyarakat Aceh yang lama telah diwariskan endatunya dahulu. Uroe Mameugang atau Hari Meugang namanya, yang artinya membeli daging menjelang puasa dan menyambut hari raya Idul Fitri atau Idul Adha. Jadi dalam setahun ada tiga kali tradisi meugang tersebut dilakukan.

Tradisi meugang di Aceh sangat kental sekali dengan kekeluargaan, sejak jaman dulu dari masa kesultanan hingga turun-temurun sampai sekarang, setiap tahunnya uroe meugang itu dipastikan ada. Walaupun masyarakat yang miskin sekalipun apalagi yang kaya, pasti akan merasakan daging meugang, baik didapatkan dari pembelian sendiri ataupun tetangga akan memberikan kepada mereka, walaupun sedikit.

Di samping itu juga ada menu lainnya yang dimasak kaum ibu di itu seperti lemang, tape, dan juga ketupat. Setiap masakannya juga akan diberikan ke tetangga, ke famili, ataupun ke fakir miskin. Dan ada juga yang saling tukar-menukar masakannya untuk memeriahkannya.
Budaya meugang lama telah tercipta tidak ada yang melarang tradisi untuk melakukannya, dan tidak ada benturan di agama maupun tradisi, semua dilakukan beriringan untuk meneruskan tradisi nenek moyang.

Tradisi Meugang dan Sejarahnya di Aceh


Tradisi uroe meugang juga mempengaruhi kehidupan kaum pria (kepala rumah tangga) di Aceh, mereka harus membawa pulang daging ke rumah sebagai sikap tanggung jawab memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Tradisi ini dipercaya telah melekat sejak era Kesultanan Aceh, sebuah tradisi yang dijalankan oleh Sultan dan Sultanah di wilayahnya menjelang Ramadhan sebagai rasa syukur dan senang menyambut Ramadhan.

Cerita sejarah inilah yang diinvetarisir melalui teks-teks tertulis (manuskrip) masa lampau, guna melacak khazanah Aceh masa lampau dan direviitalisasi kembali menjadi sebuah paduan, dan tidak menjadi mitos belaka.

Tidak mudah untuk menemukan tradisi-tradisi tahunan yang berlaku di Aceh seperti meugang, meulaot, tradisi blang, hari Asyura, ataupun acara lainnya dalam catatan-catatan lokal. Hal ini banyak menyulitkan peneliti asing untuk melihat Aceh secara komprehensif masa lampau.

Alkisah maka tersebutlah perkataan Majelis Tabal pada hari mameugang puasa.
Maka datanglah Syahbandar dari Seri Rama Setia membawa antatan (hantaran) pada malam 30 hari Sya’ban ke hadapan Biram serta menantikan bulan (hilal). Jikalau tiada keliahatan bulan, maka bermalamlah dihadapan Biram serta dengan antatannya.

Masih dalam sumber yang sama, adat hantaran mameugang disertai dengan bumbu masakannya yang diserahkan kepada Tun Diwa Berani berupa kerbau satu ekor, bawang putih satu cupak, jintan putih 1 cupak, ketumbar 1 cupak, dan kunyit kering 1 cupak. Tradisi Meugang dan Sejarahnya di Aceh

Pada saat menunggu hilal para petinggi Kerajaan akan dijamu oleh Sultan Aceh di Istananya.
Maka hadiah bawaan tersebut menjadi bagian dari hadiah jamuan nantinya selama satu atau dua hari.
Hingga terjadi pengumuman awal Ramadhan dilakukan dengan cara unik pula.
“Kemudian maka berdirilah Bentara Blang, kemudian ditiup oranglah nafiri tujuh ragam, serunai (terompet) pun tujuh ragam juga, kemudian dipalu oranglah gendering dong tujuh kali tujuh ragam.”
Kegiatan ini dilakukan dengan beragam agenda lainnya, termasuk juga iringan pawai akbar dengan pasukan kuda dan gajah sebagai rasa suka cita menyambutnya datangnya Ramadhan.
..Maka pada keesokan harinya diarak oranglah Raja Tajul Intan dikarang. Maka oleh orang yang beribu Raja Tajul itu citaraja dan yang menggerak gajah pawai arak-arakan.“

Ini menunjukkan bentuk kesenangan dan kebahagiaan bagi sang Raja dan pengawal gajah dalam perayaan tersebut dalam rangka menyambut bulan suci tersebut.

Pada saat acara berlangsung, Bentara Blang akan menulis surat pengumuman Aceh yang akan dikirim atau dibawa pulang oleh setiap hulubalang (uleebalang) ataupun bentara di setiap sagoe, guna untuk diumumkan kepada seluruh masyarakat di desa-desa untuk diteruskan hingga kepada masyarakat seluruh gampong /desa. Juga bersamaan dengan itu, setiap mereka akan membawa pulang daging dari hantara yang diserahkan kepada warga dilakukan oleh pihak Kerajaan dan Geuchik gampong untuk dibagikan kepada mustahik. Dan untuk pemberitahuan awal puasa itupun diiringi dengan peh tambo (beduk) di meunasah-meunasah dan balee pengajian.

Maka dari sinilah sebuah adat yang menjadi tradisi yang dijalankan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa ada qanun atau aturan Sultan, dan pada akhir abad ke 20, “power Kesultanan” telah beralih fungsi ke struktural masyarakat, sehingga adat istiadat cukup dengan reusam kelembagaan Kesultanan (pemerintah).

Tentu, tradisi ini harus tetap dipertahankan sesuai dengan situasi dan kondisi waktu dan tempat.
Dan kita masih bisa bersyukur, dengan khazanah indatu Aceh masih terselematkan dan tersimpan di banyak baik di dalam maupun luar negeri.

_______________
Berbagai sumber


HEBOH! Tersebar Video Pidato Biksu Myanmar Tentang Islam

Ikhwanesia - Tersebar video hasutan pemimpin spiritual agama Budha, yaitu seorang biksu di myanmar yang terlihat gelisah dengan perkembangan umat Islam. dari video ini dapat terlihat konflik apakah sebenarnya yang melanda myanmar, etnis atau agama? Terlepas daripada itu, Islam sangat mencintai perdamaian.

video ini mulai tersebar di sosial media. satu hal yang perlu dipahami oleh umat islam Indonesia dan kepada penganut seluruh agama lainnya, lihatlah di negara yang mayoritas di kuasai oleh Muslim, maka umat agama lain akan di lindungi. bahkan, di Aceh yang melaksanakan syariat Islam, umat agama lain hidup tenang dan di lindungi, serta bebas melaksanakan ibadahnya. maka tidak perlu ada hasutan untuk mendiskreditkan Islam.

HEBOH! Tersebar Video Pidato Biksu Myanmar Tentang Islam

HEBOH! Tersebar Video Pidato Biksu Myanmar Tentang Islam

semoga umat budha Indonesia, khususnya Aceh mau bersuara untuk meminta kekejian pemerintah myanmar dan buddhist di myanmar untuk dihentikan.

berikut kami kutip dari facebook tanpa kami edit kembali.

Ini Dia Biksu Budha Sumber Penghasut Umat Budha Myanmar Yang Memicu Kerusuhan Besar dengan Korban Rohingnya
-------------------------------------------------
Berdasarkan video tersebut maka bisa kita ambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Biksu ini sudah putus asa akan perkembangan Islam dan Kaum Muslimin di Myanmar.
2. Biksu ini tidak punya metode yang tepat untuk mengungguli kemajuan Islam dan kaum muslimin disana, sehingga...
3. Biksu ini harus memilih jalan pembersihan etnis berupa pembantaian untuk menghentikan perkembangan Islam dan kaum muslimin di Myanmar.
4. Biksu ini terindikasi Rasis tingkat Tinggi / Sangat parah
5. Biksu ini nyata-nyata sebagai sumber fitnah dan kerusakan di muka bumi saat ini.

Akankah Biksu Rasis ini ditangkap oleh Negara Super Power Barat untuk diadili atas nama HAM dan kemanusiaan ?
nonton videonya disini:

HEBOH! Tersebar Video Pidato Biksu Myanmar Tentang Islam

Hasbunallah wa ni'mal wakiil...

Wallahul musta'an

Kebaikan Aceh Pada Rohingnya Jadi Pemberitaan Dunia

Ikhwanesia - Media Turki Beritakan Kebaikan Aceh Membantu Pengungsi Rohingya

Salah satu media di Turki mengapresiasi kepedulian masyarakat Aceh dalam membantu pengungsi Rohingya yang terdampar di lautan lepas dan menariknya ke daratan. Aksi spontanitas yang diberikan warga Aceh menjadi berita yang diulas Harian Yeni Safak di Turki, edisi Minggu (17/5/2015).

Yeni Safak merupakan media yang dekat dengan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang sukses mengantarkan Recep Tayyeb Erdogan sebagai Presiden Turki.

Kebaikan Aceh Pada Rohingnya Jadi Pemberitaan Dunia

Kebaikan Aceh Pada Rohingnya Jadi Pemberitaan Dunia
Kebaikan Aceh Pada Rohingnya Jadi Pemberitaan Dunia

Media itu mengulas kebaikan masyarakat Aceh yang membantu muslim Rohingya (Arakan) yang terdampar di Aceh Utara, Langsa, dan di Aceh Tamiang beberapa hari lalu. "Ace'ye 582 Arakan" demikian salah satu sub judul pada berita terkait bagaimana warga Aceh membantu pengungsi Rohingya.

Teuku Zulkhairi melalui akun facebooknya membagi foto media tersebut, saat ini ia sedang berada di Turki bersama Koordinator Masyarakat Informasi Teknologi (MIT) Indonesia, Teuku Farhan.

Mereka berdua mendapat kehormatan mengungjungi negara itu dalam kaitan peresmian salah satu media di Turki dan pertemuan pekerja media yang konsen pada isu-isu Islam dari berbagai negara.

"Ini membuktikan, satu sisi publik Turki dan medianya semakin mengenal Aceh... Dan di sisi lain, kerja masyarakat Aceh yang membantu pengungsi Rohingya telah menjdi kerja-kerja dalam skala peradaban, Subhanallah," tulis Teuku Zulkhairi. (Tribunnews)

***

Kebaikan Aceh Pada Rohingnya Jadi Pemberitaan Dunia

Muhajirin abad modern dari Rohingya, dan Anshar abad ini masyarakat Aceh.

Selamat bagi orang-orang Aceh yang sudah mendapatkan kemuliaan itu.

Insyaallah, saudara-saudara muslim mu dari daerah lainnya ikut ambil bagian melakukan perbuatan mulia itu.

Semoga rahmat dan keberkahan dari Allah berkucuran bagi Aceh dan penduduknya sampai kepada anak cucu keturunan mereka semua.

(Zulfi Akmal)

sejak masa kekhalifahan dahulu hingga sekarang Aceh memang dekat dengan Turki. dan selama ini Aceh dituding melanggar HAM dengan syariat Islamnya, Namun, Aceh membuktikan bahwa dengan syariat Islam kita bisa membangun peradaban dan karakter kemanusiaan yang berangsur-angsur semakin bercitarasa peradaban yang tinggi.

Dituding Menipu, Ini Tanggapan Gusti Ilham

Ikhwanesia - Sebelumnya sudah dibahas tentang kasus penipuan yang dituding kepada Gusti Ilham Munthe (Baca: Gusti Ilham Dalimunthe Dituding Menipu di Aceh). Terkait kabar tentang sosok Muallaf Gusti Ilham Ramadhan Munthe, yang yang dituding memprovokasi dan janggal indetitasnya bahkan sempat membongkar nama-nama sejumlah pendeta yang dituding berasa dari Aceh, khususnya dari kabupaten Pidie dibantah keras olehnya.

Ketika dikonfirmasi oleh Reporter statusaceh.com Selasa 21 April 2015, Gusti mengatakan dirinya tidak pernah memprovokatif, tetapi dia hanya meluruskan dan dia juga membenarkan kalau beberapa orang Aceh telah murtat dan jadi pendeta di beberapa Gereja di Indonesia dan simak tanggapan Gusti dibawah ini.

Sebenarnya ini masalah kebakaran jenggot orang-orang Nasrani yang ada di Aceh terutama yang di Banda Aceh yang mengetasnamakan Forum Komunikasi Antar Umat beragama itu, masalah kebakaran jenggotnya bukan masalah dakwah, kalau masalah dakwah saya itu sudah lama, dan pada tahun 2007 saya di undang untuk kuliah umum di Fakultas Tarbiah IAIN, disitulah saya bongkar habis, setelah itu di fakultas pertanian Unsyiah juga saya bongkar, tapi tidak kebakaran jenggot.

Dituding Menipu, Ini Tanggapan Gusti Ilham

Dituding Menipu, Ini Tanggapan Gusti Ilham

Tahun 2012, disaat saya ceramah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di salah satu Dayah di Lampeunurut Aceh Besar itu juga saya bongkar habis, tapi tidak ada jadi masalah, dan disaat saat diundang sebagai pemateri dalam pertemuan komonitas Wartawan Pencinta Syariat dengan tema 4 Pilar Kebangsaan yang di hadiri oleh salah satu anggota DPR-RI dari partai PKS Nasir Jamil , kan sudah saya bongkar juga disitu, bahkan sudah beredar melalui rekaman-rekaman melalui HP, juga mereka tidak kebakaran jenggot.

Dimana mereka kebakaran jenggot? disaat buku tentang isi daripada program-program Misionaris itu tersebar keseluruh pelosok yang ada diwilayah Timur Aceh itulah yang membuat mereka kebakaran jenggot, sebenarnya buku tersebut di ambil oleh salah seorang Teungku juga, sahabat dan guru saya juga dari tulisan goresan tangan saya yang saya buat ditahun 2004.

Disitu saya tulis kisah perjalanan hidup dan kenapa saya dikirim ke Aceh, dan program-program apa saja yang saya ambil untuk memurtatkan rakyat Aceh, lalu dia ambil,dia dan copy dia print kembali termasuk ada beberapa nama tokoh Gereja yang berasal dari Agama Islam juga dari Aceh. jadi bahkan ada beberapa nama yang murtad tapi dia belum jadi pendeta, salah satu contoh Rahmi, dan saya tidak menulis Rahmi itu jadi Pendeta, tapi disitu ditulis jadi Pendeta, jadi disitu jumlahnya 15 orang, makanya disaat saya baca buku yang beredar tersebut dengan jumlah 15 orang, saya jumpai, Abi, ini Rahmi bukan Pendeta, tapi tidak apa-apa kata Abi, bisa dipertanggung jawabkan saya bilang.

Kalau masalah dia kristen saya bertanggung jawab jika dia murtad, tapi masalah dia pendeta saya tidak bertanggungjawab. jadi yang yang disangkal tukang kayu, kalau benar saya tukang kayu silahkan dia membuktikan siapa ayah saya, dan dia juga mengatakan saya tinggalnya berpindah-pindah, bahkan ada 8 indetitas saya, dan yang jadi pertanyaanya, bisakah dia membuktikan salah satu dari 8 indetitas saya.

Dan saya juga diisukan di usir dari Tangse, dan sampai detik ini saya masih diterima oleh masyarakat Tangse, bahkan KTP saya KTP Rubek Tangse walaupun saya pernah minta pindah ke Lhoknga. kenapa saya masih ada KTP Rubek, terutama Geuchik di Meunasah Bungong kemukiman Rubek kecamatan Delima Pidie tidak mau mengeluarkan surat pindah untuk saya, kenapa,? karena dia berharap saya memang tidak pindah dari situ, rencananya saya pindah ke Lhoknga Aceh Besar karena Istri saya di terima sebagai Cleaning Servis di RSUZA, kan tidak mungkin saya disini, istri disitu.

Jadi pernyataan masalah pendeta itu bukan rahasia lagi, salah satu contoh Muhammad Hasan itu asli orang Lamlo Kecamatan Sakti Kabupaten Pidie, Pendeta yang sudah meninggal 4 bulan yang lalu di Medan yaitu Pendeta Yohanes Mahmud yang nama aslinya adalah Abdullah bahkan saudara sepupu dia sendiri mengakui, yang dari Kunyet yang di Cengkareng bahkan ada salah satu pengurus Gereja Khatolik di Brastagi juga orang Aceh, bahkan ada Alkitab yang berbahasa Aceh yang diterjemahkan oleh Pendeta Yohanes Mahmud dan pendeta Muhammad Zaini.

Jadi sanggahan-sanggahan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Antar Umat Beragama itu sebenarnya mereka, ya saya bilang "Lempar batu sembunyi tangan", dan mereka juga menyanggah tidak ada pemurtadan di Aceh, mereka menyanggah tidak ada pendangkalan Akidah di Aceh, bahkan bukan rahasia umum lagi, bahkan sebelum saya dakwah besar-besaran, beberapa bulan yang lalu Aceh dihebohkan dengan penjabaran buku-buku bernuangsa Kristen.tuturnya.

Dikirim kekantor Camat dengan paket CD, Buku dan bakan ditangkap tangannya 2 orang yang berasal dari Komunitas gereja, yang laki berasal dari Manado, yang perempuan berasal dari Sumut sedang menyebarkan buku dan CD kristen di taman Rusa Kecamatan Kuta Makmur, Sibreh Aceh Besar, itukan bukti, dan sebelumnya juga di tangkap tangannya 2 orang lagi laki dan perempuan, orang yang dari komunitas Gereja sedang membaktis salah satu warga di perumhan Jecky Chan Neuheun Aceh Besar.

Pemurtadan 21 orang di Meulaboh itu sebagai bukti pendangkalan Akidah, jadi masalah misionaris kenapa mereka harus kebakaran jenggot.

Dan saya juga memperlihatkan bukti lain yaitu Gafatar yang sama dengan Millata Abraham tukasnya.

Misionaris sebenarnya sekelompok orang yang menyebarkan satu agama kepada orang yang sudah beragama,tidak mesti umat Islam, Nasrani, Buddha, Hindu juga menjadi sasaran nya, misionaris lahir dari sekelompok orang yang awal mulanya beragama Kristen yang percaya kepada Jesus Kristus, namun karena ada campur tangan orang orang Yahudi, Majusi dan Saduki,maka mereka keluar dari pada agama Kristen dan mendiri kan sebuah kelompok Gereja setan ( church of satan) yang di dirikan pada tahun 1966 di London Inggris oleh Antoni Lavey, kelompok mereka berusaha keras untuk merangkul umat sebanyak banyak nya,karena di Indonesia yang mayoritasnya islam.

Jadi yang menjadi sasaran nya ialah umat islam, yang saya heran kan mengapa komunitas Gereja di Banda Aceh kebakaran jenggot?

Akhiri Gusti Ilham seraya mengatakan " INDAH PADA WAKTUNYA. "

(Reporter: Husni - sumber: statusaceh.com)

demikianlah ulasan tentang Dituding Menipu, Ini Tanggapan Gusti Ilham.

LDK Formada Adakan PENDAKI

Ikhwanesia - PENDAKI (Pendidikan dasar keorganisasi) Lembaga dakwah kampus (LDK) FORMADA Universitas Almuslim Matangglumpangdua, sabtu 11/04/05. Lembaga Dakwah Kampus Universitas Almuslim mengadakanacara PENDAKI (Pendidikan Dasar Keorganisasian) Selama dua hari yang bertempat di gedung kampus timur Universitas Almuslim untuk kegiatan indoor dan di Krueng Peusangan Selatan untuk kegiatan Outdoor.

LDK Formada Adakan PENDAKI 

LDK Formada Adakan PENDAKI

Dengan Tema “Kuliah Lebih Asyik Bersama Organisasi.” Ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Formada sebagai ajang rekrutment untuk pengkaderan atau penyambung tongkat estafet dakwah di kampus “ ujar Wildanum selaku ketua umum Ldk Formada. Pada tahun ini peserta yang bergabung di lembaga dakwah kampus kurang lebih 100 peserta. bentuk kegiatan indoor dan outdoor dengan tujuh materi “Motivasi muslim prestative, Allah In My Heart, Organisasi adalah jembatan masa depan, jak tameuturi ngen ldk, moslem brotherhood, leardership, dan games teamwork.” Yang di isi oleh Syahrul (ketua kammi Aceh Tamiang) dan Ruslan selaku ketua Puskomda Aceh (FSLDK) Forum silaturahim lembaga dakwah kampus, Tim Trainer Bireuen. 

Tujuan kegiatan ini untuk mengajak mahasiswa/I umuslim mewujudkan moto kampus yaitu unggul, professional, dan islami. LDK Formada Adakan PENDAKI. (M)
LDK Formada Adakan PENDAKI
Kegiatan Outdoor

Gusti Ilham Dalimunthe Dituding Menipu di Aceh

Ikhwanesia - Beberapa waktu lalu di media sosial beredar nama-nama sejumlah pendeta yang dituding berasal dari Aceh, khususnya dari kabupaten Pidie. Selain itu sejumlah warga Aceh dituding telah murtad (keluar dari Islam).

Hasil penelusuran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) provinsi Aceh, ternyata data tersebut palsu dan tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Hal demikian diungkapkan Tarmizi Daud, penyuluh agama Islam provinsi Aceh, pada konferensi Rabu (08/04). Konferensi pers itu turut dihadiri sejumlah pendeta dan penyuluh agama Islam di provinsi Aceh.

Gusti Ilham Dalimunthe Dituding Menipu di Aceh

Gusti Ilham Dalimunthe Dituding Menipu di Aceh


Tarmizi mengatakan penyebar isu tersebut merupakan seorang Mualaf bernama Ilham Ramadhan Munthe (nama sesuai KTP). Tarmizi menyebutkan Ilham yang sebelumnya bernama Kristianta Anes Ginting Munthe (nama sebelum Islam) memiliki identitas yang cukup banyak. Bahkan saat mengisi ceramah di universitas Al-muslim Bireun ia mengaku bergelar Profesor, padahal hasil penelusuran diketahui Ilham hanya tamatan SMA.

Dalam beberapa kesempatan Ilham juga mengaku sebagai orang kaya yang memiliki hotel di Medan, namun setelah di cek hotel tersebut milik orang Cina.

”Kami sudah lacak dia selama tiga tahun, ternyata namanya beda-beda, nama di KTP, dan sertifikat mualaf juga beda, identitas tahun kelahirannya juga beda-beda, bahwa dia mengaku Bali, tapi ditempat lain ia mengaku batak,”ujarnya.

Tarmizi menambahkan pihaknya menilai tindakan Ilham karena ingin terkenal dan mencari uang semata. Karena sebelum dipercaya untuk mengisi berbagai ceramah ia diketahui sebagai penjual bakso, sebelumnya dikethui Ilham juga sebagai penjual obat di Tangse Pidie.

Menurut Tarmizi, selain mengaku sebagai mantan presiden Misionaris dan mantan pendeta terbesar di Asia, Ilham juga pernah mengaku sebagai mantan intelijen.

Selain itu pada beberapa kesempatan Ilham dalam ceramahnya juga kerap melarang penggunaan tupperware karena terbuat dari minyak babi.


Pembahasan terkait Gusti Ilham Dalimunthe di Aceh ini mencuat ketika netizen mulai resah dengan isi ceramah gusti ilham yang mencela ulama-ulama. Gusti Ilham Dalimunthe Dituding Menipu di Aceh

Wakil Ketua DPRA Himbau Plat BK Diperas di Aceh

Sudah sekian lama masyarakat Aceh merasa diperlakukan tidak adil sebagai bagian Negara Indonesia. Ini terjadi dalam berbagai hal, salah satunya adalah razia khusus pelat “BL” di provinsi tetangga Sumatera Utara.

Beberapa waktu lalu dikabarkan bahwa “Elit” Aceh sudah melakukan himbauan agar Sumut mau menghentikan praktik kotor itu. Bahkan, Kapolda Sumut Irjen Eko Hadi Sutedjo telah memastikan tidak ada lagi pemeriksaan berlebihan terhadap plat BL oleh anak buahnya, tapi ternyata Aceh tidak terlalu berwibawa untuk menghentikan itu. Buktinya, selang beberapa hari janji itu dilontarkan di depan Kapolda Aceh Husein Hamidi, Kasdam Iskandar Muda Brigjen Rudi Polandi, Sekda Aceh Dermawan, dan sejumlah unsur muspida Sumut saat melakukan pertemuan di Mapolda Sumut, (Rabu 18/2/2015), keluhan kembali disuarakan rakyat Aceh yang memasuki kota Medan (serambi 2/21).

Wakil Ketua DPRA Himbau Plat BK Diperas di Aceh


Wakil Ketua DPRA Himbau Plat BK Diperas di Aceh

Elit-elit Aceh tak mampu berbuat banyak untuk melindungi rakyatnya dari perlakuan diskriminatif. Yang terkadang lebih pantas disebut pemerasan. Betapa tidak, terkadang masyarakat Aceh ke Medan adalah untuk membawa orang tuanya berobat, menjemput orang tua, dsb. Namun mereka harus merogoh kocek lebih dalam agar bisa melewati perbatasan mengerikan itu. Bahkan, lebih sering para perazia itu mencari-cari kesalahan masyarakat Aceh agar bisa diperas. Saya heran, apa para oknum “pemeras berwenang” itu kekurangan uang untuk kehidupannya. Mungkin perlu hashtag lagi untuk pemeras ini agar puas dengan mandi koin, #CoinForPolantasSumut. (Baca: Koin Untuk Polantas Sumut)

ternyata Begal yang difasilitasi negara ini pun berlanjut, kemarin baru saja terjadi pemerasan terhadap plat BL di aceh sebesar Rp 1,5juta (baca: Penumpang Belakang Tak Pakai Sabuk, Polisi Langkat Tilang Mobil Aceh Rp. 1,5 Juta)

Berbagai Komentarpun muncul di social media, setelah akun twitter @Ikhwanreza_ menanyakan solusi dari wakil ketua DPRA, Irwan Djohan, beliau menjawab bahwa solusinya sulit dan hanya bisa menghimbau untuk plat BK diperas di Aceh. Ikhwan Reza, juga menyarankan solusi untuk dibuat Tim investigasi guna menangkap pelaku oknum penjajahan sesama bangsa indonesia itu. Wakil Ketua DPRA Himbau Plat BK Diperas di Aceh

Wakil Ketua DPRA Himbau Plat BK Diperas di Aceh

Wanita-wanita Hebat Pengaman Masjid di Aceh

Di saat wanita-wanita lain berdiam diri di rumah ketika shalat Jumat tiba, justru Numala bersama tiga rekannya memilih menyibukkan diri terjun lapangan. Bak petugas satpam atau juru parkir, mereka rela berpeluh keringat memberi rasa aman kepada jamaah Jumat di Masjid Agung Taman Makam Pahlawan (TMP), Desa Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

“Sampai detik ini kurang lebih kami sudah empat tahun melakukannya tanpa mengharapkan imbalan dan belas kasihan dari jamaah. Kami ikhlas dan bahagia bisa melakukannya,” ungkap Nurmala kepada Serambi. Bukan tanpa alasan Nurmala bersama tiga rekannya; Nurhayati, Arnizar dan Saniah melakukan tugas yang lazimnya digeluti kaum pria ini.

Wanita-wanita Hebat Pengaman Masjid di Aceh


Wanita-wanita Hebat Pengaman Masjid di Aceh
Wanita-wanita Hebat Pengaman Masjid di Aceh

Semua itu dimulai dari keprihatinan atas banyaknya kasus kehilangan sepeda motor (sepmor) dan sandal yang menimpa jamaah masjid. Sejak itu, Nurmala mulai berpikir untuk berbuat sesuatu, memberi rasa aman kepada para jamaah yang menunaikan shalat Jumat di masjid itu.
Tak asing lagi

Ide menjadi “satpam” masjid pertama kali ia sampaikan kepada suami dan anak-anaknya. “Alhamdulillah, respons suami dan anak-anak cukup baik dan mereka sangat mendukung,” tuturnya. Pekerjaan sebagai penjaga sepeda motor jamaah dilakukan Nurmala setelah semua urusan keluarga selesai. Di dalam keluarga, Nurmala merupakan ibu tiga anak. Suaminya T Anwar bekerja sebagai sopir.

Di luar itu, ia juga menjabat sebagai Kaur Kesra di Desa Peuniti. Ide menjadi “satpam” masjid itu kemudian ia tawarkan kepada ibu majelis taklim di desanya. Tapi hanya ada tiga wanita yang merespons. Mereka adalah Nurhayati, Arnizar, dan Saniah. Ketiganya warga Dusun Tgk Fakinah, Gampong Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh.

Bagi sebagian jamaah, wajah mereka sudah tak asing lagi. Setiap menjelang shalat Jumat, Nurmala dan rekannya muncul di halaman masjid. Peluh dan gerah kerap mereka abaikan, demi keamanan sepeda motor jamaah. Menurut Nurmala mereka menjadi “satpam” masjid juga tidak terlepas dari upaya untuk mengubur image negatif desanya.


“Bukan sekali dua kali. Tapi, sudah sering terjadi (kehilangan). Saya khawatir kesan tidak aman itu justru akan berdampak tidak baik bagi desa kami,” ujarnya. Sampai kini Nurmala bersama rekan-rekannya masih tetap bersemangat menjalaninya. “Mungkin di saat Allah telah memisahkan nyawa dari raga ini, pada saat itulah kami berhenti. Kami juga ingin ada ibu-ibu lain di Banda Aceh yang mau melakukannya,” timpal Nurhayati (52), yang memiliki satu anak.

Di balik cerita pengabdian empat wanita ini, ternyata ada kisah lain yang memiriskan hati. Adalah Arnizar (47), dan Saniah, dua wanita yang kini menjalani hidup getir di tengah keluarga. Arnizar merupakan ibu tiga anak. Ia sehari-hari menjadi tulang punggung keluarga sejak suaminya T Mahdi menderita lumpuh beberapa tahun lalu. Sehari-hari Arnizar menghabiskan waktu membantu orang lain untuk menghidupi keluarganya.

Cerita tak kalah getir juga dialami Saniah yang ditinggal mati suaminya. Saniah menghabiskan hari-harinya dengan berjualan di sekolah untuk menghidupi dua anaknya. Namun segetir apapun cerita yang melekat dari keempat wanita ini, pengabdian yang mereka lakukan patut mendapat apresiasi. Setidaknya apa yang mereka lakukan dapat menjadi inspirasi bagi wanita lainnya di Aceh. (misran asri) (sumber: serambi indonesia)

demikian kisah Wanita-wanita Hebat Pengaman Masjid di Aceh, jiwa-jiwa pahlawan yang terus ada dari wanita-wanita Aceh. semoga menginspirasi!

"Penembakan TNI di Aceh Terkait Narkoba"

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan, kasus penembakan yang menewaskan dua anggota TNI di Aceh Utara kemungkinan terkait narkoba. Hal itu diketahui berdasarkan laporan yang disampaikan Plt Kapolri.

Dalam keterangannya Jumat (27/3/2015) JK menyatakan, dia melihat persoalan penembakan itu lebih kepada kriminal dibanding aspek lainnya.

"Penembakan TNI di Aceh Terkait Narkoba"

"Penembakan TNI di Aceh Terkait Narkoba"
Foto Pemakaman Dua Intel TNI

"Kriminal kan ada beberapa. Perampokan, oknum yang merampok pakai senjata. Mungkin ada senjata lama dipakai itu. Saya cek ke Kapolri intinya seperti itu. Yang satu tentang narkoba," kata JK di Istana Wapres, Jalan Kebon Sirih, Jakpus, Jumat (27/3/2015).

Sementara di Aceh, hingga saat ini pasukan TNI dan Polri masih memburu para pelaku yang menculik dan membunuh kedua anggota Kodim 0103/Aceh Utara tersebut. Sejauh ini pelaku belum ditemukan.

sebelumnya diberitakan bahwa Dua Anggota TNI Unit Intelijen Kodim 0103 Aceh Utara Sertu Indra dan Serda Hendri, dilaporkan sudah ditemukan meninggal dunia di kawasan Desa Bate Pilah, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (24/3) sekira pukul 8:30 WIB. (Baca: Dua Intel TNI Ditemukan Jadi Mayat di Aceh)

jadi, tak perlu dikaitkan bahwa penembakan TNI di Aceh terkait Politik, ini salah. mari hadirkan rasa nyaman bagi rakyat Aceh.

Satu Polisi Tewas Ditembak di Aceh

Satu Polisi Tewas Ditembak di Aceh - Berita mengejutkan pada selasa (25/3), kembali terjadi penembakan yang menewaskan satu aparat keamanan yang bernama Bripda Said M. Riza dari Polres Pidie. Bripda Said tertembak saat bersama rekan-rekannya melakukan Undercover Buy terhadap transaksi Ganja di kawasan tangse, Pidie. satu hari sebelumnya diberitakan bahwa di Aceh Utara juga terjadi penembakan yang menewaskan dua Intel TNI Kodim 0103 (Baca: Dua Intel TNI Ditemukan Jadi Mayat di Aceh dan Ini Kronologi Tewasnya Dua Intel TNI di Aceh.

Sampai berita ini diturunkan, polisi dalam jumlah cukup banyak terus mencoba memburu pelaku. masyarakat dalam keadaan resah dan tangse masih mencekam.

Gerebek Transaksi Sabu di Tangse, Satu Polisi Tewas

Gerebek Transaksi Sabu di Tangse, Satu Polisi Tewas
Almarhum Bripda Said M. Riza

Dalam tiga hari, ada empat peristiwa cukup menarik perhatian masyarakat, penculikan Ayah Mud yang belum jelas kabarnya, Penculikan dan Pembunuhan dua Intel TNI di Aceh Utara, Pembunuhan Ibu Rumah Tangga (IRT) di Aceh Besar, dan Penggerebekan Narkoba yang menewaskan satu anggota Polisi di Pidie. semoga Aceh selalu dalam lindungan Allah.



Kronologi: pada hari Rabu tgl 25 Maret 2015 sekira pukul 13.45 Wib anggota Sat Resnarkoba Polres Pidie melakukan transaksi Narkotika jenis ganja bertempat di depan SMP Beungga Gp.Beungga Kec.Tangse Kab.Pidie dan pada saat pihak Kepolisian yg melakukan Undercover Buy yaitu Brigadir T.Khairul Akmal dan Bripda Sayed Muhammad Reza sedang bertransaksi dengan tersangka dan pada saat pihak kepolisian melakukan penangkapan terhadap tersangka.

Tersangka melakukan perlawanan dan merebut senjata yg digunakan oleh pihak Kepolisian dan menembak Saudara Bripda Sayed Muhammad Reza pada bagian punggung lalu tersangka melarikan diri dan pihak Kepolisian lainnya langsung melakukan pengejaran terhadap tersangka, sedangkan korban Saudara Bripda Muhammad Reza langsung dilarikan ke RSU sigli untuk mendapatkan pertolongan namun korban tidak bisa diselamatkan (meninggal dunia).

Din Minimi: Saya Tidak Terlibat Pembunuhan Intel TNI

Din Minimi Bantah Terlibat Penembakan Intel TNI - Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin mengatakan Abu Minimi alias Nurdin alias Din Minimi tidak terlibat dalam penculikan dan pembunuhan dua anggota Inteldim 0103 Aceh Utara. Safaruddin mengungkapkan, Minimi menyatakan tidak tahu-menahu soal tewasnya kedua intel itu.

"Tadi pagi saya kontak Din Minimi untuk konfirmasi, tapi tidak bisa. Berapa jam kemudian, dia kontak saya. Saya tanya apa dia tahu soal penculikan dua intel, apa dia terlibat, dia menyatakan dia tidak tahu, dan tidak terlibat dengan penculikan itu," ujar Safaruddin, saat dihubungi CNN Indonesia, Selasa (24/3).
Din Minimi: Saya Tidak Terlibat Pembunuhan Intel TNI

Din Minimi: Saya Tidak Terlibat Pembunuhan Intel TNI

Safaruddin memang kerap dikontak Din Minimi sejak bekas kombatan GAM itu menyatakan sikap oposisi terhadap pemerintah daerah Aceh tahun lalu. Din saat itu mengancam akan mengangkat senjata bila pemerintah daerah Aceh tidak memperhatikan kesejahteraan para bekas kombatan. YARA menjadi semacam tempat Din Minimi mengadukan persoalan.

Minimi, kata Safaruddin, malah baru mengetahui soal penculikan dan pembunuhan tersebut tadi pagi. Safaruddin, yang sebelumnya sempat menemui Minimi di kawasan Aceh Timur, pada Oktober silam, juga meyakini bahwa penculikan kali ini bukan dillakukan oleh kelompok Minimi.

"Setahu saya mereka tidak seperti itu. Karena dulu saya sudah bilang kepada mereka jangan sampai ada kontak (senjata). Karena kalau ada kontak, berarti tidak bisa dimediasi lagi," ujarnya.

Lebih lanjut, Safaruddin menjelaskan, informasi mengenai kelompok Abu Minimi sebagai pelaku penculikan dan pembunuhan kali ini, diterimanya melalui informasi yang tersebar di kalangan aktivis Aceh.

Dalam informasi tersebut dijelaskan soal dua orang anggota Unit Inteldim 0103/Aut, atas nama Sertu Indra NRP dan Serda Hendri NRP yang sedang bertugas memantau keberadaan Din Minimi, mendatangi Mukim Daud untuk mengumpulkan keterangan seputar peristiwa itu, Senin (23/3).

Saat keduanya meninggalkan rumah Mukim Daud, sekitar 300 meter, keduanya didatangi oleh 15 orang yang langsung membawa keduanya ke dalam sebuah mobil. Mobil tersebut diinformasikan mengarah ke Desa Sido Mulyo, Kecamatan Kuta Makmut, Kabupaten Aceh Utara. Pada pukul 17.30, terdengar suara letusan senjata api sebanyak tiga kali di sekitar Desa Alumbang, Kecamatan Nisam Antara.

Korban Hilang Lainnya


Sebelum tersebar kabar soal penculikan dua anggota intel tersebut, Din Minimi juga dituding terlibat dalam hilangnya seorang kader Jajaran Komite Peralihan Aceh dan Partai Aceh Wilayah Pase, Mahmudsyah alias Ayah Mud.

Ayah Mud, yang diketahui sebagai warga Desa Kito, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, diculik oleh kelompok bersenjata laras panjang saat membeli rokok di kios yang tak jauh dari rumahnya, juga pada Minggu malam (22/3).

Atas kejadian tersebut, Safaruddin juga memastikan, Din Minimi menyatakan dengan tegas bahwa dirinya tidak terlibat dalam penculikan Ayah Mud.

"Soal penculikan salah satu panglima GAM Ayah Mud, dia juga tidak tahu dan tidak terlibat masalah itu. Saya sendiri bingung, kenapa ini dikaitkan dengan Din Minimi", ujar Safaruddin. (meg/meg) (Sumber: CNN Indonesia).

lihat kronologisnya disini (Ini Kronologi Tewasnya Dua Intel TNI di Aceh)

Ini Kronologi Tewasnya Dua Intel TNI di Aceh

Ini Kronologi Tewasnya Dua Intel TNI di Aceh - Diberitakan sebelumnya, dua prajurit masing-masing bernama Sertu Hendrianto (36) asal Jambi dan Serda Indra Irawan (41) asal Palembang, Sumatera Selatan, ditemukan tewas dengan luka tembak di bagian dada, Selasa pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Mayat ditemukan di Desa Batee Pila, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara. (Baca: Dua Intel TNI Ditemukan Jadi Mayat di Aceh).

Dalam hal ini Ikhwanesia.com menghimpun informasi dan mencoba menulis kronologis kejadian penculikan hingga ditemukan dua mayat anggota TNI ini, serta momen penting lain yang terjadi terkait kasus ini:
Ini Kronologi Tewasnya Dua Intel TNI di Aceh
Mobil Yang dikendarai Dua Intel TNI Yang Tewas di Aceh

Ini Kronologi Tewasnya Dua Intel TNI di Aceh

Senin (23/3) sekitar Pukul 16:
Sertu Hendriarto dan Serda Indra Irawan mendatangi rumah Mukim Daud mencari informasi terkait elisitasi/wawancara. hal ini berdasarkan penuturan mukim Daud sendiri. Namun, banyak pihak meyakini bahwa kedatangan dual intel ini adalah untuk mencari informasi terkait kelompok bersenjata di daerah tersebut.

Senin (23/3) sekitar Pukul 17:
Keduanya meninggalkan rumah Mukim Daud. Namun, baru 300 meter meninggalkan rumah mukim Daud, muncul sekitar 15 orang kelompok bersenjata yang menodongkan senjata dan langsung membawa dua intel TNI itu ke mobil. Mobil tersebut diinformasikan mengarah ke Desa Sido Mulyo, Kecamatan Kuta Makmut, Kabupaten Aceh Utara.

Senin (23/3) Pukul 17.30:
terdengar suara letusan senjata api sebanyak tiga kali di sekitar Desa Alumbang, Kecamatan Nisam Antara.

Selasa (24/3) Pukul 08.30:
Mayat keduanya ditemukan di kawasan Desa Bate Pilah, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara.

Selasa Siang:
Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Agus Kriswanto, memberikan keterangan kepada wartawan. Panglima menegaskan menghormati pihak keamanan untuk menangani kasus ini, namun siap membantu jika dibutuhkan.

Selasa Sore:
Kelompok Din Minimi membantah terlibat dalam penculikan serta pembunuhan dua intel TNI tersebut. Din juga menyatakan tidak tahu menahu tentang penculikan Ayah Mud, yang diketahui sebagai warga Desa Kito, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, diculik oleh kelompok bersenjata laras panjang saat membeli rokok di kios yang tak jauh dari rumahnya, juga pada Minggu malam (22/3).

Demikian informasi terkait Kronologi Tewasnya Dua Intel TNI di Aceh

Dua Intel TNI Ditemukan Jadi Mayat di Aceh

Dua Intel TNI Ditemukan Jadi Mayat di Aceh - Dua Anggota TNI Unit Intelijen Kodim 0103 Aceh Utara Sertu Indra dan Serda Hendri, dilaporkan sudah ditemukan meninggal dunia di kawasan Desa Bate Pilah, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (24/3) sekira pukul 8:30 WIB. Pada hari ini selasa tanggal 24 maret 2015 telah di temukan 2 mayat di duga 2 orang anggota intel kodim yang di culik kemarin senin 23 maret 2015, lokasi penemuan mayat di desa Bate pilah kec. Nisam antara kab. Aceh utara.

Kronologis "sekira pukul 08.30 wib team Sat intelkam Polres Lhokseumawe dan Sat Narkoba polres lhokseumawe yang berjumlah 13 orang dipimpin oleh Kasat Intelkam Polres lhokseumawe AKP AHZAN S.ik melakukan penyelidikan terkait kasus penculikan kemarin, sesampai di desa bate pilah kec.nisam antara team melihat mayat 2 orang laki2 dalam posisi terlungkup dengan tangan terikat ( hanya mengenakan celana dalam ), melihat hal tersebut team melakukan koordinasi dengan pasukan Brimob yang stand by di Pos polisi nisam antara. 

Dua Intel TNI Ditemukan Jadi Mayat di Aceh

Dua Intel TNI Ditemukan Jadi Mayat di Aceh
Dua TNI Kodim Ditemukan Jadi Mayat di Aceh

Selanjutnya tim brimob bersama dengan polres lsm melakukan pengecekan terhadap mayat tsbut dan ternyata benar bahwa mayat tsbut merupakan angt TNI AD yg bertugas di unit intel kodim 0103 aut an. Serda indra dan sertu hendrianto.

sebelumnya diberitakan bahwa dua Intel Kodim 0103 diculik di Aceh Utara. dua intel ini disinyalir sedang melakukan pencarian terhadap kelompok Din Minimi. semoga kejadian ini tidak memunculkan Konflik bersenjata lagi di Aceh. semoga perdamaian selalu terawat.

Nb :
1. kemungkinan korban di eksekusi dengan cara diberondong/direntet dari jarak dekat berhubung luka tembak yg ada pada korban hampir diseluruh bagian tubuh, di tkp ditemukan 12 (dua belas butir) selongsong ak 47 dan 3 (tiga) butir selongsong jenis M16

2. Kini, kedua jenazah anggota TNI unit inteldim 0103 Aceh Utara sudah dievakuasi.

"Media Harus Bijak Dalam Pemberitaan"

Media menjadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir terkait pemberitaan yang dinilai kurang bijak oleh beberapa pihak. terakhir, terjadi pemberitaan yang tendensius dan tanpa meminta klarifikasi terkait perayaan tahun baru di Pantai Casa Nemo, Sabang (Baca: Ini Klarifikasi Anggota DPRK Sabang Terkait Penyerangan Turis) dan beberapa pemberitaan tendensius lainnya tentang penegakan syariat Islam seperti penggeledahan warung kopi saat ada letusan kembang api yang membuat seolah-olah syariat Islam di Aceh sangat mengekang padahal dilapangan tidak tentu sama seperti yang digambarkan oleh media.

"Media Harus Bijak Dalam Pemberitaan"

"Media Harus Bijak Dalam Pemberitaan Syariat Islam"

Penggiat Komunikasi Publik di Aceh, Sayid Fadhil Asqar pun angkat bicara, ia menyesalkan sikap beberapa media yang kurang bijak dalam pemberitaan. Kita seharusnya bersatu dan bersama mewujudkan Syariat Islam tegak di Aceh.

Sayid mengaku cukup terganggu dengan pemberitaan ini apalagi dengan cara-cara yang tidak berimbang dengan fakta yang terjadi di lapangan.

"Media Harus Bijak Dalam Pemberitaan"


Menyoal beragam pemberitaan buruk soal larangan 'pesta tahun baru' di Aceh. Hal yang sangat mengganggu saya adalah fakta bahwa justru beberapa orang aceh dan media lokal yg dengan suka cita memberitakan dgn tdk bijak.
Sikap dan tindakan oknum, digeneralkan sebagai sikap daerah. Yang lebih menggelikan lagi, mereka juga orang2 yg sama yg mengkritik tentang penerapan Syariat Islam yg kata mereka setengah hati.
Entah ada apa dengan Aceh, dan negeri ini. Sepertinya sekelompok orang sedang berjuang utk memecah belah kenyamanan dan kerukunan hidup beragama.
"Media Harus Bijak Dalam Pemberitaan Syariat Islam"

Media jangan hanya bergerak di tataran mencari keuntungan dengan membuat sensasi sehingga banyaknya pembaca. tetapi, media juga harus berperan dan bertanggung jawab atas hak publik untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat dan valid dengan tujuan untuk mencerdaskan bangsa. (IR/SFA)

"Media Harus Bijak Dalam Pemberitaan"

Ini Klarifikasi Anggota DPRK Sabang Terkait Penyerangan Turis

Hebohnya berita penyerangan turis yang bersumber dari CUT Tya Syahara melalui akun @tyasyhr di Twitter beberapa waktu yang lalu. Atjehpost yang memberitakan ini pun dituding tidak profesional dalam dunia jurnalistik karena terkesan tendensius dan tanpa mencari dahulu kebenaran berita ini.

Albina Arahman yang merupakan salah satu anggota DPRK Sabang pun angkat bicara dalam status facebooknya terkait hal ini.
"saya sangat respek dengan berita2 atjehpost, tapi kali ini bagi saya atjehpost benar2 amatiran, prinsip coverboth stories dalam pemberitaan dibaikan dan sarat dengan muatan tertentu dalam berita kali ini... perlu saya infokan bahwa ini berita me jurus fitnah bagi kota sabang keseluruhan, yang benarnya di xasenemo ada dibuat DJ party, belly dance dan firework party,, itu dilarang sesuai arahan muspida sabang, tapi oleh sasanemo tetap nekat dibuat... ibu kapolres datang langsung menegur untuk mengentikan acara ini, tapi tak digubris... akhirnya warga marah karena sikap keras kepala pihak pengelola sacanemo... alasan casanemo buat acara tersebut khusus untuk turis alias bulek yang nginap di casanemo, padahal kenyataannya yang hadir warga sabang dan abege semua... bulek cuma bisa hitungan jari... nih brosur acaranya yang jelas2 open to public... dalam berita atjehpost warga menyebut bahwa acara tahun baru dilarang oleh bu illiza,,, yang benarnya warga mengatakan bahwa acara tahun baru dilarang oleh bu kapolres... (sesuai arahah muspida) dan bu kapolres sendiri yang menegur tapi gak dipedulikan,,, akhirnya warga sekitar jadi marah karena aparat hukum yang datang baik2 untuk menegur acara tersebut tidak diabaikan... saya respek dengan atjehpost,, tapi untuk kali ini mohon maaf,, prinsip coverboth stories dalam pemberitaan diabaikan,, atjeh[ost menunjukkan jatidirinya yang sebenarnya.. (amatiran).. maaf.. colek Ihan Sunrise"
.
Klarifikasi terhadap berita fitnah Atjehpost.com mengenai kericuhan malam tahun baru di Sabang ini dinilai cukup tendensius dengan judul: "Diserang Warga di Pantai Casanemo Sabang, Gadis Ini Diinjak".

Ini Klarifikasi Anggota DPRK Sabang Terkait Penyerangan Turis


akun facebook Hilal Toxx juga ikut menuliskan bahwa Atjehpost.com telah menurunkan harga dirinya ke level media abal-abal, dimana dalam memuat berita tidak sesuai kode etik jurnalistik, yang mana seharusnya sebuah berita mesti cover both side, keterangan berita diperoleh tidak hanya dari satu pihak. Atjehpost.com hanya mengutip keterangan dari twitter Cut Tya Syahara.

Cut Tya Syahara telah mempermalukan dirinya sendiri dengan mengakui ikut serta dalam acara perayaan tahun baru yang ternyata acaranya seperti dalam klarifikasi di atas.

Ini Klarifikasi Anggota DPRK Sabang Terkait Penyerangan Turis

berikut kami lampirkan brosur publikasi perayaan Tahun baru yang dibuka untuk publik.

Wanita Aceh Sampaikan Pesan Untuk Sudut Pandang Metro TV

Metro Tv kembali menjadi sorotan saat menayangkan Sudut Pandang yang bertajuk "Mencari Semangat Cut Nyak Dien (5)". Acara yang dibawakan oleh Fifi Aleyda Yahya ini pada segmen ke lima menghadirkan Musisi, Nyak Ina Raseuki/Ubiet, dan Aktris Helmalia Putri, Sabtu (27/12/2014).

para narasumber yang berdarah Aceh ini tampil tanpa jilbab dan Helmalia Putri tampil dengan rok ketat diatas lutut. mereka menyatakan bahwa selama ini perempuan Aceh tidak bisa berkarya karena syariat Islam. padahal, sebelumnya Afla yang juga narasumber pada segmen 4 mengharapkan Syariat Islam di Aceh dilaksanakan secara kaffah. pernyataan Nyak Ina Raseuki dan Helmalia Putri ini menimbulkan reaksi dari wanita Aceh.
Metro Tv Kembali di Sorot

Metro Tv Kembali di Sorot

Cut Afrianandra, dalam status Facebooknya menulis "Sudut Pandang at MetroTV. wawancara di studio MetroTV, nara sumbernya salah orang. Ubiet and Helmalia Putri. Go back to Aceh wahai syeudara, and you will know about the real aceh!". Cut Afrianandra mengajak kepada kedua narasumber ini untuk pulang dan tinggal di Aceh, sehingga bisa merasakan "The Real Aceh", bagaimana kondisi Aceh sebenarnya. karena kedua narasumber ini hanya memperhatikan dari jauh dan membaca di media-media yang jelas-jelas selama ini sentimen terhadap Syariat Islam. bahkan, termasuk Metro Tv yang selama ini kerap dikecam oleh Netizen akibat Sentimen terhadap Syariat Islam.

Cut menambahkan "Mengaku muslimah, namun menganggap hijab sebagai pilihan, bukan kewajiban. Bikin malu aja. Berani berpendapat dan Merasa qanun dan hukum syariah sebagai batasan sehingga perempuan aceh tidak bebas. Tidak bebas buat maksiat maksudnya? Kiban dile pikiran. Kelewat careng, ka manyang jak beut sang". terjemahannya sebagai berikut "Mengaku muslimah, namun menganggap hijab sebagai pilihan, bukan kewajiban. Bikin malu aja. Berani berpendapat dan Merasa qanun dan hukum syariah sebagai batasan sehingga perempuan aceh tidak bebas. Tidak bebas buat maksiat maksudnya? Bagaimana jalan pikirannya. sudah terlewat pintar, mengajinya sudah terlalu tinggi sepertinya".

Metro Tv Kembali di Sorot

Selain itu, Riza Musa dalam komentarnya menambahkan, "yang tdk benar metro tv nya, mengapa menjadikan ybs sebagai narasumbernya, tentu ada maksud dan tujuan dibalik itu semua".

Wanita Aceh Sampaikan Pesan Untuk Sudut Pandang Metro TV

Metro Tv Kembali di Sorot

Kumpulan Foto Perubahan Aceh Ketika Tsunami dan Kini

Foto Menarik Perubahan di Aceh Ketika Diterjang Tsunami dan Kini


Kumpulan Foto Perubahan Aceh Ketika Tsunami dan Kini - Gempa bumi berkekuatan 9 skala richter menghantam Indonesia dan beberapa negara lain. Kawasan pemukiman di Banda Aceh yang hancur karena tsunami sudah dibangun kembali. Rumah-rumah sudah ditatar rapi dan terlihat berdiri kokoh

Minggu, 26 Desember 2004 menjadi hari yang tak akan pernah dilupakan oleh masyarakat Aceh dan sekitarnya. Pagi itu gempa berkekuatan 9 skala richter mengguncang Aceh, tsunami besar menerjang dan menghancurkan kawasan tersebut. Ratusan ribu jiwa melayang terhempas gelombang dasyat setinggi puluhan meter itu.

Kumpulan Foto Perubahan Aceh Ketika Tsunami dan Kini 

10 tahun sudah berlalu pasca gempa dan tsunami dahsyat. Kini Aceh telah berubah dan berbenah. Kawasan yang dulu porak-poranda kini sudah ditata. Rumah-rumah dibangun, fasilitas umum didirikan dan warga sudah beraktivitas seperti biasa. Berikut beberapa foto kondisi Aceh saat tsunami 2004 dan Aceh saat ini di tahun 2014 yang dilansir BBC Indonesia. ketika peringatan peristiwa dahsyat ini, presiden indonesia joko widodo malah lebih memilih menghadiri perayaan natal di papua, padahal sebelumnya sudah mengkonfirmasi akan hadir ke Aceh (baca - Jokowi Pilih Hadiri Perayaan Natal Daripada Peringatan Tsunami )

Kumpulan Foto Perubahan Aceh Ketika Tsunami dan Kini