Teuku Raja Angkasah, mendeklarasikan perang melawan Kompeni Belanda. Hingga akhirnya syahid di Buket Gadeng, Kecamatan Bakongan Kabupaten Aceh Selatan, 25 Oktober 1925.Postur tubuhnya memang kecil, tapi bukan berarti tidak punya nyali dan keberanian. Sejak kecil, sahabat Teuku Cut Ali ini, sudah memiliki keberanian dan kelebihan. Kelihaian dalam memainkan pedang, menjadikan putra dari Teuku Abdurrahman itu disegani kawan-kawan seperjuangannya. Belanda menjulukinya sebagai “Harimau Sumatera” karena keperkasaannya.Teuku Raja Angkasah mulai memimpin perang melawan marsose Belanda awal tahun 1925.
Pencarian Populer
-
Selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan hanya memiliki pertambahan kekayaan ditabungannya sebesar 10 juta per tahun....
-
tadi ketika saya membuka eFBe -bahasa keren dari facebook-. saya membaca sebuah link dari teman yaitu : http://jakarta.tribunnews.com/20...
-
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) wilayah Aceh mendesak Pemerintah Aceh untuk mencabut secara resmi status Rafiqa Soraya ...
-
Google + Dapatkah Google+ (Google Plus) mencuri pengguna dari Facebook? Ya. Ada beberapa alasan yang baik untuk beralih dari Facebook ke...
Showing posts with label Angkasah. Show all posts
Showing posts with label Angkasah. Show all posts
Subscribe to:
Posts (Atom)
Recent
Weekly
-
Selama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan hanya memiliki pertambahan kekayaan ditabungannya sebesar 10 juta per tahun....
-
tadi ketika saya membuka eFBe -bahasa keren dari facebook-. saya membaca sebuah link dari teman yaitu : http://jakarta.tribunnews.com/20...
-
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) wilayah Aceh mendesak Pemerintah Aceh untuk mencabut secara resmi status Rafiqa Soraya ...
-
Google + Dapatkah Google+ (Google Plus) mencuri pengguna dari Facebook? Ya. Ada beberapa alasan yang baik untuk beralih dari Facebook ke...
-
oleh: Nandang Burhanudin Di saat kader-kader Harakah Muqawamah Islamiyah dan kader-kader Perlawanan Palestina fokus dalam ribath (...