Showing posts with label Negeri. Show all posts
Showing posts with label Negeri. Show all posts

Al Shatir: Penerapan Syariat Islam di Mesir Adalah Tujuan Utama Saya

Calon presiden dari Ikhwanul Muslimin, Khairat al-Shatir, mengatakan bahwa penerapan Syariah Islam merupakan tujuan utamanya sebagai Presiden, Selasa (03/04/2012).

"Saya akan mengandalkan orang-orang yang berpengalaman untuk membantu Parlemen mewujudkan tujuan cita-cita tersebut," kata Shatir dalam pertemuan Lembaga Kebenaran dan Reformasi Legitimasi Islam, sebuah lembaga kumpulan ulama-ulama moderat, menurut situs kelompok itu, yang dikutip dari Al Arabiyya.

Shatir tidak merinci metode yang akan dia adopsi untuk menerapkan undang-undang Islam sebagaimana misinya. Pernyataan itu diucapkannya setelah empat jam sejak Al Ikhwan mengumumkan pencalonannya.

Shatir membantah kesan bahwa pencalonannya merupakan hasil dari kesepakatan khusus dengan Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata. Adapun sistem pemerintahan yang akan dibangun, dia lebih memilih sistem semi-presidensial, meskipun ia juga tidak mempersoalkan jika partai politik yang ada memilih sistem parlementer.

Shatir adalah salah satu pilar Al Ikhwan yang sebelumnya menjabat sebagai wakil tertinggi Al Ikhwan. Ia merupakan tokoh oposisi vokal dalam pemerintahan mantan Presiden Hosni Mubarak. Pada bulan April 2011, ia pernah mengatakan bahwa Al Ikhwan sedang mempersiapkan pembentukan sebuah pemerintahan Islam, yang mengundang kecaman dari kaum sekularis dan Kristen Koptik yang menentang gagasan tentang negara agama.

Inilah 10 Negara Terkaya Dunia Saat Ini

Headline
atas (ki-ka): Austria, Belanda, Swissbawah (ki-ka): Uni Emirat Arab, Luksemburg, Qatar - businessinsider.com
 

IKHWANESIA.COM, Jakarta - Ekonomi global masih bergejolak, namun beberapa negara ternyata dapat melaluinya dengan cukup baik. Bahkan tercatat sebagai negara terkaya dunia. Mana saja?
Kebanyakan orang tahu bahwa Amerika Serikat adalah negara terkaya dunia, diikuti China, Jepang dan lainnya. Hal ini dihitung berdasarkan indikator ekonomi Nominal PDB (Pendapatan Domestik Bruto), PNB (Pendapatan Nasional Bruto) dan banyak lagi.
Tetapi tidak banyak yang tahu tentang negara-negara terkaya berdasarkan PDB per Kapita, yaitu nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh rata-rata penduduk negara itu.
Tidak masalah jika beberapa negara memiliki konstitusi atau raja, karena pada dasarnya ada konstruksi atau manufaktur sebagai bagian besar basis industri mereka. Tentu saja, kepemilikan atas ladang minyak merupakan keuntungan tersendiri.
Berikut peringkat kekayaan negara berdasarkan Produk Domestik Bruto (GDP) per kapita. Semua angka-angka dihitung menggunakan paritas daya beli (PPP) Bank Dunia.
10. Austria
Austria adalah negara pada urutan kesepuluh dalam daftar negara terkaya, dengan PDB per kapita mencapai US$ 39,711. Negara dimana permen dengan merek dagang PEZ ini ditemukan, memiliki populasi sebesar 8,41 juta, dengan sebagian besar berbahasa Jerman. Adapun industri utama Austria adalah konstruksi, makanan, dan logam.
9. Irlandia
Irlandia berada di posisi kesembilan, dengan PDB per kapita mencapai US$ 39.999. Negara dengan jumlah penduduk sebanyak 4,58 juta orang ini menggantungkan ekonominya pada industri utama logam, makanan, dan tekstil.
8. Belanda
Dengan PDB per kapita mencapai US$ 42.447, Belanda menempati posisi kedelapan, Runner up Piala Dunia 2010 ini dikenal untuk tingkat pengangguran yang rendah, dengan populasi mencapai 16,68 juta. Adapun industri utamanya mencakup pertanian, logam, dan produk rekayasa.
7. Swiss
Meskipun dunia mengenal Swiss dari penemuan berupa pisau Swiss Army dan coklatnya lezat, Swiss sebenarnya adalah negara yang bagus bagi investor. Mereka mengklaim PDB per kapita mencapai US$ 46.424 dengan jumlah penduduk 7,86 juta orang. Adapun perekonomian Swiss didasarkan pada industri pariwisata, mesin, dan bahan kimia.
6. Amerika Serikat
Amerika Serikat menempati posisi keenam negara terkaya dengan PDB per kapita US$ 47.084. Tanah kebebasan ini merupakan salah satu negara terpadat di dunia, dengan populasi lebih dari 310 juta penduduk. Industri utamanya meliputi minyak bumi, baja, dan kendaraan bermotor.
5. Singapura
Satu-satunya negara di benua Asia Tenggara yang berhasil masuk daftar ini adalah Singapura, dengan PDB per kapita mencapai US$ 56.797. Singapura adalah sebuah negara dengan 63 pulau dan rumah bagi 5,07 juta penduduk. Adapun industri utamanya mencakup elektronik, kimia, dan jasa keuangan.
4. Norwegia
Sedangkan di posisi keempat negara terkaya adalah Norwegia, dengan PDB per kapita mencapai US$ 56.920. Kerajaan Norwegia adalah salah satu dari beberapa negara dunia yang masih diperintah seorang raja. Negara dengan populasi mencapai 4,97 juta orang ini wilayah strategis ekonomi ini, memiliki minyak bumi dan gas alam, dan pengolahan yang bagus.
3. Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab dengan PDB per kapita sebesar US$ 57.774 menjadi negara terkaya ketiga dunia. Negara yang memiliki Dubai Mall, pusat perbelanjaan terbesar dunia ini, terdiri dari tujuh emirat dan diatur oleh presiden. Uni Emirat Arab juga rumah bagi 8.260.000 orang dan mengkhususkan diri dalam minyak bumi, petrokimia, aluminium, dan semen.
2. Luksemburg
Di posisi kedua adalah Luksemburg, dengan PDB per kapita US$ 89.562. Meskipun merupakan negara Eropa yang kecil, bahkan lebih kecil dari Rhode Island, Luksemburg memiliki bahasa sendiri yaitu Luxembourgish. Selain menggunakan dua bahasa lain yakni Prancis dan Jerman. Penduduk disini tidak banyak, hanya 0,51 juta orang. Sedangkan industri terbesar adalah perbankan, jasa keuangan, besi dan baja.
1.Qatar
Adapun negara yang menduduki peringkat pertama terkaya berdasarkan PDB adalah Qatar, dengan PDB mencapai US$ 91.379 per kapita. Negara penyelenggara Piala Dunia pada 2022 mendatang ini memiliki populasi sebanyak 1,69 juta penduduk. Seperti banyak negara-negara Timur Tengah, produksi minyak mentah dan penyulingan memainkan peran besar bagi pendapatan negara ini. [mdr]

P. Ramlee, Permata Aceh Di Negeri Jiran

Siapa sangka, P. Ramlee alias Teuku Zakaria Teuku Nyak Puteh yang merupakan seorang penyanyi, musisi, aktor kawakan, dan sutradara film Malaysia adalah seorang bangsawan yang di dalam dirinya mengalir ‘darah biru’ seorang pelaut kawakan Aceh, Teuku Nyak Puteh Teuku Karim.
Teuku Zakaria bin Teuku Nyak Puteh atau lebih populer P. Ramlee (seniman) dilahirkan pada hari Rabu 22 Maret 1929 (lahir waktu pagi hari lebaran-red) di Pulau Pinang, Malaysia. Bapaknya, Teuku Nyak Puteh adalah seorang ahli pelayaran yang berasal dari Lhokseumawe. Ibunya bernama Che Mah Hussin berasal dari Kubang Buaya, Butterworth, Malaysia. Penggunaan inisial "P" pada awal namanya diambil dari nama bapaknya Puteh, ketika ia mengikuti lomba menyanyi di Pulau Pinang pada tahun 1947. Sejak saat itu, inisial "P" terus melekat pada namanya hingga akhir hayat. Bakat P. Ramlee di bidang seni, khususnya seni peran dan seni suara sudah ada pada dirinya sejak ia masih kecil.

Ayah P. Ramlee, Teuku Nyak Puteh Teuku Karim yang berasal dari Lhokseumawe ini merupakan seorang pelaut kawakan Aceh yang merantau ke Malaysia dan menetap di Pulau Penang.

Negeri "Achai"

Pada masa perang lalu, sebagian kecil orang tertarik dengan perdebatan bagaimana menuliskan kata Aceh. Ada yang menuliskannya dengan Acheh, Atjeh dan Aceh. Pertengkaran bisa menghebat karena cara penulisan diklaim menentukan kadar keAcehannya.
Mungkin juga hal itu tidaklah sepelik yang dimaknakan oleh yang mereka pertengkarkan. Mungkin Aceh mewakili penulisan ejaan baru; Atjeh mewakili penulisan ejaan lama, dan Acheh bukan mewakili ejaan Melayu. Sebetulnya kepelikan – akibat sok paling politis dan keacehan itu— semakin berkurang manakala kita telusuri pada sejumlah artikel tentang sejarah Aceh.Dennys Lombard memberikan catatan khusus tentang penyebutan beberapa nama tempat di Aceh. Dalam bukunya: Kerajaan Aceh: Zaman Sultan Iskandar Muda (1607-1636), bahkan ia meletakkan bagian aneka penulisan kata Aceh di bagian awal bukunya itu.Sebelumnya, apa yang kita kenal sekarang sebagai Perlak (840-1292), oleh Marco Polo ditulis Ferlec. Ada juga yang menuliskannya Barlak, Perla—yang dalam dialek Aceh disebut: Peureulak. Demikian pula Idi yang dahulu juga sudah dikenal, maka ditulis oleh Karl May sebagai Edi. Lalu bagaimana dengan Benua Tamiang (960-1558), yang disebut dengan dialek Aceh sebagai Tamieng. Ini kerajaan tertua ketiga, setelah Perlak dan Samudra Pasai.