Showing posts with label Internasional. Show all posts
Showing posts with label Internasional. Show all posts

Parade 11 Goal dari Tim Kota Milan

Liga Serie-A Italia giornata kedua pada tahun ini menghasilkan banyak goal, dua klub sepakbola dari kota Milan mencetak banyak goal. Inter Milan mencukur Sossuolo dengan skor 7-0 tanpa balas, sementara AC Milan yang menantang Parma unggul tipis 5-4.

Banyaknya goal yang tercipta pada pertandingan ini membuat hidup suasana para penggemar kedua klub kota mode tersebut, para Interisti dan Milanisti seluruh dunia merayakan kemenangan tim mereka masing-masing.

Dalam beberapa tahun terakhir, pamor Serie-A Italia memang menurun. Selain tempo permainan yang lamban, sedikitnya goal yang tercipta di setiap pertandingan membuat orang bosan menyaksikan pertandingan. Tapi sepertinya tahun ini akan menjadi awal kebangkitan liga yang populer pada tahun sembilanpuluhan ini.

Apalagi saat ini hampir semua klub yang berlaga di Serie-A sudah mulai berbenah dengan mendatangkan pemain-pemain kelas dunia. Sebut saja Fernando Torres yang dibeli AC Milan dari Chelsea.

Foto: Score Pertandingan Serie-A masing-masing klub pada giornata kedua musim 2014-2015 (sumber: livescore)

Al Shatir: Penerapan Syariat Islam di Mesir Adalah Tujuan Utama Saya

Calon presiden dari Ikhwanul Muslimin, Khairat al-Shatir, mengatakan bahwa penerapan Syariah Islam merupakan tujuan utamanya sebagai Presiden, Selasa (03/04/2012).

"Saya akan mengandalkan orang-orang yang berpengalaman untuk membantu Parlemen mewujudkan tujuan cita-cita tersebut," kata Shatir dalam pertemuan Lembaga Kebenaran dan Reformasi Legitimasi Islam, sebuah lembaga kumpulan ulama-ulama moderat, menurut situs kelompok itu, yang dikutip dari Al Arabiyya.

Shatir tidak merinci metode yang akan dia adopsi untuk menerapkan undang-undang Islam sebagaimana misinya. Pernyataan itu diucapkannya setelah empat jam sejak Al Ikhwan mengumumkan pencalonannya.

Shatir membantah kesan bahwa pencalonannya merupakan hasil dari kesepakatan khusus dengan Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata. Adapun sistem pemerintahan yang akan dibangun, dia lebih memilih sistem semi-presidensial, meskipun ia juga tidak mempersoalkan jika partai politik yang ada memilih sistem parlementer.

Shatir adalah salah satu pilar Al Ikhwan yang sebelumnya menjabat sebagai wakil tertinggi Al Ikhwan. Ia merupakan tokoh oposisi vokal dalam pemerintahan mantan Presiden Hosni Mubarak. Pada bulan April 2011, ia pernah mengatakan bahwa Al Ikhwan sedang mempersiapkan pembentukan sebuah pemerintahan Islam, yang mengundang kecaman dari kaum sekularis dan Kristen Koptik yang menentang gagasan tentang negara agama.

Astaghfirullah ! Diskotik di Spanyol Berarsitektur Masjid

Betapa terkejutnya saya melihat gambar-gambar dibawah ini, ketika pertama kali saya melihat malah saya mengira ini adalah sebuah Masjid yang tengah di penuhi jamaah, Namun, setelah mencari data-data di internet, ternyata itu adalah sebuah diskotik di Negeri Matador, Spanyol. mereka membangun diskotik di Kota Aguilas, Murcia, Selatan Spanyol dengan nama La Meca dan arsitektur bangunan masjid.
Ini adalah suatu penghinaan ungkap Mohammed Reda e-Qady, Sekertaris Persatuan Masyarakat Islam Murcia, Kutipan dari NorthJersey.com. masyarakat muslim pendatang yang ingin sholat sempat terkecoh oleh bentuk bangunannya..Lihat link Foto-Foto di bawah ini
saya sangat keberatan jika bangunan yang menyerupai (bentuk) masjid dijadikan tempat foya-foya, ataukah ada konspirasi atau kesengajaan dalam mengarsiteki bangunan ini sejak dibangun? silahkan berkomentar.

Ilmuwan Aceh Yang Masyhur di Belanda


ATAS kebaikan Dr Eka Sri Mulyani saya akhirnya berkenalan dengan Profesor Teuku Iskandar (86). Putra Aceh ini adalah sosok terkenal yang selalu dibicarakan para scholars di Negeri Kincir, Belanda.

Orang Aceh mengenalnya sebagai pakar manuskrip Aceh, terutama tentang hikayat Aceh. Selain itu, nama Teuku Iskandar menjadi legendaris karena ia berperan besar dalam membidani berdirinya Fakultas Ekonomi yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) 51 tahun silam.

Generasi muda Aceh, bahkan ribuan sivitas akademika Unsyiah saat ini, mungkin banyak yang tidak kenal siapa dia, ilmuwan yang justru sangat berjasa bagi universitas kebanggaan rakyat Aceh itu.

Dengan beliaulah saya dipertemukan Dr Eka Sri Mulyani pada sebuah sore yang cerah pekan lalu. Bersama Dr Eka kami mengayuh sepeda ke kediaman Teuku Iskandar. Ia tinggal di rumah yang

asri di pinggiran Kota Leiden. Rumah itu bercat putih bergaya klasik, dengan tanaman hias di sana-sini. Di dekat rumahnya terdapat padang rumput hijau. Kuda-kuda asyik menikmati rumput muda di situ.

Begitu kami menjejakkan kaki di tangga rumahnya, Prof Iskandar menyambut dengan penuh kehangatan. Beliau langsung menyapa saya dalam bahasa Aceh. Bahasa Acehnya fasih sekali, meski sudah berpuluh tahun ia menetap di Belanda.

Pembicaraan kami pun dimulai dari topik yang santai. Ia bercerita bahwa beberapa waktu lalu jatuh sakit, sehingga tak dapat menghadiri upacara kenegaraan (undangan Sultan Brunei) dan sejumlah undangan mancanegara lainnya.

Semangat berkarya dan terus berkarya tak pernah lekang dari sosok Prof Iskandar. Beliau punya keahlian di bidang sastra Aceh. Pengetahuannya tentang hikayat-hikayat pada masa Kerajaan Aceh nyaris tak tertandingi.

Buku-buku berskala dunia karya beliau sudah terbit, di antaranya Mapping Acehness Past, Pusat Perdaban Melayu, dan lain-lain. Buku-buku yang dia hasilkan menjadi acuan bagi peneliti baik dari Malaysia maupun di Belanda sendiri. Sekarang pun ia sedang menyelesaikan buku yang mengulas Kitab Bustanussalatin (karya Nuruddin Ar-Raniry).

Pria yang lahir di Trienggadeng, Pidie, 86 tahun yang lalu ini masih sangat produktif. Setelah pensiun mengajar di Leiden University ia tetap aktif berkarya. Di ruang kerjanya yang asri penuh dengan dokumen-dokumen autentik. Saya kagum betapa luar biasa pengetahuannya tentang sejarah Aceh.

Ia berkisah tentang upayanya mengumpulkan naskah-naskah kuno yang saat itu tidak diperhatikan masayarakat Aceh. “Saat saya muda di Aceh saya dapati naskah-naskah kuno Aceh digunakan pedagang untuk membungkus kacang atau cabai. Saya terenyuh, lalu selembar demi selembar naskah kuno yang merupakan sumber sejarah tertulis itu, saya kumpul dan beli dari pemiliknya,” ungkap Prof Iskandar.

Tak cukup hanya mencari naskah kuno Aceh di Aceh, ia kemudian melanjutkan perburuan ke Belanda, karena ia tahu ketika tentara Belanda menjajah Aceh banyak naskah kuno Aceh yang dilarikan ke Belanda. Di antara kitab yang dia dapatkan adalah Bustanussalatin karangan Nuruddin Ar-Raniry yang dia beli di Pasar Buku Belanda.

Sosok tua yang ingatannya masih setia ini tetap bersemangat menceritakan kisah-kisah sejarah Aceh. Termasuk pengalamannya sebagai pejuang pada masa penjajahan Belanda. Kemudian ia menjadi akademisi di Unsyiah, khususnya di Fakultas Ekonomi.

Prof Iskandar berkali-kali menekankan bahwa Aceh sekarang harus memiliki sebuah catatan mozaik sejarah yang lengkap untuk melanjutkan kesinambungan sejarah Aceh agar tidak punah.

Beliau katakan juga kepada saya bahwa sejarah kejayaan Aceh tidak terlepas dari peran dan kerja sama raja dan ulama yang saling mengisi dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan. Aceh saat ini pun, menurut Prof Iskandar, mestinya tetap mengadopsi cara tersebut.

Saat saya bertanya, apa Anda masih melukis? Langsung beliau tunjukkan hasil lukisannya dengan objek padang rumput yang dikelilingi pohon oak yang rindang. Ternyata jiwa seni beliau tak luntur jua. Menariknya lagi, pohon belimbing untuk membuat asam sunti dan pohon teumeurui pun dia tanam di pekarangan rumahnya. Meski jauh dari Aceh, tetapi kekhasan Aceh tak hilang darinya.

Tanpa terasa senja pun hampir tiba. Kami mohon pamit dari rumahnya. Pertemuan singkat itu disudahi dengan foto bersama. Saya senang luar biasa karena telah dipertemukan dengan seorang tokoh Aceh yang namanya masyhur di negeri Belanda.

***

Oleh Ismail Sulaiman adalah Dosen STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa Aceh, Fellow Research Student di Leiden University, Harian Serambi Indonesia.
atjehcyber.tk
 

Misteri Awan Tsunami Raksasa di Langit Alabama

Barisan awan raksasa itu bagai mengepung langit kota Birmingham di Alabama, Amerika Serikat, Jumat lalu. Awan berbentuk gelombang tsunami yang bergulung-gulung itu membuat stasiun cuaca setempat kebanjiran pertanyaan penduduk yang datang membawa foto awan aneh itu, “Apakah ini tsunami di langit?”
Awan berbentuk gelombang tsunami yang bergulung-gulung di langit Alabama, AS. | FOTO: yahoo.com


Para pakar mengatakan awan ini adalah contoh “gelombang Kelvin-Helmholtz.” Entah di langit atau di samudera, jenis turbulensi itu selalu terbentuk ketika lapisan atau cairan yang bergerak cepat meluncur di atas lapisan tebal yang bergerak lebih lambat sehingga menyeret permukaannya.


Gelombang air, misalnya, terbentuk ketika lapisan fluida di atasnya (udara) bergerak lebih cepat daripada lapisan fluida di bawahnya (air). Ketika perbedaan antara kecepatan angin dan air meningkat ke titik tertentu, gelombang pecah, membentuk seperti cabit yang condong ke depan. Bentuk itulah yang disebut sebagai bentuk gelombang Kelvin-Helmholtz.

Menurut Chris Walcek, ahli meteorologi di Atmospheric Sciences Research Center di State University of New York di Albany, angin yang bergerak cepat di langit dapat menyeret puncak awan tebal yang bergerak lambat di bawahnya dengan cara yang sama.

“Dalam gambar langit Birmingham, kemungkinan ada lapisan udara dingin dekat permukaan yang kecepatan anginnya rendah,” kata Walcek. “Itulah sebabnya ada awan atau kabut di lapisan itu. Di atas lapisan awan dingin yang bergerak lambat itu kemungkinan ada lapisan udara hangat yang bergerak lebih cepat.”

Umumnya, perbedaan kecepatan angin dan temperatur antara dua lapisan atmosfer ini begitu kecil sehingga udara yang bergerak cepat ini meluncur dengan lancar di atas udara yang bergerak lambat,” kata Walcek. Ada kalanya, perbedaannya begitu ekstrem. Jika perbedaan kecepatan angin terlalu besar, antarmuka antara kedua lapisan itu pecah menjadi turbulensi acak.

Gelombang Kelvin-Helmholtz terbentuk ketika perbedaan kecepatan angin dan temperatur di kedua lapisan menyentuh titik yang tepat. “Foto ini menunjukkan udara di antara dua lapisan atmosfer ini amat mendekati ambang batas turbulensi dan bercampur untuk menggabungkan kedua lapisan itu menjadi satu,” ujarnya. [tempo.co/livescience]

Masalah Aceh Dibahas di Luar Negeri

Ini konferensi ketiga di Malaysia. Sebelumnya diadakan di Universitas Putra Malaysia pada tahun 2010 dan Universitas Kebangsaan Malaysia pada tahun 2011.


Seratus kertas kerja yang berkaitan dengan Aceh diajukan untuk dipresentasikan di Kampus International Islamic University Malaysia (IIUM) Kuala Lumpur (KL) pada  26-27 Maret 2012. Presentasi ini disampaikan oleh pelajar, ilmuan, pemikir dari seluruh dunia dalam even Aceh Development International Conference (ADIC)

"Ini konferensi ketiga di Malaysia. Sebelumnya diadakan di Universitas Putra Malaysia pada tahun 2010 dan Universitas Kebangsaan Malaysia pada tahun 2011," sebut Panitia Pelaksana Muhammad Dayyan kepada ikhwanesia.com, hari ini.

Mahasiswa Postgraduate Student Islamic EconomicsIIUM menyebutkan ajang ini sebagai pertemuan ilmiah bertaraf internasional. Tema tahun ini Sustainable Development and Acceleration of Acehnese Welfare; Opportunities and Challenges. Panitia mengaku sudah memperoleh izin dari Rektor IIUM Prof. Dato' Dr. Zaleha Kamaruddin,

"Kami akan memilih paper terbaik multidisiplin dari filsafat hingga ke perikanan," ungkap Dayyan.

Dayyan menambahkan kegiatan ini digelar tanggal 26  Maret setiap tahun untuk mengingat peristiwa 26 Maret 1873 ketika kolonial Belanda memaklumkan perang kepada kerajaan berdaulat Aceh.

Akan Dirilis “Fetih 1453″, Film tentang Pembebasan Konstantinopel


                               
 لتفتحن القسطنطينية فلنعم الامير اميرها و لنعم الجيش ذلك الجيش
“Konstantinopel akan dibebaskan di tangan seorang laki-laki. Maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin yang membebaskan kota itu. Dan sebaik-baik tentara adalah tentaranya.”(HR. Ahmad)

Hadits di atas disampaikan dari lisan Rasulullah SAW kepada para sahabat lebih dari 1400 tahun yang lalu. Hadits inilah yang menginspirasikan para pemuda laki-laki berabad-abad berikutnya untuk berlomba-lomba membebaskan Konstantinopel.

Maka pada tahun 1453 M tersebutlah nama seorang pemuda yaitu Muhammad Al-Fatih. Dia bersama pasukan tentaranya berhasil membebaskan Romawi Timur (Byzantium) dengan ibu kotanya Konstantinopel. Padahal pada saat itu Konstantinopel adalah salah satu jantung kekuatan dunia, artinya bukan kota yang mudah untuk ditaklukkan. Dan setelah dibebaskan, kota ini berubah nama menjadi Islambul yang berarti kota Islam. Namun sejak Mustafa Kemal Ataturk, nama kota ini diganti menjadi Istanbul atau Istambul. Atas penaklukannya tersebut maka pemuda tersebut dijuluki “Al-Fatih” yang berarti sang penakluk.

Kisah heroik pembebasannya kini difilmkan dalam sebuah film produksi Turki. Secara resmi film ini berjudul “Fetih 1453” dan berbahasa Turki. Berdasarkan situs Aksoy Film Production, perusahaan yang memproduksinya, film ini dibuat sejak bulan September 2009 hingga Januari 2012. Dan menurut situs IMDb film ini akan dirilis secara resmi pada tanggal 17 Desember 2011 mendatang di Turki. Sedangkan rilis resmi di negara-negara lain akan dilakukan pada bulan Februari 2012.
Trailer resminya dapat dinikmati di bawah ini. (hdn)
p