Showing posts with label PKS. Show all posts
Showing posts with label PKS. Show all posts

Wah, Aleg Perempuan PKS Ini Tidak Berjilbab!

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menggelar acara SILAGNAS yang diikuti oleh seluruh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, dan DPR RI periode 2014-2019 pada Senin (22/9) di Jakarta.

Anis Matta selaku Presiden Partai memberikan arahan kepada para Aleg PKS yang baru terpilih pada Pileg bulan April 2014 lalu. Disela-sela arahan Anis Matta, beliau memberikan apresiasi khusus kepada para anggota DPR yang baru terpilih dari PKS. Apresiasi Anis Matta ditunjukkan diantaranya kepada Aleg PKS termuda, tertua, dan Aleg PKS perempuan.

Diantara Aleg PKS perempuan, ada seorang Aleg PKS asal Papua yang tidak berjilbab. Hal ini menjadi pemandangan baru di tubuh PKS. Sebagaimana diketahui, notabene Kader PKS perempuan pasti berjilbab.

"Ini adalah wajah baru PKS, silahkan difoto". Kata Anis Matta yang mempersilahkan Aleg tersebut maju ke depan ruang acara. Pada masa Pileg 2014 lalu, PKS memang sudah menyatakan akan menjadi partai inklusif (terbuka) dan menerima non-Muslim sebagai Caleg dari PKS terutama dari daerah minoritas Muslim seperti di Papua.

Keterangan foto:
1. Presiden PKS Anis Matta sedang memberikan arahan.
2. Aleg PKS dari Papua yang tidak berjilbab.
3. Di bawah foto Anis Matta, Aleg PKS tertua berumur 66 tahun.
4. Yang pakai kacamata, Aleg PKS termuda berumur 22 tahun.
5. Para Aleg PKS termuda dengan usia di bawah 25 tahun.
6. Aleg PKS yang terpilih menjadi Ketua DPR di daerah masing-masing.

Sumber foto: Screenshot dari channel Youtube PKS TV.

Warna-warni Aleg PKS se-Indonesia

Oleh: @SafriantoSML

Perhatikan foto di bawah ini, foto ini saya dapatkan dari hasil screenshot ponsel saya. Ini adalah penggalan video Youtube channel PKS TV.

Orang-orang di foto ini merupakan Aleg PKS yang terpilih pada Pileg bulan April 2014 lalu. Mereka sedang mengikuti pembekalan Aleg PKS semua tingkatan, baik DPR Kabupaten/Kota, Provinsi dan DPR RI, semua Aleg PKS terpilih dibekali agar lebih baik lagi menjalani tugas di Parlemen.

Hanya beberapa dari mereka yang diwawancarai oleh PKS TV, saya tertarik membahas 4 orang ini;

1. Foto Paling Atas; Masih Muda, Cantik, dan Pakaiannya lebih modis dari Kader PKS lainnya. Dari gaya bahasanya berbeda dengan kader PKS pada umumnya yang pernah saya temui, sepertinya dia baru di PKS. Dia mengaku merasa nyaman di PKS, dia tidak peduli dengan perkataan negatif orang lain tentang PKS. Selama dia di PKS, dia merasa nyaman.

2. Foto kedua, Ibu yang satu ini pasti dikenali oleh Kader PKS hampir se-Indonesia. Gaya bahasanya PKS bingits! Beliau terpilih kembali menjadi Aleg DPR RI Dapil Jabar. Saya suka gaya bicara Ibu ini, sangat berwibawa.

3. Foto ketiga; Aleg PKS dari kalangan tua. Semangatnya terpancar dari penjelasannya saat diwawancarai. Sepertinya beliau merupakan tokoh masyarakat di daerah beliau. Selamat Bertugas, Kakek!

4. Gaya Bapak di foto terakhir biasa saja, tapi yang menarik adalah (menurut pengakuan beliau) Bapak ini dipilih oleh 600 Orang Pemilih Non-Muslim (Kristen) di Daerahnya.
PKS di Daerah beliau sangat dipercaya masyarakat! Beliau mengatakan PKS tidak hanya membantu rakyat yang beragama Islam, tapi juga melayani Non-Islam. PKS Milik Indonesia!

Selamat Bertugas Aleg PKS!

ANGGOTA DPR PKS & PDIP Hidup Sederhana

Pagi ini saya membaca dua judul berita mantap!
Ada Anggota DPRD dari PKS naik motor ke kantor, ada juga Anggota DPR dari PDIP naik angkot ke Kantor.

Ini membuktikan, masih ada orang baik di kubu musuh (Kalian tau kan, dua partai ini bermusuhan di koalisi pemerintahan saat ini).

Jika kalian menganggap salah seorang dari kedua orang ini hidup sedehana, kalian tidak bisa mengatakan yang satunya lagi hanya pencitraan. Bagi kalian yang benci PDIP tidak bisa katakan itu pencitraan, begitu juga kalian yang benci PKS, hehehe... Kalian ga mau kan kalo anggota partai kalian dibilang pencitraan?

Pencitraan adalah ketika kamu ada Mobil, kamu memilih naik bajaj. Kemudian kamu tidak konsisten naik bajaj tersebut, kamu hanya naik bajaj ketika ada kamera yang menyorotmu saja.
Satu contoh lagi, pencitraan itu ketika istrimu tiba-tiba pakai jilbab. Padahal sebelumnya umbar aurat, dan istri kamu tidak konsisten dengan jilbabnya. Ketika kamera pergi, jilbab dibuka lagi, itu pencitraan!

Sedangkan Kedua Anggota DPR yang saya sebut di atas, mereka baru saja terpilih jadi Anggota DPR. Mereka belum ada uang beli mobil, kita lihat apakah mereka konsisten naik angkot/motor atau tidak.

Pakai mobil itu sendiri harusnya sebuah kebutuhan, jika nanti anggota DPR ini pun membeli mobil, semoga karena kebutuhan bukan keinginan untuk hidup mewah.

Caleg PKS Yang Gagal Ini Jadi "Gila"

Caleg PKS Yang Gagal Ini Jadi "Gila"

Salah seorang caleg PKS kota Banjarmasin dengan nomor urut 8 yang dalam pileg 9 April 2014 kemarin gagal karena mendapat suara yang tipis menjadi tambah 'gila' kerja.

Adalah Ibu Rusdiana warga Banjarmasin beralamat di jalan Prona III Gg Kenanga yang akan mengadakan walimahan putranya yang ke 2 ini mendapatkan bantuan dari caleg PKS 'gagal' ini. Ahad 20 April kemarin Caleg 'gagal' ini membantu Ibu Rusdiana dengan memberikan ber dus-dus air mineral.

“Terimakasih pak, lah ulun katuju banar lawan PKS kada bapandir haja bisanya”, cetus bu rusdiana
(maksudnya “terimakasih pak, saya sangat senang sekali dengan PKS, tidak cuma bisa bicara saja”)

Inilah salah satu yang membuat PKS berbeda dengan partai yang lainnya. Para kader-kadernya senantiasa melakukan layanan dan kegiatan sosial lainnya kepada masyarakat yang memerlukannya. Para kader senantiasa berdialog dan bersilaturrahmi secara langsung kepada masyarakat.

Karena hakekat dari kerja-kerja para kader PKS tersebut adalah berlandaskan lillahi ta’ala, hanya mengharapkan Ridho dari Allah SWT sehingga tak ada pengaruhnya bagi kader tentang hasil suara pemilu, terpilih atau tidak terpilihnya mereka tidak akan mengurangi atau bahkan berhenti untuk melayani masyarakat.

sumber: pkspiyungan

Hari Ini PKS Milad

Hari ini, 16 Tahun lalu. Tepatnya Tanggal 20 April 2003, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dideklarasikan di Jakarta.

Kader dan Simpatisan PKS di linimasa Twitter ramai membuat kicauan tentang Milad PKS, berikut ini kuktwit akun @dedhi_suharto tentang Kilas Balik PKS;

"Kilas Balik Perjalanan dan Harapan di Hari #MiladPKS" | By @dedhi_suharto
2 jam lalu

PKS Nongsa - Hari ini milad PKS ya? 16 tahun? Sungguh usia abege. Makanya pantas kalo masih terus belajar. Mau cerita dikit ttg kelahiran PKS ah ...

1. PKS atau pertama kali muncul sebagai Partai Keadilan (PK) bukanlah sebuah kelompok yang terbentuk secara tiba2 di tahun 1998. #MiladPKS

2. Mereka berasal dari kelompok2 pengajian kampus/pemuda2 yang mulai tumbuh di tahun 1980-an dan semakin subur di tahun 1990-an. #MiladPKS

3. Para aktivis ini dikenal sebagai kelompok tarbiyyah (pendidikan), karena itu majalah Gatra pernah menamai mereka sbg Jama'ah Tarbiyyah.

4. Para aktivis ini konsern terhadap masalah umat. Karena itu u mewadahi kelompok mahasiswa Islam dalam masa reformasi mereka gagas KAMMI.

5. Karena itu wajar bila mantan ketua umum KAMMI, Fahri Hamzah, menjadi salah satu pendiri PK. #MiladPKS

6. Para aktivis tarbiyyah ini lalu melakukan survei di intern mereka. 70% setuju mendirikan parpol, 30% berpendapat belum tepat. #MiladPKS

7. Hasil itu menjadi keputusan pendirian PK sebagai sebuah partai politik. Karena mereka dari dunia dakwah maka mereka usung Partai Dakwah.

8. Partai Dakwah ini sebuah ijtihad politik yg genuine dr mereka & membuat masyarakat terkesima. PK pun jadi fenomena meski tak punya figur.

9. Sebetulnya PK berharap punya figur. Tapi para aktivis mereka masih unyu-unyu saat itu. Karenanya mereka melirik Amien Rais. #MiladPKS

10. Maka terbanglah Fahri Hamzah u menemui Amien Rais. Sayangnya di hari yang sama ada Dawwam Raharjo yang terlebih dulu sampai. #MiladPKS

11. Saat Fahri bertemu Amien, Amien Rais telah menerima pinangan PAN. Jadilah PK lahir sebagai anak yatim tanpa bapak/ibu yg membesarkannya.

12. Tanpa figur membuat PK harus mengoptimalkan mesin politiknya. Dan ini membuat mereka menjadi partai politik yang modern. #MiladPKS

13. Tanpa media membuat mereka harus kreatif. Maka mereka manfaatkan poling2 yg tumbuh subur saat itu. PK merajai poling. #MiladPKS

14. Hasilnya, di pemilu 1999 mereka mendapat suara 1,7 juta atau 1,3%. Sebuah hasil fenomenal u partai baru tanpa figur nasional. #MiladPKS

15. Sayangnya hal tsbut mengharuskan mereka ganti nama jadi PKS karena gak lolos ET. Tapi mereka berhasil transformasi dgn mulus. #MiladPKS

16. Berganti nama jadi PKS, mereka tambah semangat. Hasil pemilu 2004 serta 2009 menunjukkan hasil yg luar biasa. Meski target tak tercapai.

17. Hingga datanglah masa ketika mereka diincar oleh lawan2 politiknya. Kesalahan sekecil apa pun dimanfaatkan u membunuh mereka. #MiladPKS

18. Bahkan lembaga survei pinokio pun dengan pongah meramalkan mereka tdk lolos PT karena kasus LHI. Tapi Allah menakdirkan lain. #MiladPKS

19. Orang liberalis seperti ulil yg sngat membenci mereka, menggembar-gemborkan PKS hanya akan dapat 3%. Ternyata itu isu murahan. #MiladPKS

20. Allah telah menyelamatkan PKS dgn hasil QC 6,9% melalui kader/simpatisan/umat dan Allah menegur para elite partai dakwah ini yg lalai.

21. Saya berharap kasus LHI menjadikan PKS kembali sebagai Partai Dakwah, partai modern yang membanggakan umat Islam. #MiladPKS

22. Saya berharap PKS jdi kelompoknya Thalut yg sedikit yg mampu mengalahkan Jalut. Dan mereka lolos ujian "air sungai" kemewahan/kekuasaan.

23. Bila PKS kembali mewarisi semangat tentara Thalut dan lolos ujian "air sungai" kekuasaan, mereka layak jadi Rumah Terbesar Umat Islam.

24. Jadi di saat Rumah Besar Umat Islam berantem, umat Islam bisa pindah ke Rumah Terbesarnya bila PKS istiqamahnya. Semoga. #MiladPKS

25. Selamat Milad, PKS. Jadilah partai yg akan menjayakan negeri yg menurut KH Fahmi Basya adalah Negeri Saba-nya Bilqis. Istiqamahlah. End.

HNW PKS; Parpol Harusnya Sibuk Pikirkan Rakyat, Bukan Koalisi

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR-RI, Hidayat Nur Wahid, mengatakan partai-partai peserta Pemilu 2014 seharusnya lebih fokus memikirkan bagaimana mengatasi masalah yang dihadapi oleh rakyat, dan bukannya lebih sibuk mengurusi koalisi seperti sekarang. Namun, menurut Hidayat, bukan berarti partainya akan menutup diri terhadap ajakan koalisi.

"Untuk kesekian kalinya saya bilang seharusnya partai memikirkan bagaimana nasib rakyat, bagaimana tentang hasil suara rakyat yang dalam pileg kemarin banyak terjadi kecurangan," ujarnya di Jakarta, Jum'at (18/4).

Hidayat juga menegaskan partainya mendukung jika memang ada pihak yang memang benar-benar memiliki kesungguhan untuk menyatukan partai-partai Islam di tanah air.

"Kami mendukung aspirasi umat yang menghendaki koalisi partai Islam, tetapi janganlah melupakan bagaimana solusi dari masalah rakyat," katanya.

Kamis (17/4) malam digelar rapat partai Islam dan tokoh Islam yang berakhir dengan kesepakatan untuk menyamakan pandangan tentang koalisi partai Islam. Usai rapat yang berlangsung selama tiga jam tersebut, Ketua Majelis Pertimbangan PAN, Amien Rais, Bendahara Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Bacruddin Nasori, Sekjen Majelis Pertimbangan Partai PAN, Azwar Abubakar, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta, bersama dengan tokoh-tokoh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), keluar satu per satu dari ruangan.

Sedianya, ada 17 tokoh yang diundang. Namun, tidak semuanya datang. Mantan ketua MUI, Amidhan, politisi PPP, Muhdi PR, dan Waketum PPP, Emron Pangkapi, ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

Usai pertemuan, Amien Rais mengatakan pihaknya tengah menyatukan pendapat tentang koalisi ini.

"Jadi, tadi saya dengar sendiri teman-teman parpol Islam ini akan bekerja sama, menyetel orkes yang indah begitu, kemudian mencari platform. Memang tidak mungkin tanpa kekuatan lain," katanya.[dm/viva/pksnongsa]

Menanggapi Tulisan "Harusnya PKS Tidak Seperti Itu"


Penulis: Dian Setyawati (Mahasiswi FISIP UI)

Seorang adik kelas meminta pendapat saya tentang sebuah tulisan yang sudah banyak beredar dipublik. Yang menurut saya tulisan ini adalah cacat karena tidak ilmiah:

http://m.kompasiana.com/post/read/647710/1/harusnya-pks-tidak-seperti-itu-.html

Berikut tanggapan saya terkait tulisan Mas Fahrizal Aziz tersebut:

Saya sendiri tidak menyepakati gagasan utama yang dibawa bahwa setiap parpol tidak perlu saling serang parpol lain. Lebih khusus di singgung bahwa PKS menjatuhkan nama baik PDIP.

1. Tulisan Mas Fahrizal sebenarnya cukup di bahas dengan satu teori saja. Yang menurut saya ini sudah sering dibahas oleh para pengamat di TV. Yakni tentang black campaign dan negative campaign.

Black campaign adalah kampanye yang dilakukan untuk menyerang lawannya dengan meniupkan isu bohong, menghina dengan gagasan irasional tanpa data, fitnah, dan adu domba.

Sedangkan Negative campaign adalah kampanye menyerang lawan dengan mengemukakan aspek negatif/kegagalan dari lawan.

Dan para pengamat bersepakat bahwa hal-hal terkait negative campaign memang justru harus diperbanyak sebagai fungsi controlling aktor-aktor politik.

Saya binggung kenapa Mas Fahrizal begitu jengah dengan kerja-kerja Kader PKS yang menyebar luaskan grafik korupsi (berbasis data loh) dan jengah terhadap kultwit Fahri Hamzah tentang Megawati (Yang menjual BUMN dg harga murah, Indosat, Tanker VLCC, yang pernah di BC lalu).

Hal-hal itu adalah negative campaign yang berbasis data. Kalau di kelas Mas Efendi Ghazali, beliau selalu koar-koar negative campaign ini harus banyak dilakukan biar pemimpin ingat dosa dan merasa di evaluasi. Publik pun semakin cerdas dan kritis.

2. Mas Fahrizal bilang, "Sudahlah sebuah parpol tidak perlu mengkritik parpol lain, cukup yang mengkritik media dan masyarakat saja." Heeei, media kita sekarang berpihak dan masyarakat kita masih belum cerdas.

Dalam politik sah-sah saja. Justru sangat dianjurkan kritik hadir dari lawan politiknya. Biasanya kritik dari lawan politik itu pasti kritik yang memang berkualitas tidak main-main. Makanya ada istilah oposisi.

Kembali ke kampanye, intinya tinggal bagaimana agar kita tidak menggunakan black campaign (memfitnah dan menghina dengan irasional).

Nah, sekarang tagar #TolakPartaiPoligami dan mengkaitkan angka tiga dg salah satu tubuh wanita. Ulah siapa? Kampanye seperti ini yang harus dikritisi.

3. Terkait PKS yang mempublikasikan prestasinya sebagai partai dengan v korupsi rendah. Menurut saya ini sah-sah saja. Kenapa menurut Mas Fahrizal ga boleh? Mas Fahrizal ini sepertinya ga belajar politik.

Dalam politik, aktor-aktor politik memang harus melakukan komunikasi politik. Mereka harus mengkomunikasikan kebijakan yang mereka ambil dan prestasi mereka.

Kesimpulan:
Opini Mas Fahrizal Aziz ini ga pakai landasan teori, ga ada pakemnya, jadi gagal dalam menangkap dan menyimpulkan fenomena yang ada.

Apakah parpol yang membuat "sakit hati" parpol lain (cie PDIP sakit hati), lantas dengan mudah menuduh parpol itu (PKS) melakukan politik yang tidak etis, padahal berbasis data. Makanya penting untuk tiap kita menggunakan landasan teori.

Sumber: Istimewa

Rhoma Irama Jajaki Koalisi Parpol Islam


Pedangdut Rhoma Irama sekaligus kandidat calon presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa mengaku telah bertemu dengan dua petinggi Parpol Islam untuk membicarakan koalisi.

Kedua petinggi partai yang dimaksud: Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa dan anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Suswono. Mereka bertemu dalam acara Apkasi International Trade and Investment Summit (AITIS) 2014, beberapa waktu lalu.

“Pak Ketum (Muhaimin Iskandar) meminta saya mengadakan dialog politik pada beberapa partai. Terutama untuk mengadakan konsolidasi partai Islam. Karena banyak keinginan umat untuk mewujudkan koalisi partai Islam,” kata Rhoma di kediamannya, Senin (14/4/2014).

Rhoma menambahkan, ia juga diutus menemui Ketua Fraksi PKS di DPR RI, Hidayat Nur Wahid soal koalisi. Ia juga akan menjalin komunikasi dengan Partai Persatuan Pembangunan dalam waktu dekat.

Menurut Rhoma, koalisi partai-partai itu penting untuk membuktikan kekuatan Islam di Indonesia. Sebelumnya, banyak pengamat dan pakar politik memprediksi partai-partai Islam susah lolos ambang batas parlemen.

Padahal, lanjutnya, dari kekuatan partai Islam bisa menjadi kuda hitam bila mencalonkan presiden sendiri. “Kurang lebih bisa 30 persen jumlah suara dimiliki partai Islam,” kata Rhoma lagi.

Pentolan Soneta Grup itu beranggapan, ini momen bersatunya partai Islam. “Prioritas koalisi partai Islam. Karena yang tadinya diprediksi tidak mencapai PT, ternyata perkembangan di luar dugaan,” ujarnya.

Rhoma sendiri masih optimistis maju sebagai capres dalam pemilihan presiden mendatang. Terlebih dengan koalisi partai Islam yang sedang dibangunnya.

Menolak Jokowi

Saking optimistisnya, Rhoma akan menolak tegas meski nanti ia dipinang Joko Widodo sebagai cawapres. Ia tak peduli pada posisi PDIP yang dalam Pemilihan Legislatif sedang di atas angin. “Saya setia dengan PKB, sampai detik ini harus tetap setia,” katanya.

Rhoma bahkan memberi saran agar Jokowi tidak terlalu pemilih dalam mencari pasangan. Sebab di matanya, seluruh capres merupakan putra terbaik bangsa yang punya kelebihan dan kelemahan.

Ia sendiri, ditanya soal pendampingnya untuk maju sebagai capres hanya pasrah. Rhoma memilih menyerahkan soal itu pada partai. “Itu domain partai. Sementara nggak pikir ke situ dulu. Saya pikir koalisi partai islam dulu,” ucapnya. [vivanews]

Ini Fakta Salah Satu Tempat PKS Menang Mutlak di Aceh


sebelumnya diberitakan bahwa PKS Menang Mutlak di Gampong Ulee Tutue Raya, Kp Aree, kabupaten pidie. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), Muhammad Ar yang dihubungi pukul 18.30 WIB mengatakn, hasil penghitungan sementara sudah selesai adalah untuk DPR RI. Menurut data, suara paling tinggi diraih PKS 127 suara, kedua Nasdem 13 suara, lalu Gerindra 12 suara. Demokrat tujuh suara, PPP enam suara. Selanjutnya Hanura, PBB, Golkar masing-masing empat suara. Sedangkan PDIP dan PKB masing-masing tiga suara.

Belakangan, diperoleh hasil dari salah satu saksi parpol yang menunjukkan dominasi PKS di semua tingkatan pemilihan. Untuk kursi DPRA, PKS meraup 83 suara, disusul PA 32 suara, dan PDA 16 suara. Sementara untuk DPRK, PKS meraup 109 suara, PA 31 suara, dan Nasdem 12 suara.

Seorang akademisi yang bernama Hasan Basri M.Nur menuliskan fakta-fakta ini di akun facebook pribadinya.

Gampong Ulee Tutue Raya, Kp Aree, memang beda dibanding kampung lain di Pidie.
1]. Kampungnya para saudagar, enggan menjadi PNS.
2]. Kampungnya para perantau. Selain menyebar di seluruh Aceh, juga terpencar di beberapa negara, terutama Australia.
3]. Tingkat partisipasi warga dlm shalat jamaah sgt tinggi. Warga terlarang duduk di bale saat azan berkumandang.
4]. Sering mengundang penceramah luar utk menambah wawasan warga.
5]. Memiliki Bale Apanyak, tempat mendiskusikan isu agama, politik & pembangunan.
6]. Solidaritas warga yg tinggi, antara lain jumlah hewan QURBAN bisa mencapai 30 ekor sapi tiap tahun. Membangun meunasah mirip masjid dari uang swadaya.
7]. Kemana pun merantau, kawin tetap di kampung. Duh!
8]. Kini, di kampung ini PKS menang mutlak, padahal di sekelilingnya PA menang merajai.
***Agaknya menarik utk penelitian lbh lanjut.

Fahri: PKS Fokus Perhitungan Suara, Tak Ikut-ikutan Koalisi


JAKARTA -- Usai pemilu legislatif, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan tak akan ikut-ikutan partai lain untuk mencari pasangan koalisi. Menurut Wakil Sekjen PKS, Fahri Hamzah, partainya mendapat pelajaran dari pengalaman sebelumnya yang menemui kegagalan dalam praktik koalisi. "Kami tidak mau ikut-ikutan mencari partner koalisi sebelum jelas konsep koalisinya,” ujar Fahri dalam pernyataannya, Sabtu (12/4). Oleh karena itu, partainya belum menggalang pertemuan dengan partai manapun. ”Saat ini kami masih fokus untuk perhitungan suara saja dan menjaga suara kami tetap utuh,” tambahnya. Dikatakannya, PKS saat ini sedang menyiapkan konsep koalisi yang baik dan benar dan sesuai dengan sistem pemerintahan yang ada. Pentingnya konsep koalisi ini, menurut Fahri, adalah untuk mendapatkan arah yang jelas tentang rencana pembangunan. Koalisi menurutnya harus bisa mensiasati masalah yang secara teoritis akan selalu menghantui pembentukan pemerintahan koalisi yaitu anomali sistem presidensial dan multi partai. PKS sendiri memikirkan dua opsi yaitu memimpin koalisi atau menjadi oposisi sekalian. Langkah ini dilakukan, karena PKS, menurut Fahri, tidak mau menjadi korban lagi. ”Kami selalu dituduh menjadi biang kerok dalam koalisi, padahal kami ini korban dari sistem koalisi yang tidak dipimpin secara baik,” tegasnya. PKS tidak mau lagi menjadi bagian koalisi terutama, kata dia, jika presidennya hanya punya modal ngotot tanpa konsep. ”Membangun pemerintahan itu harus serius dan jangan direduksi dengan pertemuan-pertemuan saja tanpa konsep apalagi dengan modal pencitraan saja."

Sumber : Pks Piyungan

Menteri Ini Selalu Tidur di Rumah Warga Saat Kunjungan

Menteri Ini Selalu Tidur di Rumah Warga Saat Kunjungan

Perkenalkan: Habib Dr. Salim Segaf Al Jufri. Menteri Sosial Republik Indonesia 2009-2014. Beliau selalu tidur di rumah penduduk kala menyambangi mereka ke daerah-daerah. Beliau bekerja dalam diam. Tanpa ekspos tinggi media.

Beliau mensos sedang tidur di rumah warga kampung Pelag, Garut. Tadi pagi (Jumat, 14/3/2014) kerja bakti bedah kampung bersama Waket DPR RI.

Dan... lihatlah bagaimana posisi beliau tidur... sesuai sunnah Nabi.

Sejak 2011 sudah 45an kampung yang dibedah, sekitar 30an rumah ditiduri Mensos sebelum dibedah.
Bedah kampung: inovasi program rehabilitasi rumah tak layak huni.

Habib Salim Segaf termasuk qiyadah (pimpinan) senior PKS. Pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Syariah Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Beliau adalah cucu dari ulama besar Palu, Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau lebih dikenal dengan nama “Guru Tua” pendiri yayasan Al-Khairaat.

Tunggu Quick Count, Anis Matta Skype-an dengan Kader PKS

Presiden PKS Anis Matta melakukan telewicara dengan kader-kadernya via sambungan internet dengan aplikasi Skype. Komunikasi dilakukan dengan sejumlah kader lintas pulau bahkan lintas negara.

"Penghitungannya baru akan mulai satu jam dari sekarang, ustad," kata Pembina Kader di Jepang Bondan Setiawan ke Anis Matta di Kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2014), pukul 15.00 WIB.
Anis memastikan optimisme sejumlah kader di daerah luar Jakarta. Kader di Jepang pun juga optimis bakal menang.

"Tahun 2004 kita nomor satu, tahun 2009 kita nomor satu, tahun 2014 mudah-mudahan kita juga nomor satu," kata Bondan menjawab Anis Matta.

Ketua DPW Banten Irfan Maulidin juga dihubungi Anis. Irfan melaporkan kepada Anis bahwa jumlah saksi PKS di Banten lengkap. Begitu juga kader di DPW Kalimantan Barat, dia juga menyatakan optimismenya.

"Alhamdulillah," tanggap Anis.

Sekretaris Umum DPW Jawa Tengah Ahmadi juga melaporkan dengan sambungan video internet yang tak terlalu lancar, saat ini perolehan suara sedang dihitung. Ada 613 tenaga Informasi dan Teknologi (IT) yang dikerahkan PKS Jawa Tengah menyisir suara tiap kecamatan.

"Diupdate segera ya, dipantau terus saksinya, biar hasilnya lebih cepat," perintah Anis kepada Ahmadi.

Di Hongkong, PKS Tundukkan PDI-P & Golkar


Pemungutan suara pemilu legislatif di daerah pemilihan (dapil) luar negeri sudah rampung beberapa hari sebelum hari pencoblosan di Tanah Air yang berlangsung 9 April 2014.
Di dapil Hongkong yang melaksanakan pemungutan suara pada 30 Maret lalu, dalam sebuah exit poll Partai Keadilan Sejahtera dinyatakan berhasil mengumpulkan suara terbanyak dengan perolehan suara sebanyak 2.153 suara, disusul oleh PDI-Perjuangan dengan 501 suara, Golkar 393 suara.
Berikut ini rekapitulasi perolehan suara di dapil Hongkong yang diperoleh dari sumber di TPS Hongkong. Hasil ini bukan hasil resmi karena hasil resmi mengacu pada data yang diterbitkan Komisi Pemilihan Umum.
Perolehan Suara di Hongkong
Parpol

Perolehan suara
PKS :2.153
PDI-P :501
Golkar :393
Demokrat :259
PAN :138
PKB :121
Gerindra :106
Nasdem :83
Hanura :66
PPP :51
PBB : -
PKPI :12
sumber: KPU