Showing posts with label aceh. Show all posts
Showing posts with label aceh. Show all posts

Travelling For Humanity Akan Diadakan di Pulo Aceh

Ikhwanesia - Travelling For Humanity Akan Diadakan di Pulo Aceh, kami dari BFLF dan Tulong Aceh akan mengadakan Travelling For Humanity ke Pulo Aceh pada tanggal 17-19 September 2015. Dalam rangka kegiatan tersebut kami juga mengadakan lomba foto instagram dengan tema travelling for humanity.

Akan dipilih 2 pemenang terbaik berdasarkan penilaian dewan juri yang akan mendapatkan 2 tiket gratis untuk ikutan Travelling For Humanity ke Pulo Aceh dan goodiebag cantik untuk 1 pemenang favorit dengan jumlah like terbanyak, serta merchandise untuk ketiga pemenang .

Travelling For Humanity Akan Diadakan di Pulo Aceh

Travelling For Humanity Akan Diadakan di Pulo Aceh

Pendaftaran gratis......

Cara ikutan :
- Upload foto kegiatan sosial atau kemanusian yang kamu lakukan
- Tag @blood_bflf dan @tulongaceh serta 5 temanmu
Untuk caption :
- Ketik nama, alamat
- Deskripsikan foto yang kamu upload
- Jelaskan menurut kamu apa itu Travelling For Humanity?
- Tuliskan alasan mengapa kamu ingin ikut kegiatan Travelling For Humanity ini!
- Tuliskan motto singkatmu tentang kegiatan sosial atau kemanusiaan.
- Gunakan hashtag
#travellingforhumanity #tulongaceh #sahabat_BFLF


*kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari. terhitung dari tanggal 17,18,19 september 2015. Adapun rangkaian kegiatan nya
1. Menjadi guru sehari untuk anak SD.
2. Pembuatan taman baca atau perpustakaan mini untuk SD.
3. Pembagian bingkisan sekolah untuk SD
4. Sikat gigi dan cuci tangan bersih untk SD
5. penyuluhan kesehatan untuk SMP
6. Travelling dengan tema "melihat aceh dari eksotis alam". serta wisata kuliner.
cp : 0823 7090 8083
More info, kunjungi facebook.com/pagetulongaceh

Penyebab Pembacaan Proklamasi Di Gayo Lues Diwarnai Sorakan

Ikhwanesia - Pembacaan teks Proklamasi hari kemerdekaan pada peringatan HUT RI ke-70 di lapangan Pancasila Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues (Galus) diwarnai dengan sorakan para peserta upacara.

Pantauan Serambinews.com, teks proklamasi yang dibacakan oleh Ketua DPRK Galus, H. Ali Husin SH mengalami kesalahan yaitu penulisan kata yang berulang-ulang, sehingga menjadi bahan sorakan.

Penyebab Pembacaan Proklamasi Di Gayo Lues Diwarnai Sorakan

Penyebab Pembacaan Proklamasi Di Gayo Lues Diwarnai Sorakan

"Ini salah satu kelemahan dari panitia yang menganggap sepele, sehingga bisa berdampak pada kesalahan yang begitu fatal, seharusnya sebelum teks itu dibacakan dan diserahkan kepada petugas yang membacakannya diteliti kebenarannya terlebih dahulu," sebut sejumlah PNS di tengah-tengah lapangan itu. Sembari bertanya, siapa yang membuat teks proklamasi itu sebenarnya.

Sementara itu, Ketua DPRK Galus, H Ali Husin SH, kepada Serambinews.com membenarkan adanya kesalahan dalam penulisan dalam teks proklamasi tersebut.

"Saya bacakan sesuai teks yang diberikan oleh panitia, ternyata dalam teks proklamasi itu ada kesalahan penulisan," sebut Ketua DPRK Galus. hal seperti ini tidak boleh terulang lagi

Penyebab Pembacaan Proklamasi Di Gayo Lues Diwarnai Sorakan


sumber: serambinews.com

Takdir Feriza, Putra Aceh Juara 1 MTQ Internasional

Ikhwanesia - Takdir Feriza mampu keluar sebagai juara pertama dalam arena Musabaqah Tilawatil Quran [MTQ] Internasional yang diselenggarakan oleh Diyanet (Kementerian Agamanya) Turki beberapa waktu lalu.

Dihimpun dari berbagai sumber, dibawah Takdir Feriza yang mewakili Indonesia, berturut-turut juara II dan III diraih oleh peserta dari Fillipina dan Iran.

Tersebar foto di mediaa sosial, Presiden Turki, Receb Tayeb Erdogan mencium kening Takdir Feriza saat ia menyerahkan piala.

Takdir Feriza, Putra Aceh Juara 1 MTQ Internasional

Takdir Feriza, Putra Aceh Juara 1 MTQ Internasional


Publik Aceh pun histeris dengan berita gembira ini. Di tengah kurangnya kepeduliaan pemerintah, putra Aceh tetap mampu tampil mengharumkan Aceh dan Indonesia di mata internasional.

Facebookers Aceh memberikan pujian-pujian dan rasa syukur setinggi-tinggi. Salah satu akun atas nama Syurkani berkomentar: tahniah syedara, engkau telah bangkit dan banggakan Aceh dimata dunia islam, Allah Akbar”.

Akun atas nama Mujiburrizal menulis: “Satu lagi lompatan Untuk Aceh, Menuju kembali ke zaman ke emasan.”

Sementara itu, Fanspage media lokal terbesar di Aceh, Serambinews.com juga merilis keberhasilan Takfir Feriza dengan menulis: “Takdir Feriza meraih juara 1 MTQ Internasional di Turki. Hadiah dan penghargaan langsung diserahkan Yang Mulia Presiden Turki Sayın Recep Thayeb Erdoğan. Keberangkatan ke Turki sangat terbatas dana. Bahkan untuk pendamping saja sangat kurang. Tapi kuasa Allah anak muda ini bisa harumkan nama bangsa! Bulan lalu hanya ada satu anak asal Afrika dari Perwakilan International yang bisa bersalaman dan naik panggung bersama Erdogan”.

Takdir Feriza, Putra Aceh Juara 1 MTQ Internasional

Fanspage ini juga menulis: Ibunya juga sambil menangis menjahitkan bendera Turki yang dicium berkali kali di hadapan ribuan Pelajar Internasional dari seluruh kota di Turki. Selamat untuk Takdir Feriza, Ramadhan Mubarak!!” tulis Fanspage tersebut.

Berita ini mengundang ratusan komentar yang memuji Takdir seraya bersyukur kepada Allah Swt. Misalnya, akun atas nama Masrizal bin Zairi menulis: “Bangga punya orang aceh seperti Takdir Feriza” [Zulkhairi]

Tradisi Meugang dan Sejarahnya di Aceh

Ikhwanesia - Menyambut bulan puasa Ramadhan, ada tradisi khas dari masyarakat Aceh yang lama telah diwariskan endatunya dahulu. Uroe Mameugang atau Hari Meugang namanya, yang artinya membeli daging menjelang puasa dan menyambut hari raya Idul Fitri atau Idul Adha. Jadi dalam setahun ada tiga kali tradisi meugang tersebut dilakukan.

Tradisi meugang di Aceh sangat kental sekali dengan kekeluargaan, sejak jaman dulu dari masa kesultanan hingga turun-temurun sampai sekarang, setiap tahunnya uroe meugang itu dipastikan ada. Walaupun masyarakat yang miskin sekalipun apalagi yang kaya, pasti akan merasakan daging meugang, baik didapatkan dari pembelian sendiri ataupun tetangga akan memberikan kepada mereka, walaupun sedikit.

Di samping itu juga ada menu lainnya yang dimasak kaum ibu di itu seperti lemang, tape, dan juga ketupat. Setiap masakannya juga akan diberikan ke tetangga, ke famili, ataupun ke fakir miskin. Dan ada juga yang saling tukar-menukar masakannya untuk memeriahkannya.
Budaya meugang lama telah tercipta tidak ada yang melarang tradisi untuk melakukannya, dan tidak ada benturan di agama maupun tradisi, semua dilakukan beriringan untuk meneruskan tradisi nenek moyang.

Tradisi Meugang dan Sejarahnya di Aceh


Tradisi uroe meugang juga mempengaruhi kehidupan kaum pria (kepala rumah tangga) di Aceh, mereka harus membawa pulang daging ke rumah sebagai sikap tanggung jawab memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Tradisi ini dipercaya telah melekat sejak era Kesultanan Aceh, sebuah tradisi yang dijalankan oleh Sultan dan Sultanah di wilayahnya menjelang Ramadhan sebagai rasa syukur dan senang menyambut Ramadhan.

Cerita sejarah inilah yang diinvetarisir melalui teks-teks tertulis (manuskrip) masa lampau, guna melacak khazanah Aceh masa lampau dan direviitalisasi kembali menjadi sebuah paduan, dan tidak menjadi mitos belaka.

Tidak mudah untuk menemukan tradisi-tradisi tahunan yang berlaku di Aceh seperti meugang, meulaot, tradisi blang, hari Asyura, ataupun acara lainnya dalam catatan-catatan lokal. Hal ini banyak menyulitkan peneliti asing untuk melihat Aceh secara komprehensif masa lampau.

Alkisah maka tersebutlah perkataan Majelis Tabal pada hari mameugang puasa.
Maka datanglah Syahbandar dari Seri Rama Setia membawa antatan (hantaran) pada malam 30 hari Sya’ban ke hadapan Biram serta menantikan bulan (hilal). Jikalau tiada keliahatan bulan, maka bermalamlah dihadapan Biram serta dengan antatannya.

Masih dalam sumber yang sama, adat hantaran mameugang disertai dengan bumbu masakannya yang diserahkan kepada Tun Diwa Berani berupa kerbau satu ekor, bawang putih satu cupak, jintan putih 1 cupak, ketumbar 1 cupak, dan kunyit kering 1 cupak. Tradisi Meugang dan Sejarahnya di Aceh

Pada saat menunggu hilal para petinggi Kerajaan akan dijamu oleh Sultan Aceh di Istananya.
Maka hadiah bawaan tersebut menjadi bagian dari hadiah jamuan nantinya selama satu atau dua hari.
Hingga terjadi pengumuman awal Ramadhan dilakukan dengan cara unik pula.
“Kemudian maka berdirilah Bentara Blang, kemudian ditiup oranglah nafiri tujuh ragam, serunai (terompet) pun tujuh ragam juga, kemudian dipalu oranglah gendering dong tujuh kali tujuh ragam.”
Kegiatan ini dilakukan dengan beragam agenda lainnya, termasuk juga iringan pawai akbar dengan pasukan kuda dan gajah sebagai rasa suka cita menyambutnya datangnya Ramadhan.
..Maka pada keesokan harinya diarak oranglah Raja Tajul Intan dikarang. Maka oleh orang yang beribu Raja Tajul itu citaraja dan yang menggerak gajah pawai arak-arakan.“

Ini menunjukkan bentuk kesenangan dan kebahagiaan bagi sang Raja dan pengawal gajah dalam perayaan tersebut dalam rangka menyambut bulan suci tersebut.

Pada saat acara berlangsung, Bentara Blang akan menulis surat pengumuman Aceh yang akan dikirim atau dibawa pulang oleh setiap hulubalang (uleebalang) ataupun bentara di setiap sagoe, guna untuk diumumkan kepada seluruh masyarakat di desa-desa untuk diteruskan hingga kepada masyarakat seluruh gampong /desa. Juga bersamaan dengan itu, setiap mereka akan membawa pulang daging dari hantara yang diserahkan kepada warga dilakukan oleh pihak Kerajaan dan Geuchik gampong untuk dibagikan kepada mustahik. Dan untuk pemberitahuan awal puasa itupun diiringi dengan peh tambo (beduk) di meunasah-meunasah dan balee pengajian.

Maka dari sinilah sebuah adat yang menjadi tradisi yang dijalankan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa ada qanun atau aturan Sultan, dan pada akhir abad ke 20, “power Kesultanan” telah beralih fungsi ke struktural masyarakat, sehingga adat istiadat cukup dengan reusam kelembagaan Kesultanan (pemerintah).

Tentu, tradisi ini harus tetap dipertahankan sesuai dengan situasi dan kondisi waktu dan tempat.
Dan kita masih bisa bersyukur, dengan khazanah indatu Aceh masih terselematkan dan tersimpan di banyak baik di dalam maupun luar negeri.

_______________
Berbagai sumber


HEBOH! Tersebar Video Pidato Biksu Myanmar Tentang Islam

Ikhwanesia - Tersebar video hasutan pemimpin spiritual agama Budha, yaitu seorang biksu di myanmar yang terlihat gelisah dengan perkembangan umat Islam. dari video ini dapat terlihat konflik apakah sebenarnya yang melanda myanmar, etnis atau agama? Terlepas daripada itu, Islam sangat mencintai perdamaian.

video ini mulai tersebar di sosial media. satu hal yang perlu dipahami oleh umat islam Indonesia dan kepada penganut seluruh agama lainnya, lihatlah di negara yang mayoritas di kuasai oleh Muslim, maka umat agama lain akan di lindungi. bahkan, di Aceh yang melaksanakan syariat Islam, umat agama lain hidup tenang dan di lindungi, serta bebas melaksanakan ibadahnya. maka tidak perlu ada hasutan untuk mendiskreditkan Islam.

HEBOH! Tersebar Video Pidato Biksu Myanmar Tentang Islam

HEBOH! Tersebar Video Pidato Biksu Myanmar Tentang Islam

semoga umat budha Indonesia, khususnya Aceh mau bersuara untuk meminta kekejian pemerintah myanmar dan buddhist di myanmar untuk dihentikan.

berikut kami kutip dari facebook tanpa kami edit kembali.

Ini Dia Biksu Budha Sumber Penghasut Umat Budha Myanmar Yang Memicu Kerusuhan Besar dengan Korban Rohingnya
-------------------------------------------------
Berdasarkan video tersebut maka bisa kita ambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Biksu ini sudah putus asa akan perkembangan Islam dan Kaum Muslimin di Myanmar.
2. Biksu ini tidak punya metode yang tepat untuk mengungguli kemajuan Islam dan kaum muslimin disana, sehingga...
3. Biksu ini harus memilih jalan pembersihan etnis berupa pembantaian untuk menghentikan perkembangan Islam dan kaum muslimin di Myanmar.
4. Biksu ini terindikasi Rasis tingkat Tinggi / Sangat parah
5. Biksu ini nyata-nyata sebagai sumber fitnah dan kerusakan di muka bumi saat ini.

Akankah Biksu Rasis ini ditangkap oleh Negara Super Power Barat untuk diadili atas nama HAM dan kemanusiaan ?
nonton videonya disini:

HEBOH! Tersebar Video Pidato Biksu Myanmar Tentang Islam

Hasbunallah wa ni'mal wakiil...

Wallahul musta'an

Kebaikan Aceh Pada Rohingnya Jadi Pemberitaan Dunia

Ikhwanesia - Media Turki Beritakan Kebaikan Aceh Membantu Pengungsi Rohingya

Salah satu media di Turki mengapresiasi kepedulian masyarakat Aceh dalam membantu pengungsi Rohingya yang terdampar di lautan lepas dan menariknya ke daratan. Aksi spontanitas yang diberikan warga Aceh menjadi berita yang diulas Harian Yeni Safak di Turki, edisi Minggu (17/5/2015).

Yeni Safak merupakan media yang dekat dengan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) yang sukses mengantarkan Recep Tayyeb Erdogan sebagai Presiden Turki.

Kebaikan Aceh Pada Rohingnya Jadi Pemberitaan Dunia

Kebaikan Aceh Pada Rohingnya Jadi Pemberitaan Dunia
Kebaikan Aceh Pada Rohingnya Jadi Pemberitaan Dunia

Media itu mengulas kebaikan masyarakat Aceh yang membantu muslim Rohingya (Arakan) yang terdampar di Aceh Utara, Langsa, dan di Aceh Tamiang beberapa hari lalu. "Ace'ye 582 Arakan" demikian salah satu sub judul pada berita terkait bagaimana warga Aceh membantu pengungsi Rohingya.

Teuku Zulkhairi melalui akun facebooknya membagi foto media tersebut, saat ini ia sedang berada di Turki bersama Koordinator Masyarakat Informasi Teknologi (MIT) Indonesia, Teuku Farhan.

Mereka berdua mendapat kehormatan mengungjungi negara itu dalam kaitan peresmian salah satu media di Turki dan pertemuan pekerja media yang konsen pada isu-isu Islam dari berbagai negara.

"Ini membuktikan, satu sisi publik Turki dan medianya semakin mengenal Aceh... Dan di sisi lain, kerja masyarakat Aceh yang membantu pengungsi Rohingya telah menjdi kerja-kerja dalam skala peradaban, Subhanallah," tulis Teuku Zulkhairi. (Tribunnews)

***

Kebaikan Aceh Pada Rohingnya Jadi Pemberitaan Dunia

Muhajirin abad modern dari Rohingya, dan Anshar abad ini masyarakat Aceh.

Selamat bagi orang-orang Aceh yang sudah mendapatkan kemuliaan itu.

Insyaallah, saudara-saudara muslim mu dari daerah lainnya ikut ambil bagian melakukan perbuatan mulia itu.

Semoga rahmat dan keberkahan dari Allah berkucuran bagi Aceh dan penduduknya sampai kepada anak cucu keturunan mereka semua.

(Zulfi Akmal)

sejak masa kekhalifahan dahulu hingga sekarang Aceh memang dekat dengan Turki. dan selama ini Aceh dituding melanggar HAM dengan syariat Islamnya, Namun, Aceh membuktikan bahwa dengan syariat Islam kita bisa membangun peradaban dan karakter kemanusiaan yang berangsur-angsur semakin bercitarasa peradaban yang tinggi.